Selasa, 15 Desember 2015

Cerita Seram Ekspedisi Penelitian Hutan Sancang Ujung Kulon Banten

Ane berkuliah di jurusan biologi salah satu universitas negeri di bandung, dan kebetulan jurusan ane cukup kesohor sama biologi lapangannya, itu sebabnya ane itu sebabnya ane sering bepergian untuk melakukan ekspedisi mengambil data keanekaragaman hayati, dari mulai tumbuhan sampe hewan-hewan liar (lutung, Owa, Kukang, Ular, Badak dll.) Suatu saat ane bersama kawan2 melakukan penelitian di daerah Leweung (hutan) sancang, Garut. Sancang memang terkenal dengan kisah mistisnya yang konon katanya bahwa hutan tersebut merupakan tempat bersemedi prabu siliwangi dan balatentaranya, beberapa cerita masyarakat menceritakan bahwa beberapa kali sering terjadi penampakan Maung Kajajaden (Harimau Jadijadian) yang konon katanya merupakan perwujudan dari prabu siliwangi..

Beberapa tahun sebelum kawasan sancang dijadikan Cagar Alam, Sering terjadi pembabatan liar di kawasan tersebut karena saat itu tempatnya masih rimbun dengan pohon2 tinggi semacam Palahlar, Kiara, Beringin dan Pohon Kaboa yang konon merupakan tumbuhan yang keramat di kawasan sancang, Saking lebatnya pepohonan saat itu, warga dulu tidak ada yang berani keluar rumah setelah magrib , walaupun sebenarnya ada jalan setapak.. tidak ada satupun warga yang berani keluar rumah menuju pantai yang letaknya tidak begitu jauh dengan perkampungan terakhir dan hanya dipisahkan oleh hutan dataran rendah sampai hutan pantai ...

Singkat cerita saat itu ane kebagian buat mengamati keanekaragaman Tumbuhan di daerah Sancang, saat itu kita ber 5 orang awan yang nekat menelusuri hutan tanpa bantuan guide(soalnya jumlah guide terbatas), berbekal orientasi medan hari pertama .. kami coba mengingat2 jalan menuju plot daerah tempat penelitian kami, sebelumnya kami berjalan dari basecamp sekitar 45 menit berjalan di jalan setapak yang menurun menuju hutan.. sesampainnya di hutan kami masih harus menuruni beberapa ratus anak tangga yang memang sebelumnya telah dipersiapkan minyak pelet srikandi untuk para peziarah menuju tempat keramat, memang plot penelitian kami harus melewati tempat keramat tersebut ,

tempat yang cukup sepi namun tidak terurus karena banyak sampah para peziarah, suasananya cukup seram karena hawa lembab dimana cahaya matahari tidak begitu dapat menembus kanopi2 pohon tinggi yang cukup besar, kami melewati tepat keramat tersebut dengan santai saja karena itu memang masih pagi.. singkat cerita , kami sampai siang hari di tempat penelitian dan melakukan pendataan selama hampir 3 jam , setelah itu kami beristirahat sejenak dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju plot berikutnya, saat itu kami berjalan melewati sungai cipangisikan, sungai yang masih sangat bersih dan terawat , berbeda dengan tempat keramat sebelumnya, kami berjalan melewati pinggiran sungai menuju tempat penelitian selanjutnya dan disini hal aneh mulai terjadi, kami sebenarnya berjalan cukup yakin karena dipandu dengan GPS yang menunjukan jalur perjalanan kami,.namun setelah lama berjalan kita mulai merasa heran karena gak kunjung sampai ,saat itulah ketika menemui jalan buntu .. kami diam sejenak agar tidak panik, karena jalan yang biasanya kita lewati kini hilang, sekakan2 tiba2 menjadi buntu dan berubah menjadi belantara hutan tanaman salak yang berduri sehingga kami kesulitan melewatinya..

Dengan berbekal pengalaman orientasi medan , kami memutuskan berjalan melalui pinggiran sungai mengikuti aliran sungai dan panduan kompas di GPS yang menunjukan arah selatan, kami menyadari bahwa hutan tersebut memang tidak terlalu luas dan relatif dekat dengan pantai selatan, oelh karena itu kita menyusuri aliran sungai untuk sampai ke pantai dimana disana ada tim kami juga yang sedang meneliti Biota laut daerah tersebut. Setelah cukup lama berjalan mengikuti aliran sungai cukup lama . kami mulai ragu lagi mengenai jalan yang kita ambil sehingga terjadi perdebatan2 diantara kami .. Saat itu ane yang megang GPS yakin banget kalo kita jalan ke selatan, tapi temen ane yang satu lagi bilang kalo ga yakin ni sungai menuju ke selatan.. akhirnya setelah perdebatan itu , temen ane nyeletuk "Eh coba ane bawa kompas bidik nih .." dan..jeng jenggg !!!!

ternyata selama ini kita berjalan ke arah utara ...tmen2 mulai berburuk sangka kalau sbenernya kita dibikin tersesat sama MG.. tapi ane mikirnya "Never Trust on GPS anymore" , dan kita pun kembali ke jalan yang lurus ke arah selatan, dan setelah lama berjalan kami hanya mengikuti aliran sungai dan akhirnya kita menemui tempat yang kita kenali , yaitu badan sungai cipangisikan yang pada awal cerita kita lewatin..disitu ane aneh banget gan, udah jelas2 kita nyebrang sungai itu trus belok ke selatan sesuai jalur GPS, dan nongol2 di utara tempat kita nyebrang, WTF apakah kita udah muterin satu pulau jawa !?? .... dan selanjutnya kita melanjutkan perjalanan sesuai jalur yang tadi, dan kita tetap mengikuti alur sungai namun anehnya kali ini kita bener2 nemu tempat penelitian kita yang emang deket sama pantai, selamet deh nyampe laut..alhamdulillah
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.