Senin, 31 Agustus 2015

Secuplik kisah Yusuf Mansur

Siang itu jumat, 29 Mei 2009. saya sedang menanti giliran untuk presemtasi monev PKMM yang kami rintis sejak tahun 2008 lalu. Karena presentasinya akan diadakan di Grha Sabha Pramana, dan menurut jadwal kami maju pukul 13.00, maka pada pukul 11.40 saya pustuskan untuk sholat Jumat di Masjid kampus saja.. Sudah agak lama (halah padahal Cuma 2 pekan) tidak jumatan di tempat favorit saya itu..

Sudah menitipkan tas, saya ambil air wudhu dan sholat, kemudian menunggu khotbah jumat. Tak disangka yang akan mengisi khotbah adalah Ustad Yusuf Mansur yang saat itu saya ingat beliau akan mengisi seminar nasional di Yogyakarta hari ini uga.. Maka dalam khotbah yang bernuansa ceramah tersebut sang ustad menceritakan kembai bagaimana ia memulai kehidupan “enterpreneurnya”


“saat itu tahun 1999, kata ustad memulai, saya masih ignat betul ketika saya sedang kepayahan mejual 70 bungkus es kacang io yang saya bikin. Berjualan dari bis ke bis, orang ke orang dan dalam seharian memeras keringat 5 buah es yang laku. Sisanya 65 buah saya simpan untuk jualan besok dengan harapan habis semua besoknya, karena jika tidak, hari ke-3 maka es sudah tidak layak dikonsumsi. Maka hasil penjualan 5 es yang masing2 harhanya 2500 itu saya buat beli es batu untuk mempertahankan ke65 es yang lain..

malamnya saya mengikuti sebiah pengajian. Isinya simpel, jika ingin mencari rizki, ikutilah SOP (standard Operation Procedure) yang ditetapkan oleh Yang Maha Kaya dan Pemberi Rizki. Sholat subuh berjamaah, bacalah al qur’an (surah Al Waqi’ah kata beliau) kemudian sholatlah Dhuha saat matahari terbit. Dan jangan lupa bersedekahlah, karena semua itu telah ditunjukkan oleh Allah, dan jalan itu sah-sah saja, bahkan tepat jika diikuti..

Maka keesokan harinya seorang Yusuf Mansyur yang sekarang punya saham di salah satu maskapai pernerbangan nasional ini memulai paginya dengan membawa dagangannya ke masid untuk “diajak” sholat subuh berjamaah. Setelah sholat beliau berdzikir pada Allah memohon kemudahan dan membaca al qur’an hingga matahari cukup meningggi. Setelah itu ia tunaikan sholat dhuha, dan setelahnya membagikan 5 es dagangannya kepada anak-anak kecil yang ada di sekitar masjid sampai tempat ia jualan..”ini dek Abang kasih es, doain Abang laris jualannya yah..” begitu katanya..

Maka seharian itu Yusuf Mansur berdagang esnya. Hari mulai siang dan Allah memanggilnya untuk istirhat dan bemunajat pada-Nya.. Sholat Dhuhur pun tiba. Maka ia bergegas menuju masjid sembari membawa dagangannya tersebut. “saking lamanya saya berdzikir dan curhat sama Allah, saya tidak sadar kalau orang-orang yang datang ke masjid pada ngambilin es saya.. Dan ketika saya selesai zikir, saya lihat kotak es saya kosong.. Sempat terpikir jangan2 dianggap gratisan sama orang-orang.. Namun beberapa saat kemudian datang seseorang..”sampeyan kok zikirnya lama banget to Mas, ini uang dari es tadi, saya ga tau harganya berapa, yang jelas uangnya semua ada di sebelah kotak itu” tutur seorang pemuda yang ada di masjid…

Didatanginya kotak es itu, dan diambilnya uang yang ada di slempitan kotak itu.. 1,2,3… 55 ribu rupiah.. Logikanya 60 es seharga 500 rupiah kalo laku semua maka yang dia dapatkan 30.000 rupiah.. Jadi ada bonus 25 ribu rupiah dari Allah untuk saya.. Demikian maka Yusuf mansur terus melakukan nasehat sang ustad di kajian yang ia ikuti tersebut…”

Kesuksesan datang terus seiring usaha dan keyakinannya akan takdir Allah yang Dia Maha Menepati Janji-janji-Nya.. Maka kisah lain pun diceritakan.. “saya punya rumus yang pernah juga saya ajarkan ke seluruh indonesia.. Saat itu saya pegang uang US$ 200.000. setara 2 milyar saat itu. Sempat terpikir untuk benar-benar berdagang, tapi kemudian saya teringat, perdagangan yang tidak akan rugi adalah dengan Allah.. Maka tak lama kemudian datang sms dari seseorang menanyakan tentang bagaimana melunasi hutabg pesantren yang dirintisnya.. Maka 200.000 tadi saya buka aksesnya kepada 3 pengurus pesantren saya suruh ambil secukupnya untuk keperluan pesantren..

Setelah diserahkan beberapa hari kemudian saya lihat saldo di tabungan.. Masya Allah tinggal 30 juta rupiah, dari 2 M jadi 30 juta, ah sekalian di nol kan sajalah, maka ang 30 juta tadi diserahkan sekalian ke pesantren. baca juga tentang pelet melalui pandangan mata. Inilah perdagangan dengan Allah, selang beberapa hari kemudian datang direktur salah satu GSM di indonesia memintanya menjadi icon GSM tersebut dengan harga kontrak senilai US$ 500.00.. Jadi inilah perdagangan yang tiada merugi..

Baru kali ini saya mengalami khotbah yang jamaahnya malah hampir tertawa, sang ustad bilang… Kalau anda ingin ubah innova anda jadi alphard, maka jual saja innovanya.. Katakanlah harganya 200 juta, 170 juta disedekahkan di jalan Allah, dan yang 30 juta untuk sewa Alphar selama 3 bulan.. Lalu bagaimana dengan bulan ke-empat?? Tenang sajalah, tidak ada bulan ke empat, insya Allah, Allah dah ganti yang 170 juta kali 10 jadi 1700.000.000, harga Alphard seper berapanya kan? Maka banyak jamaah yang tersenyum lebar saat itu..

Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.
(al Baqarah 261)

Wallahu a’lam..

Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.