Jumat, 10 April 2015

Kisah Misteri - Tersiksa oleh Kemampuan Melihat Dimensi Alam Gaib

Kisah Misteri - Tersiksa oleh Kemampuan Melihat Dimensi Alam Gaib

Kisah Misteri - Tersiksa oleh Kemampuan Melihat Dimensi Alam Gaib - FENOMENA unik terkadang terjadi pada diri kita. Sekadar contoh, seseorang tidak jarang tiba-tiba memiliki kemampuan metafsika Ilmu Pelet Birahi dan supranatural, sekalipun ia tidak pernah mempelajari atau berguru kepada siapa pun. Biasanya orang menyebut kemampuan seperti itu sebagai “laduni”. Namun, benarkah orang akan bangga dan senang memiliki ilmu laduni atau justru sebaliknya tersiksa karenanya? Berikut penuturan Ahmad Nurasa (50), sebut saja begitu namanya, yang mengaku tiba-tiba mempunyai “kelebihan” yaitu melihat dimensi alam lain (gaib). Padahal ia sama sekali tidak pernah merasa berguru kepada siapa pun!

Kemampuan di luar akal sehat manusia itu, kata Ahmad Nurasa, berawal ketika ia duduk di bangku sekolah dasar. Ia masih ingat benar ketika saat itu dirinya tidur sendiri di rumahnya yang kosong. “Orangtua sedang pergi ke rumah kerabat. Saya tidur di kamar tengah sendirian,” kenang Nurasa seraya menyebutkan, menjelang tengah malam dirinya dikejutkan oleh fenomena aneh. Kaleng biskuit bekas yang ia jadikan sebagai tempat obat nyamuk bakar tiba-tiba menggelinding ke sana-sini. Anehnya, Nurasa, kelahiran Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sama sekali tidak lari terbirit-birit ketakutan. Bahkan dengan seenaknya kaleng yang menggelinding tak keruan di kamarnya itu dia ambil dan dijadikan ganjal kepala (bantal).

Sejak peristiwa itu Nurasa mengaku sering menjumpai hal-hal aneh yang sulit dijabarkan dengan akal sehat manusia. Di antaranya, ia tiba-tiba memiliki kemampuan bermain debus layaknya pemaian debus profesional dari Banten, Jawa Barat. “Saya sendiri tidak tahu mengapa tiba-tiba bisa main debus, makan beling, badan tidak mempan ditusuk senjata tajam, makan bara api dan sebagainya,” tutur Nurasa sambil menambahkan, sejak saat itu pula dirinya kerap berkomunikasi dengan banyak makhluk astral. Ia tidak lagi merasa aneh bila melihat penampakan dedemit lengkap dengan perwujudannya yang menakutkan. Bahkan dengan penguasa laut selatan, Nyi Roro Kidul, ia sering bertemu dan sempat beberapa kali diajak ke istananya di Laut Kidul. Tersiksa

Kemampuan laduni yang dimiliki Nurasa ternyata tidak selalu berujung menyenangkan. Bahkan ia kerap merasa sangat tersiksa dengan kemampuan yang konon justru banyak dimiliki oleh banyak orang itu. Ambil contoh, umpamanya, ketika sedang nikmat-nikmatnya menyantap makanan tiba-tiba hadir di depannya sosok makhluk halus dengan rupa menjijikkan. “Melihat pemandangan seperti itu, jelas selera makan saya jadi hilang,” tutur Nurasa. Begitu pula bila ia sudah naik ke ranjang hendak tidur, bukan sekali tiba-tiba di sebelahnya sudah terbaring sosok hantu pocong dengan muka berdarah-darah, bercampur tanah kuburan.

Dalam pada itu ia berharap tidak ada orang yang ingin dan sengaja berguru ilmu menembus dimensi alam gaib. Masalahnya bukan apa-apa, kata dia, kemampuan melihat dan berkomunikasi dengan makhluk alam astral sering berhadapan dengan kamuflase yang menyesatkan. Pasalnya, tidak jarang makhluk halus dari kelompok jin sering hadir dengan mengaku-ngaku sebagai orang alim (auliya), orangtua atau kerabat kita yang sudah lama meninggal dunia, lalu mereka memberi petuah. “Sepintas petuah yang mereka berikan kedengarannya benar dan mengajak ke arah kebenaran, tetapi jika dikaji sesuai syariat (Islam) sesungguhnya menyesatkan,” lanjut Nurasa. Ia memberi contoh, dedemit-dedemit itu sering memberi nasihat agar kita senantiasa menjalankan sholat, banyak sedekah, dan ibadah lainnya dengan baik. Sungguh celaka jika kita menuruti nasehat dari mereka itu, berarti tanpa disadari kita telah “menghamba” kepada mereka. Sedangkan perintah sholat (dan ritual ibadah lainnya) yang wajib kita laksanakan hanya perintah yang datang langsung dari Allah SWT seperti tersurat dalam Al-Qur’an maupun Al-Hadits. Bagaskara Shanta
Credit:Sumber
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.