Selasa, 28 April 2015

Cerita Misteri : Pasar Gaib Kota Martapura

Martapura atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kota Intan Martapura, adalah ibukota Kabupaten Banjar, Kalimatan Selatan. Kota ini mempunyai banyak kisah misteri. Salah satunya yang paling terkenal adalah cerita tentang Datu Si Pujung dengan Batu Belah dan Batu Batangkup. Sekarang ini, cerita tersebut memang sudah nyaris terkubur bersama terkuburnya lokasi keberadaan Batu Belah dan Batu Batangkup oleh luapan air bendungan lr. Pangeran Muhammad Nur.

Kota ini terkenal sebagai Kota santri di Kalimantan, karena terdapat puluhan pesantren di sini, Salah satu pesantren yang terkenal di Martapura adalah Pesantren Darussalam.

Kota Intan
Kota ini juga terkenal dan sering dikunjungi wisatawan karena merupakan pusat transaksi penjualan intan dan tempat penggosokan intan utama di Kalimantan dan menyediakan banyak cenderamata batu mulia.

Martapura adalah kota “berkilau” secara harfiah karena memang dikenal sebagai penghasil banyak batu mulia. Martapura juga merupakan pusat pengolahan berlian sekaligus tempat transaksi berlian di Kalimantan. Martapura disebut-sebut sebagai salah satu daerah penghasil batu mulia berkualitas terbaik di dunia.

Bagi penggemar perhiasan dan aksesoris seperti kalung, gelang, cincin, bros, dan lainnya terutama yang terbuat dari berlian murni, emas, perak, dan berbagai batu permata lain, maka Martapura adalah tempat yang tepat untuk berburu perhiasan tersebut. Kualitas perhiasan Martapura yang secara global diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Berlian dan batu mulia Martapura dapat dengan mudah ditemukan di pasar berlian dan perhiasan yang dikenal dengan nama Pasar Cahaya Bumi Selamat. Cerita ILMU PELET WANITA lain yang tak kalah terkenal nya bagi orang Martapura, khususnya bagi generasi 30 sampai 50 tahun yang lalu adalah legenda kesaktian Menteri Empat, yang terdiri dari: Geruntung Waluh, Geruntung Manau, Pembelah Batung dan Panimba Sagara. Sama seperti nasib Batu Belah dan Batu Batangkup yang sudah terkubur, keberadaan makam para tokoh Menteri Empat sekarang ini juga sudah tidak terawat lagi. Bahkan, ada kecenderungan dibiarkan begitu saja, hingga akhirnya punah. Semoga dugaan ini tidak menjadi kenyataan. Yang akan misteri ceritakan berikut ini memang tidak ada hubungan dengan kedua legenda masyarakat Martapura tersebut. Namun, kisah ini menarik sekali untuk disimak. 

Cerita Selengkapnya
Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 90-an. Ketika itu penulis masih remaja. Penulis sangat gemar menonton film. Malam itu, kebetulan malam Minggu. Penulis bersama salah seorang sepupu menonton pertunjukan film tengah malam dengan mengendarai Vespa. Dan kami pulang pada dini hari.

Bersamaan itu gerimis turun rintik-rintik membasahi perjalanan. Dalam suasana gerimis, dari kejauhan penulis melihat seorang perempuan cantik membawa keranjang belanjaan. Dia berdiri di tepi jalan ujung jembatan Sei Pering. Dalam hati, penulis merasa kasihan dengan perempuan tersebut. Dini hari begini, rasanya tidak mungkin ada angkot yang lewat. Seandainya penulis sendirian naik Vespa, tentu akan penulis antar cewek itu ke pasar Martapura. Ya, dia mungkin mau ke pasar Martapura. Anehnya, setelah kami sudah berada di ujung jembatan, perempuan tersebut tidak nampak lagi batang hidungnya. Dia seperti raib ditelan bumi. Hal ini membuat bulu kuduk penulis langsung merinding. Penulis pun langsung pejamkan mata sambil memeluk sepupu yang pegang kemudi.

Keesokan harinya, barulah penulis menceritakan penampakan perempuan cantik di pinggir jalan di ujung jembatan Sei Paring tersebut. Menurut Mukhlis, salah seorang saudara sepupu penulis yang mempunyai banyak pengetahuan masalah gaib di kota Martapura, perempuan itu memang bukanlah manusia. Dia adalah jelmaan makhluk halus. Mukhlis bercerita, dahulu, sering terjadi para supir yang disesatkan jalan di jembatan Sei Paring tersebut. Sopir merasa bahwa sungai yang ada di bawah jembatan tersebut adalah jalan raya. Akibatnya tentu bisa dibayangkan. Sopir terus melaju hingga akhirnya jatuh ke sungai di bawah jembatan Sei Paring. Disebutkan, pada tahun 60-an, pernah terjadi peristiwa yang jadi pembicaraan masyarakat Kota Intan Martapura. Hal ini berkaitan dengan kesaksian salah seorang karyawan bioskop Berlian Martapura, sebut saja namanya Pak Syakir. Suatu pagi buta, dia ditemukan di atas pohon jambu mede di tepi jalan Sei Paring, seperti orang yang sedang mengayuh sepeda.

Pagi itu, orang-orang yang lewat bingung melihat tingkat laku Pak Syakir seakan asyik benar mengayuh sepeda di atas pohon jambu mede. Padahal sepedanya ada di bawah pohon. Kebetulan ada salah seorang yang lewat dan kenal langsung segera memanggilnya. Barulah Pak Syakir tersadar dan langsung turun dari pohon itu. Menurut ceritanya, Pak Syakir bertemu dengan seorang perempuan cantik di Jembatan Sei Paring. Dia yang memang suka bermain dengan perempuan, lantas tergoda untuk mengajak ikut dengannya. Perempuan tersebut langsung ikut membonceng. Dalam perjalanan, mereka asyik mengobrol ke sana kemari, sambil bersenda gurau dengan riangnya Pak Syakir pun terus mengayuh sepedanya tanpa merasa lelah. Namun di tengah asyiknya mengayuh sepeda, tiba-tiba ada orang yang memanggilnya. Ketika itu, Pak Syakir baru sadar kalau dia telah berkencan dengan perempuan penggoda dari Pasar Gaib di jembatan Sei Paring.

Demikian kisah mengenai keberadaan makhluk siluman yang kerap menjelma sebagai perempuan cantik, yang gemar muncul dijembatan Sei Paring. Kesaksian lain menyebutkan bahwa di areal sungai ini memang terdapat apa yang disebut Pasar Gaib. Konon, kegiatan di pasar ini sama seperti pasar bangsa manusia. Ada transaksi jual beli barang. Nah lo, bagaimana mungkin semua ini terjadi? Itulah dunia gaib yang memang penuh dengan misteri.

Sumber / Penulis : wikipedia,majalah misteri 
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.