Minggu, 25 Januari 2015

Kisah Nyata : Mistik Setan di Rumah Sakit

hantu rumah sakit
Ilustrasi
Kisah nyata ini dialami olah seorang pemuda yang tinggal di sekitar daerah jakarta. untuk privasi narasumber maka saya menggunakan nama samaran sebagai tokoh dalam cerita serem kali ini. Sebut saja namanya FUAD, cowok berperawakan tinggi kira-kira 170 cm dengan sawo matang warna kulitnya.

Suatu malam tepatnya pukul 01.23 dini hari waltu jakarta, ketika itu cuaca jakarta teramat dingin karena 2 jam sebelumnya diguyur hujan deras disertai kilat yang menyambar-nyambar langit. Di rumah sakit aku sedang menjaga ibu ku yang sedang dirawat tepatnya dilantai 6 gedung baru dari rumah sakit itu.

Tiba-tiba perawat yang mengurusi ibu aku menyuruh sanak keluarga tuk menebus darah di PMI rumah sakit tersebut, maka aku yang kebetulan berjaga saat itu harus turun ke lantai bawah untuk menebus darah yang akan di transfusikan untuk ibu ku.

“Permisi mas,benar anda sanak keluarga dari ibu Indah? tanya perawat itu. “iya benar sus, ada apa ya?” jawab aku dengan keadaan setengan mengantuk karena saat itu sudah tengah malam. “begini, karena keadaan darah ibu anda belum stabil, maka sekarang harus ditransfusikan darah agar besok pagi keadaannya cukup stabil untuk kami lakukan ligasi (operasi bagian lambung)" kata suster. “terus bagaimana sus? malam hari ini juga saya harus mengambil darahnya?” tanya aku. “iya mas!” jawab perawat itu memaksa.

“ Yaudah deh sus! mana surat pengantar untuk darahnya?” pinta aku. tunggu sebentar” jawabnya. Lalu prawat itu datang lagi sambil membawa surat pengantarnya. “ini mas! langsung aja ya ke PMI rumah skit ini dekat ruang instalasi kamar jenazah ya” beritahu perawat itu. “Oke deh,,maksih ya sus” jawab aku sambil meninggalkan ibu ku yang sedang tidur pulas dan perawat itu. Dalam hati kecilpun bertanya tak karuan ”wah,,malam-malm gini gue disuruh ngambil darah lagi! mana dilantai bawah deket kamar mayat lagi..hihh!”

Tapak demi tapak diiringi perasaan aneh disertai rasa dingin yang mnesuk kulit ari ku karena sehabis hujan. Aku berjaln berharap ada orang yang mengalami nasib seperti ku yaitu mengambil darah ke PMI dilantai bawah syukur saja, ketika aku masuk kedalam lift aku sudah mendapati seorang lelaki tua yang sudah lebih dahulu berada di lift berpakaian putih polos berpadu celana bahan berwarna hitam. Agak aneh rasanya saat aku melihat kakinya yang tak mengenakan sandal. Tuk menghangatkan suasana aku pun mengajaknya berbicara “mau kelantai bawah juga pa?” tak ada kata yang terucap dari bapa itu hanya bahasa isyarat yang dia lakukan dengan menggerakan kepalanya,(mengangguk ) “oh,,sama dong pa’? akupun melanjutkan pembicaraan walau tak mendapat respon dari bapa tersebut. 
Lampu lift menunjukan warna merah pada angka satu. yang berarti aku sudah sampai dilantai satu akupun melanjutkan obrolan kepada si bapa itu sambil melangkahkan kaki keluar lift ”ga keluar pa?” tanya aku sambil tersenyum kali ini si bapa memberi respon dengan menjawab pertanyaan aku disertai denagn informasi yang sangat aneh ”bapa ga keluar mas, bapa mau ke basemen dulu mas untuk bertemu keluarga bapa yang sudah menunggu dibawah” jawab si bapak dengan lesu terlihat pucat pasi wajahnya matanya begitu kosong memandang kedepan “ohh. ilmu pelet pandangan mata paling ampuh.”sambut aku dengan kalimat mengerti “satu lagi nak, hati-hati ya!” sambut bapa itu ”kenapa pa?“ jawab aku "dirumah sakit ini suka ada setan keder yang bikin pejalan kaki dirumah sakit ini dibuat keder pusing tujuh keliling ga sampai ke tempat tujuan apa lagi dimalam yang dingin seperti ini!” “oh, iya pa makasih saya duluan ya pa!” jawab aku sambil meninggalkan si bapa dengan keadaan hati yang makin heran ”ah, jadi ngeri gue bodo amat ah” gerutu aku dalam hati. 
Tapak demi tapak aku jalan melewati koridor rumah sakit yang sepi nan angker konon katanya, mataku fokus mencari plang yang bertuliskan PMI rumah sakit. terus berjalan tanpa sadar waktu sudah menunjukan pukul 01.47 dini hari.
Berjaln tanpa arah yang pasti tuk mencari ruang PMI di rumah sakit yang asing dari kehidupan aku. Hati tambah karuan tak beraturan ketika tiupan angin mengusik kulit ditubuhku,, ditambah bulu roman ku pun berdiri tegak laksana jeruji besi, ku yakinkan hati dengan selalu ber-dzikir(doa) mengisi kekosongan waktu dihati kecilku.

Berjaln terus berjaln, tak terasa kulihat plang ruang melati yang kiranya sudah 3x aku lewati tempat yang sama “kenapa gue jalan disini-sini aja ya, kga ketemu-ketemu tuh ruangan mana kga ada orang lagi” hati bertanya dan menggrutu tak terkontrol memikirkan hal-hal mistis yang terjadi pada aku” betanya lagi hati ini ”apa bener ney gue dikerjain setan keder yang tadi bapa itu ceritain bapa tadi yah?" bertanya lagi hati ini akupun melepas kelelahan dengan duduk dibangku yang berada tak jauh dari aku hati yang tak terkontrol mimikirkan hal-hal mistis itu akupun terbuai dengan kosongnya hati dan pikiran ketika itu aku tak sengaja aku melihat sekelebat bayangan putih yang kiranya sejak tadi mengintipi aku. "astaghfirullahal’adzim” beristighfar aku melihat makhluk itu bayangan putih itu pun terbang keatas atap rumah sakit yang tak sekelebatpun kulihat bekas tanda2 terbangnya.

Lalu akupun melanjutkan perjalannan aku tuk balik arah tuk kembali menaiki lift tuk menemui perawat itu dan mengabarkan bahwa aku tak menemukan PMI yang dicari tak sengaja aku berjaln lalu aku melihat plang yang aku cari sedari tadi yaitu PMI rumah sakit tersebut ucap syukur terucap dari bibirku sepertinya mataku ada yang menghalani untuk melihat tulisan PMI.

Aku pun menuju tempat itu untuk menebus darah yang harus aku ambil disertai surat pengantar dari perawat yang merawat ibu aku.
Telah kuserahkan surat itu pada petugas, lalu dia menyuruh aku tuk duduk sebentar tuk menunggu darah yang sedang disiapkan kira-kira 5 menit aku duduk sendiri sambil mengamati jalan mana yang akan aku ambil tuk kembali ke lantai tujuan aku. tak lama dari itu petugas itupun memanggil aku sudah selesailah serah terima aku dengan petugas dalam pengambilan darah itu.

Tanpa basa-basi aku langsung berniat mencari jalan tuk kembali ketujuan awal ku yaitu lantai 6 tmpat ibu aku dirawat. Sekitar 2 menit berjalan aku mengalami hal serupa dengan kejadian aku ketika berangkat mencari jalan tuk keruang PMI aku pusing tujuh keliling (keder) hanya bait-bait doa menemani perjalanan ku kali ini ketika aku berjalan kira-kira 29 meter dari PMI itu aku bertemu dengan seorang petugas rumah sakit yang sedang mendorong keranda lalu akupun berinisiatif tuk berjalan beriringan tuk menemani perjalan ku sehingga aku kemungkinan tidak tersesat. seperti biasanya aku pun melepas pertanyaan tuk mengakrabkan suasana ”maw kemana pa?” “mau ke IKJ mas” jawabnya singkat.
”ohh” sok mengerti aku agar tidak dibilang jadul walau tanpa tau arti dari IKJ itu sendiri
“darimana mas?” tanya balik petugas itu “ambil darah pa dari PMI” jawab ku “owh mau balik ke lantai atas ya,,?” tanya lagi petugas itu “iya pa!” jawab ku. Aku terasa kuberjalan mataku pun terfokus pada plang yang kulihat kira-kra hnya berjarak 20 meter dari aku. plang itu bertuliskan (IKJ) Instalasi Kamar Jenazah “asstagfirullah” beristighfar(memohon Ampun kepada tuhan) karena kaget tak terkira karena yang dimaksud IKJ oleh petugas itu ternyata KAMAR MAYAT akupun terkejut diiringi dengan keringat dingin yang bercucuran deras dari pori-pori kulitku.
“Mau kemana mas? “ basa-basi sekali lagi aku “ini saya mau ngambil mayat di IKJ ni” tanya petugas itu diiringi penjelasan tugasnya sebagai pengantar kereta mayat. “bapa mau mengambil mayat? balik tanya aku ”iya mas!” begitulah pekerjaannya.
“Pa,saya dari tadi mau balik ke lantai 6 tapi saya dari tadi Cuma bolak-balik aja! kayanya ada yang bikin saya keder jadi saya ga bisa pulang! gmn klo saya bareng aja sama bapa atau sudi kiranya bapak mengantar saya ke loby rumah sakit ini!” pinta aku pada petugas itu karena merasa ada yang tak beres “wah mas saya juga buru-buru mau ngambil mayat ini karena sudah ditunggu pihak keluarganya di basemant rumah skit ini” jelas petugas itu. “yaudah deh saya tungguin bapa aja biar saya bisa bareng kedepannya! soalnya saya udah cape dari tadi bolak-balik ditambah saya takut jalan sendirian pa!” mohon aku padanya. “ya sudah tunggu sebentar ya, saya ambil mayat dulu abis itu kita keluar bareng-bareng” jelasnya. Kira-kira 7-10 menit bapak itu sudah keluar dari kamar jenazah bersama mayat yang sudah terbaring dikereta mayat yang didorongnya.

“Udah pa?” tanya aku “udah mas, ayo kita keluar!” ajak petugas itu. Kami pun berjalan beriringan kembali. “Oh iya mayatnya laki-laki atau perempuan pa?” tanya aku “laki-laki mas”
Ketika saya sampai baseman keluarganya sudah menunggu disana. “ini Bener pa?” salah satu keluarga bertanya kepada petugas rumah sakit, ketika salah satu dari mereka membuka kain yang menyelimuti sang jenazah aku tak sengaja melihat garis wajah sang jenazah “haaaaaaaaaaa!” kaget bukan kepalang ketika aku melihat si jenazah ternyata adalah bapak-bapak tua yang pada beberapa jam yang lalu aka satu lift dengannya.
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.