Selasa, 06 Januari 2015

Cerita Misteri Online : Ditelan Penghuni Sungai Sambas

Pindah dari Ciledug, kakak ditugaskan ke Singapura. Aku sendiri memilih menyusul orang tua yang tugas di Kabupaten Sambas Kalimatan Barat. Di sana ada sungai yang cukup besar dan tidak pernah kering walau kemarau panjang. Penduduk setempat sangat bergantung pada sungai tersebut.
Waktu itu ada acara Imlek tanggal 5 Mei. Komunitas Chinesse merayakan festival mandi bersama 1 tahun sekali untuk buang sial. Pada acara seperti itu kue bakcang (ketan yang dibungkus daun, berisi sayur dan daging), merupakan salah satu jenis makanan yang wajib ada. Acara dimulai dari jam 10 sampai jam 12 siang. Waktu itu, ada orang dari Jakarta yang pertama kali ikut acara ini. Sebut saja namanya Mr. A.

Sejak kedatangan Mr. A, suasana jadi kurang nyaman karena mulutnya tak pernah berhenti mencemooh segala hal yang dilihatnya. Bahkan terang-terangan dia menghina sungai ini. Beberapa orang sudah mengingatkan, namun dia tetap dengan ulahnya. Bahkan semakin ditegur, semakin dia menjelek-jelekan semua yang ada di situ.

Setelah berbagai kegiatan dilakukan, acara pun selesai. Semua orang sudah naik ke atas. Namun ketika hendak meninggalkan sungai, baru diketahui jika Mr. A tidak ada. Awalnya kami tidak terlalu hirau karena toh dia bisa berenang. Namun setelah lama tidak juga terlihat batang hidungnya, kami mulai cemas. Semua orang sibuk mencari ke segala arah. Namun hingga pukul 02 sore, Mr. A tidak juga ketemu.

Kerabatnya kemudian melaporkan hal ini ke sesepuh Keraton Sambas, selaku pihak yang dipercaya masyarakat setempat bisa mengetahui hal-hal gaib. Sampai saat ini masyarakat masih menghormati keberadaan kesultanan di Sambas.

Setelah dilakukan ritual, hasilnya sungguh mengejutkan. Dari terawangan sesepuh keraton diketahui jika Mr. A ada di Paloh. Padahal jarak Sambas-Paloh sekitar 4 jam perjalanan lewat darat. “Dia (Mr. A), kualat karena telah menyinggung penghuni sungai Sambas,” ujar sesepuh keraton.
Malam itu juga kerabatnya menyusul Mr. A ke Paloh. Setibanya di sana, mereka menuju sungai yang satu aliran dengan sungai Sambas. Di tempat itu mereka menaburkan bunga dan beras kuning yang tadi diberikan Ilmu Pelet Wanita sesepuh keraton. Benar saja, tidak lama kemudian mayat Mr. A timbul. Mayat itu, lantas diangkat dan dibawa pulang.

Bukan rahasia lagi soal keangkeran sungai Sambas. Masyarakat pernah melihat 7 ekor buaya putih timbul. Di lain waktu, pernah muncul 5 pusaran air dan di dalamnya ada naga kepala 7 dan tiap kepala mewakili muaranya sungai, salah satuny Paloh. Ada juga berupa permadani berwarna merah. Di keraton sendiri ada meriam yang bisa melahirkan anak meriam. Adapun komentar dari postingan yang cukup lama ini,

Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.