Minggu, 25 Januari 2015

Kisah Nyata : Mistik Setan di Rumah Sakit

hantu rumah sakit
Ilustrasi
Kisah nyata ini dialami olah seorang pemuda yang tinggal di sekitar daerah jakarta. untuk privasi narasumber maka saya menggunakan nama samaran sebagai tokoh dalam cerita serem kali ini. Sebut saja namanya FUAD, cowok berperawakan tinggi kira-kira 170 cm dengan sawo matang warna kulitnya.

Suatu malam tepatnya pukul 01.23 dini hari waltu jakarta, ketika itu cuaca jakarta teramat dingin karena 2 jam sebelumnya diguyur hujan deras disertai kilat yang menyambar-nyambar langit. Di rumah sakit aku sedang menjaga ibu ku yang sedang dirawat tepatnya dilantai 6 gedung baru dari rumah sakit itu.

Tiba-tiba perawat yang mengurusi ibu aku menyuruh sanak keluarga tuk menebus darah di PMI rumah sakit tersebut, maka aku yang kebetulan berjaga saat itu harus turun ke lantai bawah untuk menebus darah yang akan di transfusikan untuk ibu ku.

“Permisi mas,benar anda sanak keluarga dari ibu Indah? tanya perawat itu. “iya benar sus, ada apa ya?” jawab aku dengan keadaan setengan mengantuk karena saat itu sudah tengah malam. “begini, karena keadaan darah ibu anda belum stabil, maka sekarang harus ditransfusikan darah agar besok pagi keadaannya cukup stabil untuk kami lakukan ligasi (operasi bagian lambung)" kata suster. “terus bagaimana sus? malam hari ini juga saya harus mengambil darahnya?” tanya aku. “iya mas!” jawab perawat itu memaksa.

“ Yaudah deh sus! mana surat pengantar untuk darahnya?” pinta aku. tunggu sebentar” jawabnya. Lalu prawat itu datang lagi sambil membawa surat pengantarnya. “ini mas! langsung aja ya ke PMI rumah skit ini dekat ruang instalasi kamar jenazah ya” beritahu perawat itu. “Oke deh,,maksih ya sus” jawab aku sambil meninggalkan ibu ku yang sedang tidur pulas dan perawat itu. Dalam hati kecilpun bertanya tak karuan ”wah,,malam-malm gini gue disuruh ngambil darah lagi! mana dilantai bawah deket kamar mayat lagi..hihh!”

Tapak demi tapak diiringi perasaan aneh disertai rasa dingin yang mnesuk kulit ari ku karena sehabis hujan. Aku berjaln berharap ada orang yang mengalami nasib seperti ku yaitu mengambil darah ke PMI dilantai bawah syukur saja, ketika aku masuk kedalam lift aku sudah mendapati seorang lelaki tua yang sudah lebih dahulu berada di lift berpakaian putih polos berpadu celana bahan berwarna hitam. Agak aneh rasanya saat aku melihat kakinya yang tak mengenakan sandal. Tuk menghangatkan suasana aku pun mengajaknya berbicara “mau kelantai bawah juga pa?” tak ada kata yang terucap dari bapa itu hanya bahasa isyarat yang dia lakukan dengan menggerakan kepalanya,(mengangguk ) “oh,,sama dong pa’? akupun melanjutkan pembicaraan walau tak mendapat respon dari bapa tersebut. 
Lampu lift menunjukan warna merah pada angka satu. yang berarti aku sudah sampai dilantai satu akupun melanjutkan obrolan kepada si bapa itu sambil melangkahkan kaki keluar lift ”ga keluar pa?” tanya aku sambil tersenyum kali ini si bapa memberi respon dengan menjawab pertanyaan aku disertai denagn informasi yang sangat aneh ”bapa ga keluar mas, bapa mau ke basemen dulu mas untuk bertemu keluarga bapa yang sudah menunggu dibawah” jawab si bapak dengan lesu terlihat pucat pasi wajahnya matanya begitu kosong memandang kedepan “ohh. ilmu pelet pandangan mata paling ampuh.”sambut aku dengan kalimat mengerti “satu lagi nak, hati-hati ya!” sambut bapa itu ”kenapa pa?“ jawab aku "dirumah sakit ini suka ada setan keder yang bikin pejalan kaki dirumah sakit ini dibuat keder pusing tujuh keliling ga sampai ke tempat tujuan apa lagi dimalam yang dingin seperti ini!” “oh, iya pa makasih saya duluan ya pa!” jawab aku sambil meninggalkan si bapa dengan keadaan hati yang makin heran ”ah, jadi ngeri gue bodo amat ah” gerutu aku dalam hati. 
Tapak demi tapak aku jalan melewati koridor rumah sakit yang sepi nan angker konon katanya, mataku fokus mencari plang yang bertuliskan PMI rumah sakit. terus berjalan tanpa sadar waktu sudah menunjukan pukul 01.47 dini hari.
Berjaln tanpa arah yang pasti tuk mencari ruang PMI di rumah sakit yang asing dari kehidupan aku. Hati tambah karuan tak beraturan ketika tiupan angin mengusik kulit ditubuhku,, ditambah bulu roman ku pun berdiri tegak laksana jeruji besi, ku yakinkan hati dengan selalu ber-dzikir(doa) mengisi kekosongan waktu dihati kecilku.

Berjaln terus berjaln, tak terasa kulihat plang ruang melati yang kiranya sudah 3x aku lewati tempat yang sama “kenapa gue jalan disini-sini aja ya, kga ketemu-ketemu tuh ruangan mana kga ada orang lagi” hati bertanya dan menggrutu tak terkontrol memikirkan hal-hal mistis yang terjadi pada aku” betanya lagi hati ini ”apa bener ney gue dikerjain setan keder yang tadi bapa itu ceritain bapa tadi yah?" bertanya lagi hati ini akupun melepas kelelahan dengan duduk dibangku yang berada tak jauh dari aku hati yang tak terkontrol mimikirkan hal-hal mistis itu akupun terbuai dengan kosongnya hati dan pikiran ketika itu aku tak sengaja aku melihat sekelebat bayangan putih yang kiranya sejak tadi mengintipi aku. "astaghfirullahal’adzim” beristighfar aku melihat makhluk itu bayangan putih itu pun terbang keatas atap rumah sakit yang tak sekelebatpun kulihat bekas tanda2 terbangnya.

Lalu akupun melanjutkan perjalannan aku tuk balik arah tuk kembali menaiki lift tuk menemui perawat itu dan mengabarkan bahwa aku tak menemukan PMI yang dicari tak sengaja aku berjaln lalu aku melihat plang yang aku cari sedari tadi yaitu PMI rumah sakit tersebut ucap syukur terucap dari bibirku sepertinya mataku ada yang menghalani untuk melihat tulisan PMI.

Aku pun menuju tempat itu untuk menebus darah yang harus aku ambil disertai surat pengantar dari perawat yang merawat ibu aku.
Telah kuserahkan surat itu pada petugas, lalu dia menyuruh aku tuk duduk sebentar tuk menunggu darah yang sedang disiapkan kira-kira 5 menit aku duduk sendiri sambil mengamati jalan mana yang akan aku ambil tuk kembali ke lantai tujuan aku. tak lama dari itu petugas itupun memanggil aku sudah selesailah serah terima aku dengan petugas dalam pengambilan darah itu.

Tanpa basa-basi aku langsung berniat mencari jalan tuk kembali ketujuan awal ku yaitu lantai 6 tmpat ibu aku dirawat. Sekitar 2 menit berjalan aku mengalami hal serupa dengan kejadian aku ketika berangkat mencari jalan tuk keruang PMI aku pusing tujuh keliling (keder) hanya bait-bait doa menemani perjalanan ku kali ini ketika aku berjalan kira-kira 29 meter dari PMI itu aku bertemu dengan seorang petugas rumah sakit yang sedang mendorong keranda lalu akupun berinisiatif tuk berjalan beriringan tuk menemani perjalan ku sehingga aku kemungkinan tidak tersesat. seperti biasanya aku pun melepas pertanyaan tuk mengakrabkan suasana ”maw kemana pa?” “mau ke IKJ mas” jawabnya singkat.
”ohh” sok mengerti aku agar tidak dibilang jadul walau tanpa tau arti dari IKJ itu sendiri
“darimana mas?” tanya balik petugas itu “ambil darah pa dari PMI” jawab ku “owh mau balik ke lantai atas ya,,?” tanya lagi petugas itu “iya pa!” jawab ku. Aku terasa kuberjalan mataku pun terfokus pada plang yang kulihat kira-kra hnya berjarak 20 meter dari aku. plang itu bertuliskan (IKJ) Instalasi Kamar Jenazah “asstagfirullah” beristighfar(memohon Ampun kepada tuhan) karena kaget tak terkira karena yang dimaksud IKJ oleh petugas itu ternyata KAMAR MAYAT akupun terkejut diiringi dengan keringat dingin yang bercucuran deras dari pori-pori kulitku.
“Mau kemana mas? “ basa-basi sekali lagi aku “ini saya mau ngambil mayat di IKJ ni” tanya petugas itu diiringi penjelasan tugasnya sebagai pengantar kereta mayat. “bapa mau mengambil mayat? balik tanya aku ”iya mas!” begitulah pekerjaannya.
“Pa,saya dari tadi mau balik ke lantai 6 tapi saya dari tadi Cuma bolak-balik aja! kayanya ada yang bikin saya keder jadi saya ga bisa pulang! gmn klo saya bareng aja sama bapa atau sudi kiranya bapak mengantar saya ke loby rumah sakit ini!” pinta aku pada petugas itu karena merasa ada yang tak beres “wah mas saya juga buru-buru mau ngambil mayat ini karena sudah ditunggu pihak keluarganya di basemant rumah skit ini” jelas petugas itu. “yaudah deh saya tungguin bapa aja biar saya bisa bareng kedepannya! soalnya saya udah cape dari tadi bolak-balik ditambah saya takut jalan sendirian pa!” mohon aku padanya. “ya sudah tunggu sebentar ya, saya ambil mayat dulu abis itu kita keluar bareng-bareng” jelasnya. Kira-kira 7-10 menit bapak itu sudah keluar dari kamar jenazah bersama mayat yang sudah terbaring dikereta mayat yang didorongnya.

“Udah pa?” tanya aku “udah mas, ayo kita keluar!” ajak petugas itu. Kami pun berjalan beriringan kembali. “Oh iya mayatnya laki-laki atau perempuan pa?” tanya aku “laki-laki mas”
Ketika saya sampai baseman keluarganya sudah menunggu disana. “ini Bener pa?” salah satu keluarga bertanya kepada petugas rumah sakit, ketika salah satu dari mereka membuka kain yang menyelimuti sang jenazah aku tak sengaja melihat garis wajah sang jenazah “haaaaaaaaaaa!” kaget bukan kepalang ketika aku melihat si jenazah ternyata adalah bapak-bapak tua yang pada beberapa jam yang lalu aka satu lift dengannya.
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Kamis, 15 Januari 2015

Cinta Palestina : Belajar dari Anak Palestina, Tularkan Kecintaan Agama Sejak Kecil

palestina
Keistimewaan berjuang di jalan Allah bukan cuma milik orang dewasa. Sejak dini, anak-anak perlu dikenalkan konsep jihad meski dari hal-hal sederhana. Demikian disampaikan mantra pelet lewat pandangan mata Bendri Jaisyurrahman, aktivis Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia, menggambarkan perjuangan remaja Palestina yang berani menyelundupkan senjata dari Jordania ke Palestina.

“Untuk bisa menyelundupkan senjata ke Palestina, mereka harus melewati Israel. Bagaimana caranya agar senjata-senjata itu tidak ketahuan tentara Israel? Tubuh-tubuh para remaja Palestina usia sepuluh tahun itu dimasukkan senjata yang di potong-potong,”jelas Bendri dihadapan para peserta Pesantren Kilat (Sanlat) Anak Ramadhan 1435 H di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta, Senin (30/06/2014).

Cerita itu merupakan hal baru yang didengar para peserta Sanlat. Mimik wajah anak-anak itu seperti berusaha membayangkan saat senjata itu sedang diselusupkan di tubuh anak-anak Palestina. Tidak terbayangkan bagaimana laras logam dan besi dimasukkan ke dalam tubuh.

“Tubuh-tubuh mereka dioperasi untuk kemudian menjadi tempat penyimpanan senjata. Begitu mereka masuk perbatasan yang dijaga ketat oleh tentara Israel, tidak sedikitpun ketahuan. Tentara itu cuma heran, kenapa anak-anak yang awalnya badannya kecil, ketika pulang dari Jordan tambah besar badannya,”ungkap Bendri selepas shalat tarawih.

Begitu sampai di Palestina, mereka segera mencari dokter untuk melakukan pembedahan.. Potongan senjata yang dibawa secara bertahap itulah yang melengkapi persenjataan Brigade Al Qassam. Setidaknya sekali dalam sebulan hal tersebut dilakukan. Diusia belia, mereka berani menyerahkan jiwanya.

“Ketika ditanya apakah mereka tidak kesakitan dioperasi? Mereka menjawab, jiwa raga sudah kami gadaikan pada Allah. Rasa sakit ini semua sudah kami serahkan pada Allah,”tutur pria yang aktif di Yayasan Langkah Kita Sahabat Ayah itu menirukan alasan mereka.

Anak-anak usia delapan tahun juga ikut berjihad. Mereka bertugas mencari tikus di gorong-gorong bawah tanah. Setiap anak, tambah Bendri, bertugas mencari 100 ekor tikus. Ekor-ekornya dipasangi kaleng yang akan berbunyi saat bergerak.

Tikus-tikus itu dijadikan alat teror dengan menyebarkannya ke pemukiman dan apartemen penduduk di Tel Aviv, Israel. “Akibatnya, banyak penduduk eksodus keluar dari Tel Aviv,”jelasnya.

Anak-anak Palestina tidak cengeng atau bahkan putus asa atas prahara yang menimpa negerinya. Semangat mereka bertambah dari hari ke hari. Usia tidak menghalangi untuk berjuang menegakkan Islam. Jumlah mereka yang hanya belasan orang, memiliki kekuatan peuh. Kecintaan pada Allah menjadi pengikat diantara hati-hati mereka.

Lebih lanjut, Bendri meyakinkan peserta Sanlat. Anak-anak Indonesia-pun bisa memiliki kecintaan terhadap agama yang tinggi asalkan mau bersatu dan tidak mudah bertengkar. Antara muslim yang satu dengan muslim lainnya ibarat satu tubuh. Jika ada salah satu bagiannya sakit, maka anggota tubuh lainnya juga ikut sakit, bahkan tidak bisa tidur.

“Ketika nanti ditanya identitas kita, maka kita akan bangga menjawab, saya muslim,”pungkas Bendri.*
Sumber / Penulis : Hidayatullah
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Sahabat Palestina : Kisah Sedih Anak Palestina

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim ...

Ahmed putraku...
Ummi tak tahu kenapa pagi ini kau bersikeras
pergi ke pasar untuk belanja Ilmu Pelet Wanita dapur kita
Dimana biasanya Ummi yang melakukannya
katamu,"Biar Ummi di rumah,
Ummi mengaji saja di kamar
Biar Ahmed yang pergi ke pasar
Sekali ini saja."
Kau sangat bersikeras ...Ahmed putraku
Ummi tak ada prasangka padamu
Lelaki kecilku yang dibanggakan Abimu juga aku

Lalu kau pun pergi membawa keping logam tersisa
Untuk ditukar dengan apa saja sekedar hidup hari ini
Ummi lalu kembali larut dalam ayat Quran tercinta kita...
Kemudian mendadak suara langit menggelegar...
Pesawat dari neraka datang lagi...
Diikuti dentuman keras terdengar...
Serasa dekat di telinga Ummi

Lalu tiba-tiba saja Ummi merasa khawatir denganmu...
Lalu bergegas keluar rumah seperti para tetangga
Ummi mencari tahu apa yang telah terjadi
Semua berlari ke arah pasar tempat kau pergi...
Ahmed putraku...

Lalu ummi melihatmu terkapar di jalan...
Diantara raga-raga tak bergerak lainnya
Kau sekarat disana...Tanganmu saja yang bergerak
Ahmed putraku...
Ummi spontan membopongmu mencari pertolongan.
Di mulutmu hanya ada suara...
Suara yang sangat kita kenal...
"Allah! Allah! Allah! Allah!"

Lirih Lemah...
Tapi menembus kuat hingga langit tertinggi
Dan Allah ternyata memberi cinta di pagi ini padamu
Juga pada Ummi lalu kubisikkan kata di telingamu,

"Putraku tersayang, Sampaikan pesan Ummi pada Abimu di syurga bahwa ummi akan lanjutkan perjuangan kalian .
Ummi akan teruskan perlawanan kalian.

Selamat jalan Ahmed anakku terkasih
Selamat jalan syahidku cintaku

Ternyata Allah telah memanggilmu pagi ini
Biarkan Ummi menangis terakhir kalinya
mengantarmu pergi ke taman kehidupan sebenarnya
dimana Abimu menunggu di pintu gerbangNya
Tunggu Ummi ya nak, tunggu
Kita kelak akan bersama lagi seperti dulu …

Laa ilaaha illallah Muhammadarrasuulullah
Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun…"

Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Rabu, 14 Januari 2015

Mitos dan Kenyataan : Manusia Setengah Siluman Sang Pemuja Pesugihan (Dhamar Colok)

Dhamar Colok

Kejadian ini perna terjadi disemarang dan sekitarnya. Heboh Hantu Cekik jelas bukan isyu isapan jempol. Ternyata, ada ilmu hitam Ilmu Pelet Wanita yang memang bisa mengubah sosok manusia menjadi hantu jenis ini. Nama ilmu tersebut Dhamar Colok. Bagaimana hal ikhwalnya...?

Ini masih berhubungan dengan teror Hantu Cekik yang melanda beberapa daerah di Kabupaten Demak, atau yang kemudian juga menyebar ke sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. Menurut dugaan, apa yang disebut Hantu Cekik itu sesungguhnya adalah manusia setengah siluman yang gemar memangsa korbannya dengan cara mencekik leher dan menghirup sukmanya. Para pelaku ritual sesat ini kemudian dikenal dengan sebutan Dhamar Colok.

Istilah Dhamar Colok ini memang sudah tak asing lagi di telinga orang Jawa, khusunya daerah Jawa Tengah bagian utara. Kuat dugaan, kemunculan manusia setengah siluman ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah atas dikeluarkannya ketetapan hemat energi listrik dan BBM.

Seperti diketahui, di Demak mata pencaharian penduduk di dapat dari bertani, sehingga rata-rata orang Demak, khususnya yang tinggal di pedesaan adalah keluarga yang kurang mampu. Di daerah ini kita akan sering mendengar kata pepatah seperti ini; "Yen rendeng ora biso dodok, yen tigo ora bisa cewok." Arti dari pepatah ini, ialah: "Jika musim hujan turun tidak dapat duduk, jika musim kemarau tidak dapat cebok."

Memang benar, di Demak jika musim hujan turun tiap tahunnya sudah dapat dipastikan banjir akan melanda di setiap daerah se-Kabupaten Demak. Begitu pula jika kemarau tiba, akan sangat sulit mencari air akibat banyak sungai kekeringan, bahkan tanah retak-retak.

Sejak penduduk mengikuti anjuran pemerintah untuk menghemat energi listrik dan BBM, beberapa desa di Demak mulai sekitar jam 20.00 WIB, keadaannya sudah nampak sangat sunyi, dan gelap gulita. Bahkan, jarang sekali penerangan listrik atau lampu minyak yang dihidupkan di setiap rumah maupun jalan-jalan.

Mungkin keadaan yang seperti ini merangsang hasrat penganut Dhamar Colok, alias manusia setengah siluman ini untuk melakukan aksinya. Menurut penuturan psikolog dan paranormal Ki Ageng Quthub Melati, pada umumnya, ciri-ciri manusia Dhamar Colok ialah seperti manusia biasa. Namun, ada hal-hal spesifik yang bisa kita perhatikan sebagai ciri dominan mereka.

Biasanya, manusia Dhamar Colok tingkah lakunya seperti orang bodoh, suka menyamar seperti orang gila, penampilannya kotor dan lusuh, serta wajahnya suram. Hal yang paling khusus, biasanya dia lebih suka memilih tidur di kuburan. Hanya saja ketika berubah menjadi siluman, ada banyak keanehan pada bentuk fisiknya. Di antaranya, raut mukanya bercahaya hijau, tubuhnya berubah kekar hitam legam, tubuhnya sulit ditangkap maupun diraba, tapi bisa dirasakan keberadaannya.

Makhluk Dhamar Colok ini bisa ditangkap. Ini sangat mungkin terjadi jika kebetulan saat naasnya tiba. Atau bisa juga karena dia melanggar pantangan, sehingga akan luntur daya kekuatan gaibnya.

Kabarnya, kisah Dhamar Colok berasal dari tempat-tempat pesugihan. Ilmu hitam ini merupakan ilmu dari Bhuto Ijo. Bhuto Ijo tidak akan keberatan meladeni permintaan serta memberkan ilmu kepada manusia-manusia yang menghambakan diri kepadanya.

Kepada setiap pengikut-pengikutnya, Bhuto Ijo menjanjikan akan memberikan kesaktian ataupun kekayaan yang melimpah ruah. Asalkan si pengikut menyepakati sejumlah perjanjian khusus dan dapat memenuhi syarat-syarat yang menjadi ketetapannya.

Syarat dimaksud salah satunya biiasanya berupa tumbal nyawa manusia, yang jumlahnya ditetapkan oleh si Bhuto Ijo sesuai dengan tingkat kesaktian, maupun kekayaan yang diminta. Konon, sukma manusia yang dijadikan tumbalnya itu akan diambil oleh makhluk tersebut untuk dijadikan budaknya di alam lelembut sampai dengan akhir zaman.

Karena erat hubungannya dengan makhluk siluman, kemunculan manusia Dhamar Colok biasanya malam hari. Di saat hari gelap barulah dia akan beraksi. Dengan kesaktiannya, maka serapat apapun jendela dan pintu dikunci, makhluk aneh ini dengan mudah bisa memasuki rumah calon korbannya.

Perihal manusia aneh ini bisa memasuki rumah, konon karena dia bisa merubah diri menjadi cahaya hijau, sehingga bisa melalui celah-celah sempit jendela atau pintu. Setelah leluasa memasuki rumah, lalu di saat korbannya tidak sadar, manusia Dhamar Colok akan langsung mencekik leher korbannya, dan menghirup sukma si korban.

Apabila ada orang yang dicekik oleh Dhamar Colok tapi dia selamat, misalkan saja karena tertolong atau ketahuan warga, biasanya akan ada bekas cekikan di leher korban. Tak hanya itu, badannya juga akan mengalami panas, dingin, mata dan pikirannya kosong, bahkan selalu trauma dan ketakutan. Jika tidak diobati, maka orang tersebut bisa meninggal dunia secara tragis dan mengenaskan. Sungguh suatu pemandangan yang menyayat hati.

Masih menurut penuturan Ki Ageng Quthub Melati, untuk mengusir pengaruh kekuatan hitam Dhamar Colok, korban dapat disembuhkan dengan dibikinkan ramuan untuk mengobati dan menetralisir energi negatif yang tersisa di tubuh si korban. Ramuan ini sudah dipercaya sejak zaman nenek moyang silam.

Ada pula ritual lain lagi yang dipercaya ampuh untuk menangkal keganasan Dhamar Colok. Ritual yang terbilang unik ini lebih mudah dijalankan, tapi juga menggelikan, karena orang yang menjalankan ritual harus telanjang bulat sambil membawa syarat. Di antara syarat tersebut adalah kacang hijau, merica, garam dan tanah. Kesemua syarat tersebut sebelumnya sudah digoreng tanpa minyak (disangrai), bisanya alat untuk menggoreng bahan-bahan ini adalah apa yang disebut sebagai ngaron, yakni alat semacam gerabah yang terbuat dari tanah liat.

Setelah semua syarat tersebut dipersiapkan, segeralah mengelilingi pekarangan rumah sambil telanjang bulat. Nah, dalam memutari pekarangan ini biasanya ditutup dengan bilangan ganjil. Dengan ritual telanjang bulat, dipercaya sejak zaman para leluhur dahulu, dapat membuat manusia Dhamar Colok akan mengalami naas. Mengapa?

Sebab, melihat orang telanjang bagi manusia Dhamar Colok adalah suatu larangan. Disamping itu, banyak juga orang tua yang menyarankan, bila ingin terhindar dari kejahatan pengaruh ilmu hitamnya, dianjurkan untuk membiasakan tidur di lantai. Konon, tanah mempunyai energi positif, karena itu makhluk jenis ini tidak berani memangsa korban yang sedang tidur di lantai, sebab terasa panas baginya.

Iblis Dhamar Colok sangat takut sekali dengan berbagai ritual dan azimat penangkal di atas. Setiap kali setan ini beraksi, dan dia melihat azimat penangkal, maka dia akan segera kabur meninggalkan tempat yang diincarnya. Jika dia sampai melewati benda tersebut, sudah dipastikan seluruh kekuatan energinya akan musnah, dan dia akan berteriak keras sekali karena badannya terasa sakit semua seperti terbakar api neraka.

Dhamar Colok memangsa korbannya biasanya ditandai dengan berkelebatnya cahaya berwarna hijau. Dan sang calon korban seringkali akan merasakan capai, pegal linu, nyeri, dan kantuk yang sangat dahsyat. Suhu badannya juga naik turun, keringatpun bercucuran.

Maka dari itu jika ada orang merasakan tanda-tanda seperti itu diharapkan agar segera mengumpul dengan warga lain dan membaca doa. Jika tidak mengumpul dengan warga lain, maka ditakutkan dia akan langsung meninggal dunia akibat pengaruh hirupan penarik sukma ilmu hitam Dhamar Colok.

Djoeminati, warga Kopen, Brambang, Demak, menduga Dhamar Colok sedang meneror desanya. Hampir setiap malam warga meronda. Jika melihat bayangan hitam atau cahaya hijau berkelebat, maka dengan spontanitas warga segera beramai-ramai menabuh kentongan, lesung dan mengumandangkan azan sekeras-kerasnya untuk membangunkan warga.

Karena sudah banyak sekali yang menjadi korban keganasan manusia siluman ini, bahkan hampir setiap hari orang mati akibat ulah Dhamar Colok, maka warga daerah Demak trauma melihat dan mendengar kematian warga. Tentu saja kejadian ini meresahkan masyarakat.

Paranormal di Demak dan sekitarnya akhirnya turun tangan untuk mengatasi teror gaib ini. Salah satunya seperti dilakukan Ki Ageng Quthub Melati, ketua Bait Pacerahan Agung Sasmitaning Sukmo Sejati, dari Kahuripan, Demak. Semangat memerangi teror tersebut dia tunjukkkan dengan kegigihannya menyebarkan azimat penangkal kepada warga masyarakat di daerah TKP.

Masyarakat akhirnya mengadakan musyawarah, para tokoh agama, tokoh adat, paranormal, dan warganya, sepakat menyelenggarakan upacara Ritual Wilujengan Tolak Balak pengusiran manusia Dhamar Colok, yang dipimpin langsung oleh Ki Ageng Quthub.

Ritual yang diselenggarakan dilengkapi menyan, bunga, dan umbo rampe lainnya. Setelah upacara Wilujengan Tolak Bala, pengusiran itu dilaksanakan, dan terpasangnya setiap pintu rumah serta gapura-gapura jalan dengan azimat-azimat penangkal.

Akhirnya, makhluk itu menghentikan terornya. Entah daerah mana lagi yang akan menjadi korban keganasan Dhamar Colok. Namun, dengan kalimat majasinya Ki Ageng mengatakan, sejak diadakannya upacara pengusiran, manusia siluman itu lalu menjelma menjadi kenaikan BBM. "Bahkan tidak hanya warga Demak saja yang tercekik lehernya, namun rakyat se-Tanah Air," seloroh Ki Ageng.
Memang, banyak orang yang tidak percaya akan keberadaan Hantu Cekik, bahkan menganggapnya sebagai isyu yang terlalu dibesar-besarkan. Namun, kenyataannya makhluk ini, setidaknya dalam kajian kaum Paranormal, memang sungguh-sungguh ada. Setidaknya, cerita hantu satu ini juga telah melegenda di lingkungan masyarakat kita.
Sumber / Penulis : S B
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Mitos dan Kenyataan : Mengais Kekayaan dengan Ketakukan

pesugihan sate gagak
Di kalangan pelaku spritual, ada teknik khusus untuk mengais rupiah di tengah kuburan. Caranya, dengan berjualan sate gagak kepada arwah gentayangan. Konon, penghuni makam di lereng Gunung Bugel, Rembang pernah membeli sate gagak sampai Rp. 30 juta dalam semalam.

Untuk menjadi pedagang sate bagi arwah gentayang, yang diperlukan adalah burung gagak hitam yang masih hidup, minyak Arrohman, serta kemenyan. Dan syarat mutlak yang harus dipenuhi adalah keberanian untuk bertemu dengan para lelembut dari berbagai rupa.

Pada tengah malam yang telah ditentukan, burung gagak harus dibawa ke makam yang akan dijadikan lahan berdagang. Sesampainya di tempat yang dituju, baca doa-doa Ilmu Pelet Wanita khusus untuk membuka alam gaib, sambil membakar kemenyan. Tunggu sampai gagak yang dibawa berkoak-koak.
Ketika burung itu berbunyi, pada saat itulah momen yang paling tepat untuk menyembelih burung gagak itu. Bersihkan bulu-bulu yang menghiasi tubuhnya, lalu olesi dengan minyak Arrahman. Kemudian potong daging burung sesuai degan ukuran yang dikehendaki. Bakarlah daging itu layaknya sate biasa.

Pada saat bersamaan, para pembeli sate akan berdatangan. Mereka adalah arwah gentayangan dengan wujud yang beraneka rupa. Ada yang kakinya patah atau remuk, wajahnya rusak dengan darah yang mengalir deras, atau kakinya tinggal sebelah karena kaki yang lain terlepas. Pendeknya, wujud mereka sangat menakutkan dengan bau anyir darah yang menyengat.

Mereka berdatangan untuk merebut sate gagak yang dijual. Berapa pun harganya mereka akan membeli sate yang dijual itu. Kabarnya, seorang pedagang sate gagak di sebuah makam di lereng Gunung Bugel, Rembang pernah mengantongi uang sebanyak Rp. 30 juta.

Ia berdagang dengan bantuan seorang paranormal yang mengetahui seluk-beluk perdagangan sate gagak. Syarat utama untuk meraup rezeki gaib itu adalah keberanian. Pasalnya, paranormal yang akan menjual sate itu dan Anda yang bertugas menerima uang dari para arwah. Tentunya, Anda pun harus berhadapan dengan arwah-arwah itu yang wajahnya amat menyeramkan
Jual Sate di Tengah Kuburan

PERILAKU supranatural tidak seluruhnya positif, kendati masuk kategori alternatif. Misalnya, untuk menjadi kaya, orang mencari pesugihan dengan makhluk halus untuk disuruh mencuri, jelas negatif nilainya. Sedang melantunkan doa untuk melancarkan rizki, termasuk alternatif positif.

Kini ada satu lagi yang meragukan kriterianya. Positif atau negatif, tidak jelas hukumnya. Kiat itu adalah, jual sate gagak di tengah kuburan.

Konon, seorang pemburu kekayaan berhasil mengumpulkan uang 30 juta rupiah semalam sepulang dari jualan sate gagak di lereng Gunung Bugel, Rembang. Pada tengah malam, ia menjadi pedagang sate bagi arwah gentayangan. Bahannya cukup seekor burung gagak hidup, bumbunya minyak Arrohman dan kemenyan.

Laku yang dikerjakan, tengah malam membawa burung gagak ke makam. Sampai tujuan, pawang baca doa sambil bakar kemenyan untuk membuka alam gaib sampai burung gagak yang dibawa berkaok.

Begitu terdengar kaok, burung gagak disembelih. Setelah bulu-bulunya dibersihkan, olesi dengan minyak Arrahman dan dipotong seukuran kemasan sate dan dibakar sebagaimana membuat sate.

Begitu asap mengepul, konon para pembeli berdatangan. Rumusnya, dilarang takut karena yang datang adalah arwah gentayangan dengan wujud beragam, persis seperti saat mereka mati. Ada yang kakinya remuk, wajah rusak dengan darah bertebaran dan sebagainya.

Mereka berebut sate gagak dengan melambai-lambaikan rupiah. Berapa tingginya harga yang ditentukan, mereka pasti setuju dan langsung menyerahkan uang. Sebab, sate gagak merupa-kan makanan nomor wahid bagi arwah gentayangan. Dari cerita masyarakat sekitar. konon seorang pedagang sate gagak di makam kawasan lereng Gunung Bugel, Rembang berhasil mengantongi uang sebanyak 30 juta rupiah dalam waktu semalam.

Tentu saja, untuk menjadi pedagang sate ga-gak, harus didampingi paranormal yang mengetahui seluk-beluk kiat alternatif itu. Syarat utama untuk meraup kekayaan dalam sekejap adalah keberanian. Sebab, paranormal yang dimintai tolong bertugas menjual sate, sedang klien bertugas menerima uang dari para arwah yang penampilannya mengerikan. Ini halal atau haram, entah.

Padahal, kalau ingin lebih aman, untuk berburu harta secara alternatif, tak harus dengan kiat memanfaatkan arwah penasaran. Tapi, memanggil jin muslim yang memiliki ilmu mengambil uang halal yang berasal dari bank jin alias uang yang bagi manusia merupakan harta yang tidak diamalkan.

Cuma, kiat itu hanya dapat dilakukan pemeluk Islam, karena untuk mencapai hasil maksimal, diperlukan pembacaan wirid yang harus dilantunkan pasca shalat fardlu selama seminggu.
Sumber / Penulis : S.B
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Kumpulan Batu Ali : Akik Bacan Batu Mulia Istimewa dari Maluku Utara

Akik Bacan
Batu bacan saat ini menjadi salah satu jenis batu mulia favorit para kolektor. Awalnya, batu bacan dihasilkan di Pulau Kasiruta. Tetapi, batu ini lebih dikenal dengan sebutan batu bacan karena Pulau Bacan lah tempat batu ini diperdagangkan.

Karakteristik batu bacan sangat menarik. Sebab, serat batu yang banyak secara perlahan akan membuat batu bacan menjadi lebih bersih atau bening dan mengkristal dalam waktu yang cukup lama dengan sendirinya.

Bukan hanya itu, batu bacan pun mampu untuk menyerap senyawa lain di dekatnya. Misal, batu bacan dilekatkan dengan tali pengikat berbahan emas, maka lama kelamaan bahan emas tersebut akan diserap oleh batu bacan sehingga bagian dalam batu akan bintik-bintik emas.

Dengan keistimeswaan tersebut, batu bacan sangat digandrungi banyak orang dan saat ini harganya terbilang sangat mahal, yaitu ada yang mencapai sekitar ratusan juta rupiah. Untuk itu, jika ingin membeli batu bacan ilmu pelet wanita, Anda harus berhati-hati. Jangan sampai batu bacan yang dibeli itu palsu. Lantas bagaimana cara mengetahui batu bacan palsu atau tidak?

Dikutip dari situs resmi pariwisata Indonesia, Indonesia Travel pada hari Rabu (10/12/2014), cara paling mudah untuk melihat apakah batu bacan yang sudah memproses secara alami akan terlihat mengkilat dan keras ketika sudah diasah. Selain itu, usahakan juga hindari batu bacan "mati", yaitu batu bacan yang telah dibentuk menjadi mata kalung atau mata cincin. Sebab, jika sudah dibentuk dikhawatirkan proses alami pada batu tidak lagi berjalan.

Selain itu, beberapa cara lain untuk mengetahui batu bacan asli atau palsu adalah sebagai berikut:
  1. Gesekkan pada kaca. Batu bacan asli dapat menggores kaca ketika digesekkan.
  2. Bakar. Saat dibakar, permukaan batu bacan asli akan terlihat seperti minyak dan akan hilang ketika dibersihkan. Sedangkan batu bacan palsu akan meninggalkan bekas yang tidak bisa dihilangkan.
  3. Ditimbang. Timbang dua batu bacan dengan ukuran yang sama. Batu bacan yang lebih ringan kemungkinan besar adalah batu bacan palsu.
  4. Disenter. Saat disenter, batu bacan yang terkena cahaya akan terlihat serat-serat khas yang tidak mungkin ada pada batu bacan palsu.
  5. Perhatikan perubahan batu. Batu bacan yang asli lama kelamaan akan berubah warna. Dari hitam, batu bacan akan berubah menjadi hijau dan seterusnya hingga menjadi batu yang berwarna bening.
Dari sekian banyak kekayaan alam yang dihadirkan di Maluku Utara, adalah bacan sebuah nama pulau, nama kerajaan, sekaligus juga nama batu mulia yang telah melambungkan namanya ke mancanegara. Untuk yang terakhir itu, bacan sebagai nama jenis batu mulia telah tersohor hingga ke luar negeri bukan hanya di masa sekarang melainkan sejak abad pertengahan dimana kawasan ini menjadi pusat rempah-rempah dunia.

Meski pamor batu bacan menguat beberapa tahun belakangan di kalangan peminat batu mulia namun sebenarnya orang di kawasan empat kerajaan Maluku (Terante, Tidore, Jailolo, dan Bacan) sudah mengetahui jauh sebelumnya. Nama pulau penghasil batu bacan sendiri adalah Pulau Kasiruta. Akan tetapi, penisbahan nama bacan diawali dari tempat pertama kali batu itu diperdagangkan, yaitu Pulau Bacan yang tidak seberapa jauh jaraknya dari Pulau Kasiruta.
Akik Bacan
Batu bacan merupakan 'batu hidup' karena kemampuannya berproses menjadi lebih indah secara alami ataupun cukup dengan mengenakannya setiap hari dalam bentuk cincin, kalung, ataupun kepala sabuk. Batu bacan dengan inklusi atau serat batu yang banyak secara perlahan akan berubah menjadi lebih bersih (bening) dan mengkristal dalam waktu bertahun-tahun.

Sebagai contoh, batu bacan warna hitam secara bertahap mampu berubah menjadi hijau. Tidak cukup berproses sampai di situ, berikutnya batu ini masih bisa berubah lagi dalam proses 'pembersihan' sehingga menjadi hijau bening seperti air. Untuk mempercepat proses tersebut  biasanya pemilik batu bacan akan terus-menerus memakainya hingga berubah warnanya.

Tidak hanya mampu 'hidup' berubah warna secara alami, batu bacan juga untuk beberapa jenis dapat menyerap senyawa lain dari bahan yang melekatinya. Seperti sebutir batu bacan hijau doko yang dilekatkan dengan tali pengikat berbahan emas mampu menyerap bahan emas tersebut sehingga bagian dalam batunya muncul bintik-bintik emas.

Kemampuan batu bacan yang berubah warna secara alami dan mencerap bahan melekatinya itulah yang membuat pecinta batu mulia di luar negeri dari China, Arab, dan Eropa tercengang dan kagum terhadapnya. Selain itu, batu bacan juga memiliki tingkat kekerasan batu 7,5 skala Mohs seperti batu jamrud dan melebihi batu giok. Dengan keistimewaan dan keunggulan batu bacan itulah banyak pecinta batu mulia dari luar negeri memburunya sejak tahun 1994. Di Indonesia sendiri batu ini baru popular belakangan sejak 2005 dimana sekarang harganya sangat mahal serta kurang logis bagi orang awam.

Akik Bacan
Penambangan batu bacan sendiri di Pulau Kasiruta tidaklah mudah karena perlu penggalian tanah hingga lebih dari 10 meter. Penambang batunya perlu mencari di tanah terdalam demi mencari urat-urat galur batu bacan. Meski lebih identik dengan warna hijau, batu bacan sebenarnya memiliki ragam warna lain seperti kuning tua, kuning muda, merah, putih bening, putih susu, coklat kemerahan, keunguan, coklat, bahkan juga beragam warna lainnya hingga 9 macam.

Batu bacan diketahui telah menjadi perhiasan hampir setiap warga sejak masa empat kesultanan (Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan) di Maluku Utara, baik itu oleh pria maupun wanita. Bahkan, batu bacan terbaik menjadi penghias mahkota para sultan yang masih ada hingga saat ini seperti pada mahkota Kesultanan Ternate. Sering pula batu ini menjadi hadiah bagi tamu yang menyambangi pulau-pulau di Maluku. Tahun 1960 saat Presiden Soekarno berkunjung ke Pulau Bacan dihadiahi warga di sana berupa batu bacan. Presiden SBY juga sempat menghadiahi Presiden Amerika Serikat, yaitu Barrack Obama berupa cincin batu bacan saat berkunjung ke Indonesia.

Apabila Anda menyambangi Ternate, Tidore, Jailolo, atau pun Pulau Bacan maka pastikan mendapatkannya untuk sebuah cenderamata. Akan tetapi, perlu kecermatan memilih atau mintalah saran orang yang memahaminya terkait keasliannya. Hindari pula membeli batu bacan 'mati' yang dibentuk jadi mata kalung atau mata cincin dimana terkadang batu tersebut tidak akan proses lagi.

Sebagai panduan singkat bahwa jenis batu bacan berkualitas yang umum dikenal dan beredar di pasaran ada dua, yaitu bacan doko dan bacan palamea. Bacan doko kebanyakan berwarna hijau tua sedangkan bacan Palamea berwarna hijau muda kebiruan. Nama palamea dan doko sendiri diambil dari nama desa di Pulau Kasiruta. Kedua desa tersebut memiliki deposit batu bacan cukup banyak selain di desa Imbu Imbu dan Desa Besori. Batu bacan sendiri merupakan jenis batu krisokola yang kebanyakan berwarna hijau kebiruan. Kekerasan awal batu ini berkisar antara 3-4 pada skala Mohs. Batu Bacan berkualitas adalah yang telah mengalami proses silisifikasi sehingga kekerasannya mencapai 7 pada skala Mohs. Batu bacan yang sudah memproses alami akan terlihat mengkilat dan keras ketika sudah diasah.

Sumber / Penulis : Travel Indonesia


Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Senin, 12 Januari 2015

Kisah Mistis : Pesugihan Ular Pohon

Pohon Pesugihan
Ada sedikit cerita, yuk simak ceritanya. ==> Ini adalah gambar pohon pesugihan kampung siluman. Kalo diperhatikan seksama anda akan menemui kejanggalannya. Foto diambil 2 menit sebelum gerimis dan berakhir hujan lebat. Kenapa saat musim hujan malah daunnya rontok ? Cerita ini diambil saat penulis mengantarkan klien pertama yang ingin berritual disini. kami bertiga,saya selaku guide , peritual ( yang kami samarkan dengan pak marno ) dan satunya adalah petani pemilik sawah (kami samarkan dengan nama pak manto). Sekitar pukul 9 malam kami sampai disekitar pohon pesugihan ini. sesampai ditempat ini,sesaji kami siapkan dibawah pohon,saat sesaji terakhir, pak manto berteriak” alakazaaaam...”kata pak manto saat terjembab ke sawah Ya ampunn..bikin kaget aja.. “ada apa pak,”kata kami kaget. Ada ular didepan saya,kecil si tapi bikin kaget saya aja”kata pak manto Kemudian pak manto menyalakan senter untuk melihat lebih jelas lagi,dia begitu terpanjat saat melihat mulai dari dahan yang terendah hingga yang tertinggi,semuanya dipenuhi ular sekitar 100an mungkin. 

 
Tentu saja ada yang besar dan ada yang kecil. “hiii....baru seumur umur ini saya liat yang seperti ini,saya sudah sejak kecil hidup disini,itu sawah mulai dari kakek saya turun hingga bapak hingga saya menggarap sawah ini,belum pernah menjumpai di pohon ini ada ular sebegitu banyak. Hiii.. bergidik saya jadinya..padahal sawah saya kan itu sebelah... “Ah masak pak,maaf kata lo,..apa bukan untuk menakut – nakuti agar saya gagal ritual?,” Kata pak marno “nakuti gimana,wong saya aja penduduk asli sini yang mengerjakan sawah ini..kalo memang dari dulu ada,kenapa para pencari ular yang tiap malam kesini ngga ada yang tau?” “trus,gimana saya nih mas wowo,ngga bisa fokus ritual nih..gimana mau fokus sementara didepannya persis ada ratusan ular nyata - nyata didepan saya... “nyante aja pak..kalo memang takut ya ngga apa,ntar begitu saya sowankan kita pulang aja. “lo trus ritual saya gimana,gagal dong?’”kata pak marno “ngga kok pak,yang penting anda duduk diam sebentar biar saya komat kamit dulu..jawab saya menghibur. Ngga sampe 10 menit kemudian kami pulang.klien saya yang berjalan dibelakang bersama pemilik sawah agak menggerutu ,bertanya terus ke pemilik sawah, cuma pura- pura saya ngga dengar.. “pak yang bener aja,masak biasanya ngga ada ular disitu?” bener pak..saya penduduk asli sini,dan sawah saya jelas-jelas disitu.

Memang dari kakek saya kecil katanya pohon itu sudah ada,ngga bertambah juga ngga berkurang.segitu aja sejak jaman dulu,cuma yang ngga saya mengerti kenapa ada sebegitu banyak ular ya..padahal mas tau sendiri,disini banyak pencari ular/katak yang sedang ngobor.kalo diitung 10 orang aja ada,paling ngga mereka berlima aja udah cukup berani ambil semua ular yang ada,jelas rejeki nomplok,”kata pemilik sawah panjang lebar. “tapi bukan boongan kan pak,ngga kongkalikong sama mas wowo,soalnya saya udah bayar cukup banyak lo untuk ritual ini.kalo ritual yang lalu ngga seperti ini,sekarang masak paling 10 menit udah pulang,trus jangan jangan gara gara saya takut jadi alasan untuk saya gagal ritual.padahal menurut perjanjian uang ngga bisa kembali.. “ah besok pagi tolong temani kesini lagi ya pak..kata pak marno ke pemilik sawah. Saya yang berjalan agak jauh didepan sebenarnya mau ketawa,tapi biar aja nanti saya jelaskan. 

Setelah sampai dirumah pemilk sawah kami bertiga ngobrol sambil menikmati rokok kretek dan nyamikan yang ada. “pak marno,anda tadi ngga gagal dalam beritual,cuma karena daripada anda takut jadi mending kita pulang aja.yang penting tadi para demit yang berujud ular tadi udah ngliat wujud pak marno,sekarang pak marno saya titipkan tidur dirumah pak manto semalam ,kalo ntar malam ngga ada apa apa,besok bisa diulangi lagi.siapa tau besok udah ngga kaget. saya pulang dulu,besok kita ketemu lagi.tapi kalo sekiranya nanti malam pak marno ditemui,besok pagi langsung pulang aja pamitannya lewat telpon aja. 

Keesokan harinya jam 8 pagi pak marno menelpon saya “mas wowo tadi pagi jam 6 saya udah ke pohon pesugihan lagi dengan pak manto ,ajaibnya ngga ada satupun ular yang ada,nih pak manto juga mo ikut telpon” “iya mas wowo,benar - benar ajaib , tidak ada satupun ular disini, setahu saya memang tiap kesawah ,ngga pernah ada ular disitu,apalagi sebanyak itu.kalo ada pasti tukang ngobor ( tk cari ular/katak ) pasti panen. Kemudian pak marno menyambung lagi”ya udah mas wowo saya mau pamit pulang dulu, ini ilmu pelet wanita pemberian mas wowo udah saya simpen untuk ritual saya dirumah” “ Lho,tadi malam udah ditemui apa?” “iya mas,tadi malam saya malah mimpi basah...malu - maluin sekali..tidur dirumah orang malah mimpi basah..katanya mau nemuin saya lagi kalo udah sampe rumah.jadi saya mo cepet – cepet pulang... “Lho,udah ngga takut lagi sama ularnya, pak?” “aah kalo ularnya yang datang kayak yang semalam sih..seratus aja mah ngga apa pak...

Sumber / Penulis : Wowo Nugroho 
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Jumat, 09 Januari 2015

Benda Mistik : Bambu Pethuk / Pring Petuk


Bambu Pethuk
Bambu Pethuk  Bambu yang diyakini oleh sebagian kecil masyarakat mempunyai khasiat dan kesaktian inilah yang disebut Bambu pethuk, adalah bambu yang mempunyai pertemuan buku – buku (ruas) pada batangnya. Ini bisa terjadi pada satu batang terdapat pertemuan ruas sebanyak satu atau lebih. Bambu pethuk belum tentu cabangnya bertemu. Sedangkan pertemuan cabangbiasa disebut carang (cabang) pethuk, bukan sebagi bambu pethuk.


Dalam satu rumpun bambu bila terdapat bambu pethuk, maka dapat disimpilkan bahwa tempat tersebut dihuni oleh mahlik halus yang tidak sedikit jumlahnya. Bambu ini biasa disebut bambu gila. Bambu ini dipercaya mempunyai tuah yang luar biasa. Untuk mencapai keinginan yang sulit pun bisa terlaksana sesuai keinginan kita.

Bambu ini mempunyai jenis yang bermacam – macam, tergantung dari bentuk cabang yang keluar dari buku pada pertemuan ruas. Bambu ini sudah ada sejak dulu dan masarakat jawa sudah mengetahui keberadaan bambu ini sebagi salah satu benda pusaka yang mempunyai tingkatan yang tinggi. Kemampuan ilmu pelet wanita atau khasit dari bambu pethuk antara lain adalah mampu menolak daya negatif, sebagi media pembantu berusaha dagang, bahkan bisa untuk mendapatkan nomor jitu (togel) dan masih banyak kegunaan dari bambu ini.

Pring Petuk
Bambu ini mempunyai sejarah terjadinya berbeda – beda menurut bentuk versi penyampaiannya. Salah satu versi mengatakan terjadinya karna cacat alam yang bisa kita temukan pada tumbuhan.hal ini beralasan karna bisa terdapat pada tempat yang tidak menentu dan berpikir secara logika.
Versi lain mengatakan bahwa tempat tersebutpada zaman dahulu digunakan sebagai tempat lelaku atau bertapa.versi ini meyakini bahwa bumbu pthukmerupakan perwujudan dari kekuatan sang pertapa yang menyatu dengan alam sekitar tempat bertapa.tapi ada kerancuan,bagai mana jika tempat bertapa ada di dalam goa maka tempat tersebut tidak akan dapat ditumbuhi oleh rumpun bambu.
Salah satu versi memungkinkan dapat di percaya adalah terjadi karna perpindahan isi dari benda pusaka lainnya dan karna mengikuti aliran air kemudian bertempat pada bumbu tersebut.bambu pethuk bisa terdapat pada pinggiran sungai,tempat berakhirnya ariran sungai(luwena/goa bawah tanah)dan dekat sumber air.

Mengtapa bambu ini bisa terdapat di dekat air?dari sejarah menurut veersi ini,maka dapat di simpulkan bahwa bambu pethuk ini terjadi oleh pusaka dari benda lain yang telah di buang atau hanyut.bumbu pethuk sangat peka terhadap air,apalagi terhadap air yang mengalir.dari berbagai versi tidak perlu di permasalahkan dari mana asal bumbu pethuk ini.

Dari macam-macam jenis bambu,paling sering ditemukan adalah pada jenis ampel,bumnu ori(bumbu ini memiliki ukuran yang besar pada umumnya),bambu jawa,bambu gading,dan bumbu greng(pada bumbu ini banyak terdapat duri-duri yang tajam).Bambu pethuk mempunyai jenis bermacam-macam antara lain [Stick Out Tongue] ethuk wali,gunung,senopati,langah,dan singkir,Dari nama yang berbeda dapat di bedakan karakteristik dan bentuk cabang yang berbeda pula.

Bambu ini dipercaya mampu menolak daya negatif yang hendak mengganggu atau mendekati kita.dapat menolak teluh,antet,dan mempunyai kemampuan pelaris dalam berdagang yang luar biasa.
Bambu ini memeiliki sifat alami yang tidak dimiliki oleh bumbu lain atau pusaka lain.Pada saat bambu ini berada dalam aliran air alami (sungai) maka bumbu ini tidak akan ikut aliran air.reaksi yang akan terjadi pada bambu,bambu ini akan bergerak ke atas melawan arus.

Keunikan lain yang dimiliki oleh bambu ini adalah jika bambu ini direbus.Jika bambu ini di masukan ke dalam air mendidih ,maka air akan menjadi dingin seketika.Adakalanya api yang memenasi akan segera redup dan mati.

Sifat alami tidak mau ikut aliran air tidak bida ditiru oleh orang yang hendak memasukan bumbu pethuk.Maka untuk mengetahui keasliannya adalah dengan memesukannya kedalam air mengallir.Tetapi harus di ilat dengan tali dan harus hati-hati dalam percobaan keaslian ini karna gerakan melawan arus dari bambu ini secepat aliran airnya.

Dari berbagai jenis gaya yang ditampilkan oleh lekukan cabang dapat di bedakan dengan nama dan karakteristiknya.Jenis-jenis,ciri-ciri,dan nama piring pethuk berdasar bentuk dari pertemuan cabangyang terdapat pada ruas bambu:

PETHUK SENOPATI
Biasanya mempunyai keunggulan digunakan untuk kekerasan atau untuk kekebalan terhadap benda tajam dan mampu menahan serangan gaib berupa santet atau sejenisnya.Bambu ini juga mempunyai keunggulan memenagkan judi dan permainan sejenisnya.Dalam pertemuan ruas,ada dua cabang yang bertemu atau empat cabang(seperti bumbu patil lele)tetapi ruasnya saling berhadap-hadapan.Cabang agak melengkung ke dalam tetapi tidak sampai menyentuh batangnya.

PETHUK GUNUNG
Bisanya mempunyai keunggulan dalam pengasihan (cinta-kasih),untuk berdagang dan untuk pemikat.jika di letakan mendatar,maka dari samping akan terlihat cabang yang ada berbentuk segi tiga dan mirip seperti gunung.Cabangnya tidak melengkung tetapi lurus.

PETHUK SINGKIR
Biasanya mempunyai keunggulan untuk menyingkirkan gangguan dari jin jahat yang mrmasuki tubuh(kesurupan)dan mempunyai keunggulan dalam menolak dan mengobati santet dan teluh.Bentuk cabangnya ungkur-ungkuran atau bertolak menolak,tetapi ruasnya saling berhadapan.Biasanya bentuk cabang melungkung keluar menjauh dari pertemuan batangnya.Biasanya bambu ini disamping mempunyai kemampuan menolak kekuatan jahat yang hendak mengganggu,merupakan salah satu benda tjam dan api.Manfaat dari jenis bambu pethuk ini menonjol adalah mampu untuk memisahkan dua sejoli yang saling mencintai,dan mengubah keinginan seseorang.

PETHUK LANGKAH
Biasanya memiliki keunggulan untuk meraih jabatan atau posisi yang penting.Diantara ruad yang bertumu,terdapat rusyang bebas berada di antara pertemuan ruas yang bertemu dan tolak-menolak.
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Kamis, 08 Januari 2015

Majalah Misteri : Pesugihan Kekasih Siluman Belut Emas

Selain mata air yang terpancar keluar kemudian ditampung dalam kolam yang dipergunakan oleh para pengunjung untuk mandi, di Sumber Maron juga terdapat air terjun. Oleh masyarakat sekitar, air terjun ini biasa disebut dengan Grojogan Sewu. Air terjun di Sumber Maron ini tidak begitu tinggi, dengan ketinggian sekitar 5-6 meter dan kemiringan sekitar 60 derajat namun memiliki pemandangan yang menawan.

Namun di balik pemandangan Sumber Maron yang indah ternyata mengandung banyak cerita gaib seperti yang dialami oleh Yosi. Seorang pemuda yang sehari-harinya bekerja di counter HP.

Kejadian yang berlangsung setahun yang lalu tersebut bermula dari keinginan dari Yosi untuk berkunjung di Sumber Maron beserta kekasihnya Pungki. Walaupun sudah lama tinggal di Malang, namun baru kali ini Yosi sempat untuk mengunjungi lokasi wisata alam yang mulai ramai tersebut. Entah karena menunggu kepulangan kerja dari Pungki atau memang disengaja oleh Yosi. Kedua muda mudi tersebut memasuki Sumber Maron saat senja mulai datang.

"Wah kita datang terlalu sore," ucap Pungki yang merasa kedatangannya terlambat waktu menuruni jalan setapak di Sumber Maron.

Yosi hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Pungki. Digandengnya tangan Pungki seraya berkata "Kan enak sudah sore, kita mandi sekalian."

Mendengar ucapan itu Pungki ikut tertawa. "Kalau begitu kita langsung berendam saja."

Tidak berapa lama kemudian kedua remaja tersebut sudah tampak berendam disejuknya air Sumber Maron yang ada. Sambil sekali-kali bercanda dan mengejar ikan-ikan yang berseliweran, tanpa sadar keduanya bergerak mendekat ke arah pohon beringin yang ada di tengah pemandian.

"Jangan kesitu Yos!" bisik Pungki yang ditarik oleh Yosi. "Takut", Sambungnya lagi. Hati Pungki entah kenapa merasa tidak enak melihat pohon beringin yang kelihatan menyeramkan ditengah rerimbunan pepohonan.

"Apanya sih yang ditakutkan?" jawab Yosi pendek. Tangannya dengan cepat memeluk tubuh Pungki yang sebenarnya merasa ketakutan.

Entah karena melihat sikap Yosi yang terlihat cuek keduanya pun akhirnya larut dalam canda di bawah pohon beringin tersebut. Tiba-tiba di mulut Yosi terlihat senyum nakal.

"Ada apa sih?" Pungki merasa penasaran.

"Aku kencing di celana. He..he.... sekalian ku arahkan di akar beringin tadi," kata Yosi sambil cengengesan. Pungki yang mendengar ucapan itu segera mendorong tubuh Yosi menjauh, "Ih joroook!"

Yosi hanya tertawa saja mendengar ucapan Pungki. Tak lama kemudian keduanya beranjak keluar dari pemandian dan berjalan ke arah Grojokan Sewu yang membentang di bawah Sumber Maron. Di bawah guyuran air yang mengalir pelan tersebut keduanya kembali bermain air. Melihat tubuh Pungki yang basah kuyup terkena guyuran air, entah kenapa tiba-tiba timbul nafsu pada diri Yosi. Tangannya segera bergerilya di tubuh Pungki. Pungki hanya tersenyum malu namun tidak menolak tangan Yosi yang mulai nakal tersebut. Keduanya asyik bercanda tanpa menghiraukan waktu yang menjelang maghrib. Tiba-tiba terdengar teriakan ketakutan dari Pungki, "Ular.. ..ular!"

Spontan Yosi menoleh dan melihat ke arah yang ditunjuk Pungki. la seakan melihat sesosok benda kecil panjang berwarna kuning melintas di bawah air.Tubuhnya terlihat meliuk-liuk di dalam air yang jernih.

Bukan Itu ikan..." kata Yosi mencoba menenangkan diri karena merasa takut. la kemudian segera mengajak Pungki untuk keluar dari air dan berhenti berendam. Setelah itu keduanya bergegas pulang sambil membawa perasaan masing-masing. Kedua anak tersebut merasa aneh dengan apa yang baru mereka lihat.

Malamnya di rumah Yosi merasakan sesuatu yang aneh pada alat vitalnya. Entah kenapa ia merasa nyeri, tubuhnya pun serasa panas seperti terbakar. Tak berapa lama Tak berapa lama kemudian ia pun pingsan dan bangun sambil mengigau ketakutan. Setelah itu tubuhnya pun berubah mirip dengan orang yang mengalami mati suri.

Melihat keadaan Yosi yang semakin parah, maka anggota keluarganya segera memanggil Ki Susmono, orang pintar yang mempunyai kelebihan menangani berbagai gangguan yang disebabkan makhluk halus.

Ki Susmono yang melihat keadaan Yosi segera tanggap. Ia kemudian duduk bersila di hadapan tubuh Yosi yang diam membujur mirip orang meninggal. Satu- satunya yang membedakan keadaannya dengan orang yang meninggal adalah masih adanya nafas yang keluar masuk dari Iubang hidung. Namun yang aneh matanya tidak terpejam, tapi terbelalak Iebar dan pandangan mata itu seakan kosong dan hampa.

Melihat keadaan yang aneh tersebut, Ki Susmono menerawang dengan mata batinnya. Dilihatnya pada tubuh yang terbaring itu sesuatu berwarna kuning keemasan tampak melilit tubuh Yosi.

Ki Susmono berusaha menembus sosok Kuning keemasan itu, namun ia mengalami kesulitan karena juga ada gumpalan kabut gaib yang seakan menyelimuti tubuh yang terbaring itu amat tebalnya. Melihat hal itu, Ki Susmono kemudian berusaha mencari celah untuk menembus kabut ilmu pelet wanita tersebut. Dilihatnya mata Yosi yang terbelalak lebar tidak tertutup oleh kabut gaib. Maka Ki Susmono kemudian memusatkan konsentrasi pada mata Yosi yang terbuka tersebut,

Melalui pandangan mata itu, tubuh halus dari Ki Susmono pun keluar dan masuk menembus jauh kedalam pandangan mata yang kosong milik Yosi. Seakan terhisap, tubuh halus Ki Susmono pun berputar Iembut dan ikut menghilang ditelan kabut yang ada.

Di tengah kabut tersebut, Ki Susmono melihat tubuh Yosi kini jelas terlilit oleh sosok makhluk berwarna kuning keemasan dan bertubuh panjang. Tubuh makhluk yang mirip ular tapi tidak mempunyai sisik tersebut tampak mengkilap dan mengeluarkan Iendir yang membasahi sekujur tubuhnya:

"Belut emas" cetus Ki Susmono melilit penampakan makhluk yang melilit tubuh Yosi.

Yosi sendiri seakan tidak menyadari apa yang terjadi. Ia seakan bercanda dan bercumbu dengan sosok tubuh yang melilit tubuhnya.

Melihat apa yang terjadi Ki Susmono kemudian mendekat dan tangannya bergerak berusaha melepaskan tubuh Yosi dari Iilitan belut emas. Seakan tidak paham dengan apa yang terjadi. Yosi tetap asyik mencumbu belut raksasa yang melilit tubuhnya. Sementara tubuh belut mas tersebut mengeluarkan lendir yang semakin banyak sewaktu Ki Susmono berusaha melepaskan Iilitan yang ada. Namun usahanya berkali-kali mengalami kegagalan karena licinnya tubuh belut tersebut. "Makhluk ini bisa lepas kalau Yosi sadar apa yang terjadi" guman Ki Susmono.

Ia kemudian berteriak ke arah Yosi. "Lepaskan pelukanmu. Yang kamu peluk adaiah siluman belut!"Semula Yosi tidak menghiraukan ucapan Ki Susmono, namun melihat Iaki-Iaki di hadapannya yang berulang kali memperingatkannya ia merasa risih. "Dia bukan belut. Melainkan putri yang cantik jelita," bantah Yosi yang justru semakin mempererat pelukannya pada belut raksasa itu. Melihat sikap Yosi yang justru semakin membandel, Ki Susmono kemudian berteriak Iantang. "Itu tipuan siluman yang berusaha membutakan mata kamu." "Tidak! Dia betuI-betul putri yang cantik dan bemiat menjadikan aku suaminya," Yosi sekali iagi membantah. Aku akan berusaha mempengaruhi mata batin anak ini yang rupanya telah tersihir oleh sosok gaib di hadapannya, batin Ki Susmono.

Ki Susmono kemudian mengendapkan seluruh nafsu maupun gejoiak batinnya sambil terus menatap ke arah tubuh 2 makhluk berlainan jenis yang masih berpelukan erat tersebut. Dia tahu warna kuning emas dari belut ini menunjukkan adanya nafsu supiyah yang menggelora. Nafsu ini keluar melalui mata. Bukan mata fisik, tapi mata batin. Ki Susmono pun berusaha mengendapkan nafsu supiyah ini agar kesadarannya ikut mempengaruhi jiwa Yosi. Ki Susmono pun mulai bersemedi untuk mempengaruhi kesadaran Yosi.

Seakan terpukui oleh sesuatu yang tidak tampak, tubuh Yosi yang asyik memeluk belut raksasa yang meliiit tubuhnya itu kemudian terhenyak kaget. Ia kemudian menjerit ketakutan waktu melihat sosok cantik yang selama ini dipelukannya ternyata merupakan sosok belut raksasa. Yosi pun menggigil ketakutan melihat apa yang terjadi. Tanpa sadar berkali-kali ia menyebut asma Allah. Mendengar ucapan yang keluar dari tubuh Yosi, tubuh belut itu pun menggeliat-geliat seakan kepanasan. Tubuh belut mas itu kemudian berubah menjadi gumpalan asap tebal, lama-kelamaan asap itu menipis selanjutnya menghilang.

Seiring dengan itu, badan Yosi yang terbaring lemah di rumah kemudian mulai bergerak pelan dan kemudian sadar. Sementara tubuh halus Ki Susmono pun telah kembali ke raganya. Orang-orang pun bersyukur setelah melihat apa yang terjadi.

Setelah Keadaan Yosi membaik, Ki Susmono pun bercerita apa yang telah dialaminya. Karena Yosi berbuat tidak senonoh sewaktu berendam di Sumber Maron maka salah satu penghuni gaib tempat tersebut merasa marah dan mengganggu Yosi. Sosok gaib yang berwujud belut mas tersebut kemudian menarik jiwa Yosi ke alam gaib. Beruntung Yosi berhasil diselamatkan.

Selanjutnya Ki Susmono juga bercerita kalau siluman belut mas yang mengganggu Yosi sebenarnya merupakan khodam dari sebuah pusaka berujud sebuah patrem atau keris kecil. Dahulunya di Sumber Maron pernah terdapat putri kerajaan yang melakukan tapa untuk mencapai kesempurnaan hidup, di tengah-tengah tapanya ia berhasil mengalahkan godaan nafsu terbesar yang dimiliki wanita. Godaan tersebut berupa godaan nafsu supiyah atau nafsu kesenangan akan sesuatu yang indah dan cantik. Wujud dari gejolak nafsu supiyah itulah yang kemudian diwujudkannya menjadi sebuat patrem yang ditanam dalam pohon beringin di pemandian Sumber maron. Tingkah Iaku Yosi yang tidak senonoh tanpa sadar telah membuat khodam patrem tersebut terusik kemudian mengganggu tubuh Yosi. Beruntung Yosi berhasil diselamatkan, kalau tidak jiwanya akan tetap terbelenggu dan terjebak dalam alam gaib di Sumber Maron.

Beruntung Yosi hanya diganggu oleh khodam pusaka yang ada di Sumber Maron, sebab selain siluman belut mas di Sumber Maron juga banyak terdapat makhluk halus dari jenis lain seperti wewe gombel.
Sumber / Penulis :Bayu Indrayanto - Misteri edisi 590
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Kisah Mistis : Pesugihan Kain Kafan

Inilah nasib manusia, hampir tak ada tempat yang tenang untuk berdiam di  muka bumi ini. Bahkan sesudah meninggal pun masih saja ada manusia yang  usil untuk mengganggunya. Mungkin pembaca masih ingat peristiwa  beberapa tahun yang lalu di desa Pelumutan, Purbalingga. Sumanto dengan berani dan nekat mengusik ketenangan mayat nenek Rinah dengan mencuri tubuhnya untuk dimakan. Lain lagi Parman, 40 tahun, (bukan nama sebenarnya), seorang nelayan warga desa Kawunganten, Cilacap.

Dia mengusik mayat seseroang dengan maksud hanya untuk mengambil kain kafan (mori) sebagai media pesugihan. Parman dengan tega mengabil satu-satunya barang si mayat yang dia bawa ke alam kuburnya, yaitu selembar kain mori/kafan.

Sifat nekatnya ini dikarenakan beban hidup yang menghimpit keluarganya. Dia megikuti jalan seperti yang pernah ditempuh oleh temannya yang sekarang menjadi kaya raya. Berkat kenekatan dan keberaniannya, mencuri kain kafan atau mori orang yang mati pada malam Jum’at Kliwon atau Selasa Kliwon, Parman berharap bisa memperoleh apa yang dia inginkan sehingga bisa menjadi kaya raya dan tidak lagi mengontrak rumah mungil di perkampungan nelayan. Ritual ILMU PELET WANITA ini dianggapnya paling mudah dan sederhana. Karena jika dia berhasil mengambilnya, dia bisa meminta apa saja pada sosok mayat yang diambil morinya itu, sebagai tebusan. Seperti petunjuk Badrun (bukan nama sebenarnya)."Kenapa  harus orang yang mati pada hari Jumat atau Selasa Kliwon yang digunakan sebagai ritual pesugihan?" Tanya penulis saat itu. Menurutnya, ini sudah menjadi syarat ilmu kejawen dan ritual pesugihan kain mori yang dipercaya sejak dulu.

Berbulan-bulan Parman menunggu dan mengintai orang yang meninggal pada hari tersebut. Tak jarang dia menyelidiki, mencari informasi secara diam-diam hingga ke kampung sebelah. Kalau-kalau ada yang meninggal di hari yang dia harapkan agar bisa digunakan sebagai media ritualnya.Hingga akhirnya dia menemukan orang meninggal seperti yang diharapkan itu.
"Beruntung sekali aku waktu itu, yang meninggal adalah seorang anak kecil. Sehingga aku bisa dan berani mengambil kain kafannya. Jika saja yang meninggal orang sudah dewasa, mungkin aku tak sanggup untuk mengambilnya. Karena si mayat tidak akan mungkin rela selimutnya (kain penghangat tidurnya) saya ambil. Dia akan mempertahankan kain mori itu sehingga akupun harus berkelahi dengannya di liang kubur,"

cerita Parman mengawali kisahnya.Memang benar, taruhannya nyawa untuk memperoleh dan merebut kain mori yang sedang dipakai oleh si mayat. Diamping harus waspada terhadap orang lain agar tidak diketahui, juga harus mati-matian dalam proses pengambilannya. Ketika menggali kuburan,  tidak boleh menggunakan bantuan peralatan apapun. Jadi harus menggunakan kedua tangan. Hal inilah yang harus diperhatikan, agar ritual tidak sia-sia. Kemudian setelah membuka tali pengikat mori, kita harus secepatnya untuk menarik kain mori tersebut menggunakan gigi. Seberapa pun yang kita dapatkan itulah yang harus kita bawa pulang sebagai media pesugihan. Jadi kita tidak boleh mengambilnya berulang-ulang kali, cukup sekenanya saja. Beruntung jika kita bisa mendapatkan yang cukup lebar sehingga kita bisa semakin kaya.
Menurut Parman jika sang mayat sudah nampak (kelihatan), disinilah kita harus berhati-hati. Karena si mayat akan cepat menyerang kita dan memperthankan kain mori yang digunakan untuk selimut baginya. Percaya atau tidak, setiap orang yang haus akan harta, dan melakukan ritual ini, pasti dia akan berkelahi dengan jasad orang tersebut. Dimana jasad mayat itu mungkin saja telah disusupi oleh roh jahat, sehingga tenaga diapun begitu kuat"Aku benar-benar tak menyangka kalau mayat itu memiliki tenaga yang berlipat ganda.  Jauh lebih besar dari tenaga manusia pada umumnya.

Walaupun yang aku ambil kain mori milik anak kecil, tapi tenaga dia seperti orang dewasa. Apalagi jika yang meninggal adalah orang dewasa, sudah pasti aku tak mampu untuk mengambilnya. Pantas saja banyak orang yang tak sanggup dan gagal melakukan ritual ini," tuturnya kepada penulis.
Jika dia kalah dalam bertarung melawan si mayat, dia kan babak belur bahkan tak jarang dia mengalami cacat tubuh akibat dipukuli oleh mayat dalam liang kubur. Parman saja mengalami luka memar dan biru-biru di sekujur tubuhnya. Oleh karena itu, tak jarang orang yang punya niat mengambil kaim mori milik mayat hanya mendapatkan luka babak belur, tanpa membawa hasil apapun"Yang jadi masalah, kita harus konsentrasi bagaimana  secepatnya bisa mengambil kain mori itu dan melepaskan diri dari dalam liang lahat. Jadi kita sama sekali tak bisa untuk melawannya," uangkapannya kemudian.Cerita Parman bisa dimaklumi, disamping menahan takut, dia juga harus menahan pukulan dari si mayat tersebut.

Hal ini berlangsung cukup lama, mengingat dalam penggalian serta cara mengambil mori itu hanya menggunakan tangan dan mulut. Karena menurut kepercayaan tak diperbolehkan menggunakan peralatan. Jika telah mendapat kain mori itu, keberhasilan hidup dimasa depan boleh dikatakan sudah di depan mata. Karena menurut Parman, kita bisa meminta apa saja nantinya pada si mayat yang telah kita ambil kain morinya itu. Bagaimana cara mengguankan kain mori yang telah diambilnya dari kuburan, sebagai sarana ritual pesugihan itu? Berikut cerita Parman membeberkan kepada penulis."Jika  kita sudah mendapatkan mori mayat, sesampainya di rumah langsung kita simpan saja sementara di dalam almari menunggu waktu yang tepat untuk memulainya. Tapi jangan sampai di cuci. Cara menggunakannnya cukup mudah, kain mori tersebut kita jadikan sumbu lampu (templok). Tepat pada jam duabelas, malam Jumat atau Selasa Kliwon. Dengan sedikit ritual dan mantra tertentu, lalu kita dulut (bakar). 

Setelah sumbu lampu itu menyala, asap dari sumbu mori itu akan membumbung. Dengan ketajaman si mayat, dia akan mencium di mana selimutnya berada. Sehingga bisa kita pastikan mayat pemilik kain mori tersebut akan muncul mendatangai rumah kita. Dia akan terus memutari rumah kita untuk meminta yang dia sebut selimutnya itu," papar Parman.Menurutnya pula, mayat itu akan merengek dan menangis meminta kepada kita. Nah, disaat inilah Parman akan mempermainkan dan memperdayainya untuk kepentingannya, yaitu dengan meminta segala sesuatu yang diinginkannya. Walaupun menurutnya pula, dia selalu merasa berdosa dan tak tega mendengar suara ratapannya itu.
"Waktu pertama saya mencobanya, saya merinding, bahkan ikut menangis. Tapi demi urusan perut dan masa depan keluargaku, ritual tersebut terpaksa aku teruskan. "Menurut Parman, saat dia menyobek kain mori untuk dijadikannya sumbu, ada perasaan lain yang dia rasakan. Perasaa itu semakin santer saat sumbu kain mori mulai disulut di dalam kamarnya. Lalu menyala dan mengeluarkan asap mengepul, memenuhi ruangan. Tiba-tiba dari arah jendela kamar, ada suara ketukan yang dibarengi dengan sebuah tangisan yang menyayat, serta permintaan tolong dari anak kecil."Tolong  Pak;.., kembalikan selimutku! Aku kedinginan. Kembalikan selimut satu-satunya miliku yang kamu ambil itu pak. 

Aku membutuhkannya jangan  kau ambil miliku itu Pak! Berikan. Aku membutuhkannya" suara anak kecil yang berada di luar jendela itu. Parman tahu persis, kalau itu adalah suara sosok mayat yang diambil kain morinya itu. Dia terus memohon sambil menangis."Selimutmu akan aku kembalikan padamu, tapi nanti jika aku sudah memiliki rumah sendiri yang bagus. Makanya kamu bantu aku agar aku memiliki rumah bagus sehingga selimutmu segera aku kembalikan." Janji Parman kepada sosok di luar.

Tak lama suara itu hilang, entah kemana dan Parman langsung mematikan lampu templok tersebut. Aneh tapi benar adanya. Tak begitu lama, Parman mendapatkan ikan saat melaut yang tak masuk akal dalam sepanjang sejarah dia menjadi nelayan. Dia mendapatkan tangkapan yang luar biasa banyaknya. Hal ini berlangsung hampir tiga bulan lamanya. Sehingga pada akhir bulan ketiga, dia benar-benar bisa memiliki rumah sendiri yang bagus. Parman tak mau berhenti hanya di situ. Malam Jum’at Kliwon
berikutnya, kembali dia menyulut sumbu kain mori itu lagi. Sehingga kejadian seperti dulupun terulang lagi"Tolong Pak selimutku kembalikan, aku benar-benar. Aku tak tahan lagi aku tak kuat pak, bantu aku kembalikan selimut itu padaku," rengeknya lagi. Parmanpun kembali menjanjikannya lagi.

"Kalau kamu ingin aku bantu, kamu juga harus membantuku. Aku menginginkan motor baru, jika kamu bisa membantu, nanti selimutmu akan aku kembalikan," jawabnya lagi. Kembali suara itu hilang seperti terbawa angin malam Jumat Kliwon saat itu. Benar-benar luar biasa, entah uang dari mana tapi yang jelas rezeki Parman terus mengalir, sehingga dia benar-benar bisa membeli sebuah sepeda motor baru.Kini Parman semakin percaya akan keampuhan sumbu kain kafan seperti yang diceritakan Badrun. Pantas Badrun semakin kaya saja. Rupanya jika menginginkan sesuatu dia tinggal menyulut sumbu mori. Lalu empunya akan datang untuk memberinya apa yang dia inginkan, pikir Parman dalam hati. Kehidupan Parman benar-benar berubah drastis. Dia menjadi seorang yang kaya dan terpandang di kampungnya. Parman tak berpikir lagi tentang penderitaan mayat yang dicuri kain kafannya.

Termasuk keluarga si mayat yang masih hidup yang tak rela kuburan anaknya di bongkar dan di rusak.Parman malah semakin serakah dengan tipu muslihatnya memperdaya sukma orang yang mati. Roh yang seharusnya telah tenang di alam sana, masih dia usik kedamaiannya.

Bahkan dimintai seabreg urusan duniawi yang ujung-ujungnya hanyalah tipu muslihat Parmana. Selama sumbu kain mori mayat itu masih ada, Parman masih terus bisa memperdaya makhluk halus itu. Dia sendiri tak tahu kapan sumbu itu akan habis sebagai sarana pesugihannya. Bahkan mungkin untuk kesekian puluh kalinya dia menginginkan sesuatu yang benar-benar dramatis. Dia berjanji kepada arwah anak kecil itu, untuk yang terakhir kalinya, kalau dia akan mengembalikan selimutnya jika dirinya telah memiliki sebuah kapal penangkap ikan sendiri, tidak menyewa kepada Bandar ikan lagi.

"Ingat pak, ini adalah janjimu yang terakhir kalinya. Aku juga sudah lelah dijanjikan terus menerus. Aku hanya ingin kamu menepati janji itu." Ucap sosok bocah dari alam gaib itu sembari pergi.Aneh bin ajaib, selang beberapa bulan, Parman pun bisa memiliki kapal penangkap ikan sendiri. Hasil lelang dari Bandar kaya di daerahnya. Kini tempat pelelangan ikan, benar-benar seperti telah dikuasainya. Tapi sayang, sifat serakah orang tak pernah hilang dari hatinya. Parman masih menginginkan beberapa bidang tambak di pinggiran teluk.

Malam Jumat Kliwon kurang tiga hari lagi. Niat hati ingin membakar sumbu pesugihan itu, tapi sayang kapal ikannya justru tenggelam akibat badai dan ombak yang ganas dan tak bisa terselamatkan lagi. Tak hanya itu, rumah Parman beserta perabotannya terbakar habis saat kompor gas yang sedang dipakai memaksa istrinya meledak. Parman benar-benar kecewa, bahkan stress. Kini dia kembali lagi menjadi orang miskin yang hidup menumpang pada orang lain. Dia juga kembali menjadi nelayan buruh pada seseorang"Percayalah Mas, tak pernah ada untungnya kita mendzalimi orang lain, apalagi orang yang sudah mati.

Biarkan mereka tenang dan damai di sisi-Nya. Jangan sekali-kali pengalamanku ini dicontoh orang lagi. Ini hanya untuk mengambil hikmahnya saja bahwa segala sesuatu akan kembali kepada asalnya. Dan semua sudah ditakdirkan serta digariskan oleh-Nya," tutur Parman yang
kini benar-benar telah insaf. Dia merasa selalu dihantui oleh mayat yang dicuri kain kafannya itu.
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Selasa, 06 Januari 2015

Kisah : Kisah TanNunggal serta Bujang Nadi Dare Nandung

Pada zaman dahulu ketika keturunan Sultan sedang pergi berburu ke hutan, ketika sedang asik berburu tetapi bukan buruan yang didapatkan, tiba-tiba rombongan dikejutkan dengan tangisan suara bayi. Semua rombongan berpikir” di hutan belantara seperti ini dari mana asal suara tangisan bayi tersebut” ujar keturunan Sultan tersebut. Keturunan Sultan tersebut langsung memberikan perintah kepada seluruh prajurit yang ikut berburu untuk mencari dari mana suara bayi berasal. Setelah sekian lama mencari ternyata suara bayi tersebut berasal dari rumpun bambu, prajurit langsung diperintah untuk menebang pohon bambu tersebut, tanpa di duga dan di sangka semua rombongan di kejutkan dengan kehadiran seorang bayi yang berasal dari balik rumpun bambu.

Tanpa pikir panjang, di dampingi dengan perasaan panik keturunan Sultan yang memimpin kegiatan berburu langsung memberikan perintah kepada seluruh anak buahnya untuk membawa bayi yang ditemukan di dalam bambu tersebut di bawa ke Istana untuk di temukan dengan Sultan Sambas. Secara kebetulan Sultan Sambas juga belum mempunyai anak, jadi bayi yang di temukan di hutan tadi langsung di angkat oleh Suultan Sambas untuk menjadi anaknya dan di beri nama TanNunggal. Mengapa bayi yang di temukan di dalam rumpun bambu tersebut diberi nama TanNunggal?????
Pada zaman dahulu setiap keturunan Sultan pasti di panggil dengan sebutan “Tan”, kebetulan bayi yang di temukan di dalam rumpun bambu tersebut memiliki gigi yang aneh kalau di bandingkan dengan manusia biasa atau manusia normal.

Dari rahang kiri sampai rahang kanan gigi bayi tersebut menyatu seolah-olah hanya memiliki satu gigi atau sering di sebut dengan gigi tunggal, padahal kalau manusia biasa giginya tidak mungkin menyatu atau terdiri dari beberapa buah gigi, sehingga bayi tersebut di beri nam TanNunggal.
TanNunggal dibesarkan di lingkungan istana Sambas layaknya seperti anak sendiri, sehingga TanNunggal menjadi tumbuh dewasa dengan gagah berani dan dipercaya akan menggantikan posisi bapaknya (sultan Sambas) memimpin kerajaan Sambas.

Pada saat TanNunggal memerintah kerajaan Sambas dia menyunting rakyat biasa menjadi istrinya dan dikaruniai dua orang anak, yaitu laki-laki dan perempuan, yang laki-laki diberi nama Nadi dan yang perempuan diberi nama Nandong. Dalam kebiasaan masyarakat Sambas biasanya anak laki-laki sering dipanggil dengan sebutan Bujang dan yang perempuan dipanggil dengan sebutan Dare, maka jelaslah anak tersebut dipanggil dengan Bujang Nadi dan Dare Nandong. Pada saat TanNunggal berkuasa di Sambas, raja TanNunggal terkenal dengan raja yang kejam karena sifatnya yang sombong dengan rakyat.

Dia memimpin dengan sewenang-wenang, apa yang ia katakan dan semua keinginannya harus dilaksanakan walaupun hal tersebut dibenci oleh rakyat Sambas, banyak hal yang terjadi sehingga TanNunggal dikatakan raja Ilmu Pelet Wanita yang kejam dan zalim. Pernah pada suatu saat rakyat Sambas digemparkan dengan kejadian yang sangat mengejutkan sampai-sampai TanNunggal dikatakan manusia setengah siluman.

Pada saat ia memimpin TanNuanggal paling senang makan sambal asam, pada hari itu tukang masak kerajaan atau tukang buat sambal asam terlambat membuat sambal asam, sedangkan jam makan siang TanNunggal sudah sebentar lagi, jadi si tukang masak tergesa-gesa untuk membuat sambal asam untuk TanNunggal sedangkan dia sudah tahu bahwa TanNunggal tidak mau memakan tanpa sambal asam bahkan TanNunggal bisa marah, begitu takut dimarah TanNunggal si tukang masak tergesa-gesa untuk membuat sambal asam sampai-sampai jari kelingkingnya teriris lalu darahnya menetes ke dalam sambal asam yang dibuat tadi, karena waktu yang sudah sangat singkat lalu si tukang masak itu langsung mengaduk darah yang menetes tadi ke dalam sambal asam yang ia buat karena ia berpikir tidak sempat lagi membuat sambal asam yang baru. Sambal asam tersebut langsung disajikan di meja makan TanNunggal, begitu memakan sambal tersebut TanNunggal sangat kenyamanan dia berpikir “Mengapa ya sambal asam pada hari ini sangat enak berbeda dengan hari biasanya”. 

Lalu TanNunggal bertanya kepada si tukang masak. Si tukang masak pun tidak berani untuk berbohong, ia menceritakan bahwa sambal asam itu sudah bercampur dengan darahnya sendiri. Semenjak kejadian itu TanNunggal memerintahkan kepada tukang masak setiap kali membuat sambal asam harus dicampur dengan darah manusia.

Kembali ke cerita Bujang Nadi dan Dare Nandong, pada masa hidupnya Bujang Nadi sangat suka memelihara ayam jago dan Dare Nandong paling suka untuk menenun kain sampai-sampai dia pernah mendapatkan hadiah berupa mesin tenun yang berlapis emas, tiap hari Bujang Nadi dan Dare Nandong hanya diperbolehkan bermain berdua saja melainkan hanya berteman dengan ayam jago dan alat tenun milik Dare Nandong karena TanNunggal sangat membenci mereka jika dia berteman dengan rakyat biasa.

Pada suatu kejadian, ketika Bujang Nadi dan Dare Nandong sedang asik barmain di taman istana tanpa sadar mereka di intip oleh seorang pengawal istana, tepat pada saat itu Bujang Nadi dan Dare Nandong sedang asik bercerita tentang perkawinan.
Bujang Nadi : dik, jika kamu ingin mencari pasangan hidup. Pasangan hidup seperti apa yang kamu idamkan?

Dare Nandong : adik sangat mengharapakan, nanti calon suami adik mirip dangan abang, baik itu dari segi gantengnya, gagahnya, dan sikapnya harus seperti abang. Sedangkan abang, istri seperti apa yang abang inginkan?
Bujang Nadi : abang juga berkehendak demikian, abang sangat mengharapkan istri abang nantinya seperti adik cantiknya dan tentunya hati istri abang juga seperti adik lembutnya.

Mendengar percakapan kakak adik tersebut pengawal kerajaan yang sedang mengintip tadi salah artikan, dia berpikir kakak adik tersebut ingin melakukan perkawinan sejarah, tanpa berpikir panjang sang pengawal kerajaan itu langsung melaporkan kejadian tersebut kepada TanNunggal. Raja TanNunggal sangat terkejut, dia sangat malu dengan kejadian itu, sebelum anaknya berbuat hal yang dapat merusak citra atau nama baik kerajaan Sambas bahkan dapat memberikan aib bagi kerajaan, padahal apa yang iya dengar semuanya salah belaka. TanNunggal langsung memerintahkan kepada prajuritnya untuk mengubur kedua anaknya yaitu Bujang Nadi dan Dare Nandong beserta dengan ayam jago milik Bujang Nadi dan mesin tenun milik Dare Nandong. Kemudaian kedua kakak adik tersebut di kubur hidup-hidup di daerah Sebedang Kecamatan Tebas tentunya masih di Kabupaten Sambas.

Konon katanya masyarakat setempat sampai pada saat ini masih percaya bahwa kuburan tersebut sangat angker karena setiap malam jumat sering mendengar kokokan suara ayam jantan yang berasal dari kuburan Bujang Nadi dan Dare Nandong yang di kubur dalam satu makam, bahkan kadang-kadang terdengar suara orang sedang menenun kain yang juga berasal dari kuburan tersebut yang di duga milik Dare Nandong.
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Kisah Teladan : “Kisah Orang yang Dikejar Ular Berkepala Sembilan”

Kisah ini menceritakan kejadian nyata yang dialami seseorang yang bernama Malik bin Dinar. Kisah ini dituturkan oleh guru kami bernama Syeikh Sulaiman Mubarok (pengajar al-Azhar Mesir) dalam suatu pengajian di mesjid Darussalam Kota Wisata Cibubur.

Berikut kisah selengkapnya untuk dijadikan pelajaran Ilmu Pelet Wanita bagi kita semua,

Syahdan, dahulu kala hiduplah seorang kaya bernama Malik bin Dinar. Dia adalah anak dari seorang pejabat di daerah Irak. Karena berlimpah harta dan kekayaan, keseharian hidupnya banyak dilakukan untuk berpoya-poya, melakukan maksiat dan memuaskan kenikmatan dunia lainnya. Sesuatu yang semestinya dilakulan ia langgar, dan sebaliknya sesuatu yang seharusnya ditinggalkan ia lakukan.

Pada suatu hari dengan kehendak Alloh SWT, anak perempuan yang sangat ia cintai bernama Fatimah meninggal dunia. Malik sangat sedih dan menyesal. Meninggalnya anak perempuan yang ia cintai ini, bukannya menyadarkan dia untuk berhenti berbuat dosa dan maksiat, namun sebaliknya malah bertambah perbuatan dosa dan maksiatnya.

Pada suatu malam, Malik bin Dinar bermimpi. Dalam mimpinya itu, ia berkumpul dengan banyak orang di suatu tempat asing yang tidak ia kenal sebelumnya. Tatkala semua orang berkumpul, matahari dengan pancaran panas yang menyengat turun mendekat sehingga jaraknya kira-kira sebatas satu jengkal. Semua orang yang berkumpul, merasakan panas yang tiada bandingannya. Malik pun begitu, ia merasakan suatu penderitaan yang sangaat luar biasa. Belum pernah ia merasakan penderitaan seberat yang ia rasakan dalam mimpi itu.

Dalam suasana menderita ini, tiba-tiba terdengar suara bergelegar dan berkata, “Wahai manusia, bersiap-siaplah kalian, sebentar lagi kalian akan menghadap Alloh untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatan kalian. Kalian akan dipanggil satu persatu untuk menghadap-Nya”.

Mendengar suara itu, Malik merasa ketakutan. Ingin sekali ia lari menjauh dari kenyataan yang sedang ia hadapi. Maka Malik pun bergegas lari sekuat tanaga menjauhi kerumunan itu. Namun apa yang terjadi, ia dikejar seekor ular berkepala sembilan.

Dalam kejaran ular itu, Malik tiba di suatu tempat dan bertemu seorang kakek tua yang lemah dan duduk bersandar di bawah sebatang pohon. Malik berkata, “Wahai kakek tua, tolonglah aku dari kejaran ular!!”, Kakek tua pun menjawab, “Mohon maaf, aku tidak bisa menolong kamu, aku sangat lemah…, cobalah kamu pergi ke tempat sana, siapa tahu ada orang yang bisa menolongmu”. Mendapat jawaban itu, Malikpun pergi ke tempat yang ditunjuk kakek tua itu.

Sesampainya di tempat yang di tuju, bukannya ia mendapati orang yang mau menolong, malah bertemu dengan kobaran api yang sangat panas, seolah-olah api itu mau membakar dirinya. Malikpun kembali lagi menemui kakek tua, dan minta pertolongan lagi agar bisa selamat dari kejaran ular dan api yang sangat panas. Kakek tua itu lantas menunjuk satu gunung, dan menyuruh Malik agar pergi ke gunung itu, siapa tahu ada orang yang bisa menolongnya. Dan Malikpun bergegas lari menuju gunung itu.

Setibanya di gunung , Malik menemukan sekelompok anak kecil. Salah saorang anak berkata, “Wahai Fatimah, itu bapakmu, toloong.., toloonglah bapakmu..!!”. Mendengar ucapan itu, Fatimah mendekati sang ayah dan mereka saling berangkulan dengan erat seperti sudah lama tidak bertemu.

Si anak lantas berkata, “Wahai ayahku tercinta, apakah engkau tahu, siapakah ular berkepala sembilan yang mengejarmu itu, Siapakah kakek tua yang lemah tadi itu?, dan siapakah api panas yang mau menyambarmu itu?”. Sang ayah menjawab, “Aku tidak tahu”. Sang anak pun berkata lebih lanjut, “Ketahuilah wahai ayahku, ular berkepala sembilan itu adalah perbuatan maksiatmu yang keji dan berdosa. Api yang sangat panas adalah neraka jahannam yang sedang menunggumu. Sementara kakek tua yang lemah tak berdaya itu, adalah amal sholehmu yang hanya sedikit sehingga tak berdaya menolongmu”.

Si anak lantas membacakan firman Alloh dalam QS al-Hadid ayat 16:
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik”

Mendengar ayat al-Quran ini, Malik pun terbangun dari tidurnya.

Singkat cerita, setelah mimpi ini, Malik pun segera bertobat, berangkat ke mesjid dan meninggalkan segalal maksiat. Malik berjihad secara istiqomah sehingga akhirnya ia menjadi seorang sholeh dan menjadi imam mujahid (orang yang berjihad di jalan Alloh).

Saudaraku Se-iman,
Mungkin kita tidak mengalami mimpi seperti yang dialami Malik bin Dinar di atas. Namun alangkah baiknya jika kita bisa menarik hikmah dari kisah mimpi ini. Siapa tahu kita masih banyak melakukan maksiat, meninggalkan sholat dan dosa-dosa lainnya. Semoga kisah ini bisa menyadarkan kita untuk bersegera kembali kapada Allah, bertaubat dengan sepenuh hati agar kita selalu dalam naungan La ilahaillah sampai azal menjemput. Jangan sampai perbuatan dosa yang kita lakukan menjadi seekor ular yang akan mengejar-ngejar kita di akhirat kelak..

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (QS. 41:33)”

“Hiasi hati dengan dzikrullah”.
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Cerita Misteri Online : Ditelan Penghuni Sungai Sambas

Pindah dari Ciledug, kakak ditugaskan ke Singapura. Aku sendiri memilih menyusul orang tua yang tugas di Kabupaten Sambas Kalimatan Barat. Di sana ada sungai yang cukup besar dan tidak pernah kering walau kemarau panjang. Penduduk setempat sangat bergantung pada sungai tersebut.
Waktu itu ada acara Imlek tanggal 5 Mei. Komunitas Chinesse merayakan festival mandi bersama 1 tahun sekali untuk buang sial. Pada acara seperti itu kue bakcang (ketan yang dibungkus daun, berisi sayur dan daging), merupakan salah satu jenis makanan yang wajib ada. Acara dimulai dari jam 10 sampai jam 12 siang. Waktu itu, ada orang dari Jakarta yang pertama kali ikut acara ini. Sebut saja namanya Mr. A.

Sejak kedatangan Mr. A, suasana jadi kurang nyaman karena mulutnya tak pernah berhenti mencemooh segala hal yang dilihatnya. Bahkan terang-terangan dia menghina sungai ini. Beberapa orang sudah mengingatkan, namun dia tetap dengan ulahnya. Bahkan semakin ditegur, semakin dia menjelek-jelekan semua yang ada di situ.

Setelah berbagai kegiatan dilakukan, acara pun selesai. Semua orang sudah naik ke atas. Namun ketika hendak meninggalkan sungai, baru diketahui jika Mr. A tidak ada. Awalnya kami tidak terlalu hirau karena toh dia bisa berenang. Namun setelah lama tidak juga terlihat batang hidungnya, kami mulai cemas. Semua orang sibuk mencari ke segala arah. Namun hingga pukul 02 sore, Mr. A tidak juga ketemu.

Kerabatnya kemudian melaporkan hal ini ke sesepuh Keraton Sambas, selaku pihak yang dipercaya masyarakat setempat bisa mengetahui hal-hal gaib. Sampai saat ini masyarakat masih menghormati keberadaan kesultanan di Sambas.

Setelah dilakukan ritual, hasilnya sungguh mengejutkan. Dari terawangan sesepuh keraton diketahui jika Mr. A ada di Paloh. Padahal jarak Sambas-Paloh sekitar 4 jam perjalanan lewat darat. “Dia (Mr. A), kualat karena telah menyinggung penghuni sungai Sambas,” ujar sesepuh keraton.
Malam itu juga kerabatnya menyusul Mr. A ke Paloh. Setibanya di sana, mereka menuju sungai yang satu aliran dengan sungai Sambas. Di tempat itu mereka menaburkan bunga dan beras kuning yang tadi diberikan Ilmu Pelet Wanita sesepuh keraton. Benar saja, tidak lama kemudian mayat Mr. A timbul. Mayat itu, lantas diangkat dan dibawa pulang.

Bukan rahasia lagi soal keangkeran sungai Sambas. Masyarakat pernah melihat 7 ekor buaya putih timbul. Di lain waktu, pernah muncul 5 pusaran air dan di dalamnya ada naga kepala 7 dan tiap kepala mewakili muaranya sungai, salah satuny Paloh. Ada juga berupa permadani berwarna merah. Di keraton sendiri ada meriam yang bisa melahirkan anak meriam. Adapun komentar dari postingan yang cukup lama ini,

Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Kisah Unik : Jembatan Sambas Kalimantan Barat (Kalbar)

Jembatan Sambas amat terkenal dan menjadi penghubung antar kota di kawasan selatan propinsi Kalimantan Barat. Jembatan ini bukan hanya bersejarah, tapi juga dianggap keramat karena konon dikuasai oleh kaum Bunian (mahluk halus). Banyak kejadian aneh berlaku di jembatan sepanjang 150 m ini. Seperti penampakan-penampakan bangsa lelembut dan mahluk halus. Dulu, jembatan ini luput dari kehancuran saat dibom tentara Jepang.

Jembatan Sambas terletak di kota Sambas, atau berjarak 270 Km dari ibukota propinsi Kalimantan Barat, Pontianak ke arah selatan. Jembatan ini dianggap vital karena menghubungkan kota Bengkayang, Singkawang, Pemangkat, Sambas dan daerah-daerah kecil di bagian selatan Kalbar. Boleh dikata, ini jembatan satu-satunya yang menjadi nadi ekonomi dan transportasi masyarakat di sana. Keberadaan jembatan ini tak bisa lepas dari keberadaan kota Sambas yang unik.

Kota keramat

Kota Sambas sendiri dikenal sebagai kota keramat karena konon dikuasai oleh kaum Bunian (mahluk halus ILMU PELET WANITA). Tak heran bila kota ini kerap disebut pula sebagai Negeri Kebenaran, sebutan lain untuk kaum Bunian. Menurut sejarah, Sambas tempo dulu merupakan sebuah kerajaan besar yang tilas-tilasnya hingga kini masih ada. Tak jauh dari pusat kota, masih berdiri Keraton Sambas yang megah, lengkap dengan kompleks keluarga kesultanan.

Kerajaan Sambas didirikan oleh Raden Soelaiman, yang bergelar Soeltan Moehammad Tsafioeddin I di Tanjung Muara Ulakan Lubuk Madung, pada tahun 1080 hijriah atau tahun 1687 masehi. Kerajaan ini mengalami masa jaya semasa diperintah oleh Soeltan Moehammad Tsafioeddin II. Cerita dari mulut ke mulut menyebut daerah ini kerap kedatangan kaum Bunian setelah salah seorang putra mahkotanya yang bernama Raden Sandi Braja menghilang secara misterius dan menjadi raja di kerajaan Bunian.

Menurut cerita, jenazah raden Sandi meninggal karena sakit yang tidak ada obatnya, dan kemudian jasadnya menghilang diambil kaum Bunian. Lalu Raden Sandi dijadikan raja kaum Bunian yang berpusat di Kecamatan Paloh. Peristiwa itu terjadi sebagai tebusan atas nyawa burung peliharaan sang Puteri Kebenaran (kaum Bunian) pada saat beliau berburu di hutan Paloh. Hanya saja, sejauh mana kebenaran cerita ini masih sulit dibuktikan.

Jembatan Sambas

Bagaimana dengan jembatan Sambas yang keramat itu? Benarkah jembatan ini tak mempan dibom oleh tentara Jepang? Pada tahun 1941, tanda-tanda berakhirnya pendudukan 3,5 abad tentara Belanda di nusantara mulai terlihat. Pasukan Jepang mulai terlihat memasuki kawasan nusantara dengan peralatan tempurnya. Termasuk daerah Kalimantan Barat. Pasukan Jepang memang berusaha keras mematahkan kekuatan Belanda yang ada di Kalimantan Barat termasuk Sambas. Salah satunya melumpuhkan sarana ekonomi dan transportasi darat, seperti jempatan.

Nah, negeri matahari terbit itu melihat jembatan Sambas sangat vital dan perlu dihancurkan untuk melumpuhkan kekuatan Belanda. Bulan Desember 1941, menjadi saksi bisu. Dengan melibatkan sekitar 27 pesawat tempurnya, tentara Jepang menyerang Angkatan Udara Belanda di Sanggau Ledo. Ternyata target serangan tersebut tidak saja untuk menghancurkan pangkalan Angkatan Udara Belanda, namun juga pada jembatan Sambas dan jalan raya yang menghubungkan kota Singkawang, Pemangkat dan Sambas serta Bengkayang.

Akan tetapi, keajaiban pun terlihat. Jembatan dan jalan yang dibangun oleh Sultan Moehammad Tsafioeddin II ini tak hancur sedikitpun. Padahal, bala tentara Jepang melihatnya telah hancur. Tak hanya itu. Muntahan peluru dan bom bak hujan lebat itu menerjang apa yang ada di bawahnya. Lucunya, hujan bom dan peluru itu justru jatuh di kawasan hutan belantara.

Padahal sebelumnya, tentara Jepang melihat kawasan yang berada di bawahnya itu merupakan kota yang sangat ramai dan megah. Menurut keterangan, itulah istana dari kerajaan Bunian yang terletak di Paloh. Tentu saja harapan Jepang meluluhlantakkan daerah Sambas tidak tercapai. Sebab lokasi yang dibom tersebut tiada lain hanyalah hutan belantara saja. Karena pengecohan ini kerajaan Sambas yang menjadi target sasaran penyerangan tetap berdiri dengan megahnya.

Sudah barang tentu, Sultan Moehammad Mulia Ibrahim Tsafioeddin, raja ke-15 kerajaan Sambas dan seluruh kawulanya aman dan selamat dari serangan itu. Dan hingga kini jembatan kokoh penghubung kota Sambas dan kota lainnya di Kalimantan Barat tetap berdiri. Ia menjadi saksi bisu sejarah kerajan Sambas. “Orang-orang Bunian akan selalu menjaga Sambas untuk selamanya. Percayalah tak akan ada satu orang pun yang bisa menghancurkan sambas, kecuali seizin Yang Maha Kuasa,” tutur Hasan, kuncen keraton Sambas.

“Sambas tok beh kote kramat. Sian ade yang sanggop nguasaek nye. (Sambas itu kota kramat, tidak akan ada yang bisa menguasainya),” tutur Hasan lagi. Alhasil, baik Sambas maupun jembatan keramat itu masih kokoh berdiri hingga kini.

Sumber / Penulis : Eko Risanto
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Kisah Nyata : Kisah Kehidupan Bunian Sambas

Cerita tentang kehidupan bangsa lelembut ini bukan isapan jempol. Masyarakat Kalimantan Barat amat yakin kaum Bunian adalah realita. Seringkali makhluk halus itu membaur dengan manusia, meski tak disadari kehadirannya. Pada saat-saat tertentu, kerap orang melihat kaum Bunian berada di tengah keramaian. Sang lelembut tampak layaknya manusia biasa. Hanya saja, sebuah ciri fisik tak bisa menutupi mereka. Di wajah mereka tak ada garis antara hidung dengan bibir atas. Alisnya juga menyatu. Parasnya memang aneh dan berkesan menyeramkan.

Ada satu hal yang tidak boleh dilakukan manusia bila berada dekat dengan kaum Bunian: jangan sekali-kali mengikuti ajakannya. Bila itu dilakukan, maka ia akan masuk ke alam gaib mereka dan tidak akan bisa kembali. Pusat komunitas kaum Bunian terletak di sekitar Pantai Selimpai, Kecamatan Paloh. Juga terdapat di seputar Tanjung Batu, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Tatanan kehidupan kaum Bunian amat teratur. Itu karena mereka di kelola oleh sistem kerajaan yang tertib. Mereka pun bukan tipe makhluk pengganggu yang suka Ilmu Pelet Wanita dan meneror manusia. Bahkan sebaliknya, sekali waktu mereka terlihat membaur dengan manusia untuk memberi bantuan.

Kasus perang etnis di Sambas beberapa waktu lalu, konon juga melibatkan kaum Bunian ini. Raja mereka sengaja mengerahkan pasukan Bunian untuk menghalau etnis tertentu yang dianggap mengganggu ketenteraman hidup etnis pribumi. Namun tetap saja perbedaan alam dengan mereka menyebabkan manusia takut.

Pendeknya, kehidupan kaum Bunian bukan sekadar cerita. Tapi benar-benar nyata. Bila ingin menemui kaum Bunian, datanglah ke pusat komunitas mereka di sekitar Pantai Selimpai atau Tanjung Batu. Tentu saja, tidak begitu saja seseorang bisa berhubungan langsung dengan bangsa lelembut ini. Melainkan harus dengan bantuan orang yang menjadi perantara.

Di kedua pantai tersebut, selalu ada orang yang bisa menjadi perantara dengan orang-orang dari bangsa Bunian. Menurut Hendra Sukmana, aktivis LSM yang kini menjabat Ketua Panwaslu Kota Singkawang, tanpa perantara, tak mungkin orang biasa bisa bertemu langsung dengan kaum Bunian. Hanya orang yang punya kemampuan khususlah yang bisa berinteraksi langsung dengan mereka. Tanpa memiliki kemampuan semacam itu, maka orang-orang hanya bisa melihat pantai ini sebagai objek wisata yang indah saja. Tidak lebih dari itu.

Akan tetapi, dalam kondisi tertentu, bisa saja orang biasa berjumpa dengna kaum Bunian. “Sewaktu-waktu orang biasa pun sering berjumpa dengan kaum Bunian yang tengah berada di sekitar mereka. Seperti di pasar-pasar rakyat, di dalam mobil angkutan umum, di pinggir sungai, bahkan di supermarket,” tuturnya kepada penulis.

Nah, ketika itu, terang Hendra, jangan sekali-kali berbuat ceroboh. Misalnya, sok akrab dengan sengaja menyapa mereka. Se¬bab bila tidak memiliki bekal batin yang kuat, kita bisa terpengaruh oleh ajakan mereka. Apalagi bila kaum Bunian yang menampakkan diri itu adalah kaum hawa. “Jika tidak ku¬at iman, kita bisa terpikat. Kalau itu terjadi, maka kita tidak akan bisa kembali ke dunia manusia lagi,” ujar Hendra.

“Diculik” Kaum Bunian

Bila orang kedatangan kaum Bunian, dipastikan bakal dicekam rasa takut. Kemunculannya memang kerap membuat bulu kuduk merinding. Wajar saja, siapa yang tidak takut bila di datangi mahluk halus. Apalagi selama ini berkembang anggapan bila kaum Bunian selalu membawa manusia ke dunianya. Cerita-cerita bangsa manusia sering dibawa ke alam kaum Bunian ini sudah sering terdengar.

Misalnya satu kejadian pada paruh akhir tahun 1995 di daerah Sejangkung, Sambas. Ketika itu ada anak kecil kelas 2 SD yang tidak kembali ke rumah setelah pulang sekolah. Sementara teman-teman lainnya sudah sampai di rumah. Maka keluarga si anak ini pun cemas. Mereka mencari-cari si anak ke rumah neneknya, namun tidak ditemukan. Begitu juga ditanyakan kepada teman-temannya, mereka tidak tahu.

Hingga akhimya, orang tua si anak menghubungi orang pintar di daerah itu. Setelah melalui deteksi batin, orang pintar ini mengatakan bila si anak dalam keadaan selamat. Cuma, saat ini ia tengah berada di tengah lingkungan kaum Bunian. Keterangan itu sedikit banyaknya bisa diterima keluarga. Sebab ketika ditanyakan kepada salah seorang temannya, ia mengatakan bila setelah pulang sekolah, anak ini diajak pergi beberapa anak kecil yang tidak dikenal. Orang pintar ini pun lantas menyimpulkan bila yang mengajak si anak hilang ini adalah anak-anak kaum Bunian.

Mendapat keterangan demikian, orang tua si anak amat cemas. Mereka dihinggapi pikiran negatif jika si anak tak akan bisa kembali lagi ke dunia manusia. Orang pin¬tar yang dimintai bantuan ini malah tersenyum. Ia lalu pamit untuk melakukan sesuatu. Nah, ketika hari mulai senja, tiba-tiba tiupan angin kencang menghantam rupa orang tua si anak hilang.

Peristiwa itu dirasakan betul oleh seluruh penghuni rutnah. Mereka pun dicekam ketakutan luar biasa. Sebab kejadian itu sangat tidak lazim. Di tengah-tengah suasana mencekam itu, tiba-tiba pintu rumah diketuk seseorang. Saat dibuka, ternyata si anak hilang itu sudah berdiri di depan pintu. Orang tua keluarga itu pun merasa senang karena anaknya telah kembali.

Ketika ditanya kemana saja dia pergi, dengan polos anak ini mengatakan bila ia pergi bersama teman-teman barunya naik perahu besar. Lalu dia di bawa berlayar entah ke mana. Meski semuanya orang-orang asing, tapi si anak ini merasa senang. Sebab selain bersama teman-teman baru, dia juga bisa bermain bersama. Menurut si anak, setelah puas bermain, perahu besar itu kembali merapat. Dia kemudian diantar teman-temannya pulang ke runah. Belakangan, teman-temannya itu tiada lain adalah kaum Bunian.

Dibawa ke Alam Gaib

Meski ada yang kembali ke dunia manusia setelah berhubungan dengan kaum Bunian, ternyata banyak pula yang tidak kembali alias terbawa ke alam gaib. Hal itu, bisa terjadi karena beberapa sebab. Pertama, memang sudah dikehendaki manusianya sendiri untuk bergabung dengan dunia Bunian. Ini terjadi bila, umpamanya, seorang pria jatuh hati dengan wanita dari bangsa lelembut itu. Selanjutnya orang ini ingin berhubungan terus hingga kepelaminan. Tentu saja, orang ini tidak akan kembali ke alam nyata.

Sebab kedua, seseorang tergiur oleh ajakan kaum Bunian. Inilah yanag selalu diwanti wanti setiap orang agar berhati-hati dan jangan mudah tergiur ajakan mereka. Ada satu peristiwa di tahun 1990-an. Dulu, pernah ada seorang pemuda bernama Mahyan. Ia dinyatakan hilang. Semula, orang-orang desa mengira dia pergi ke Pulau Tambelan untuk bekerja di bagan, tempat mencari ikan. Namun, pakaiannya di lemari masih utuh. Itu menandakan bila Mahyan tidak pergi kemana-mana, atau pergi tanpa pamit.

Menurut cerita teman-temannya, tadi malam Mahyan berkenalan dengan seorang wanita. Kebetulan sejak beberapa hari lalu, ada pekan hiburan rakyat di depan kantor kecamatan. Nah, sejak berkenalan itu teman-temannya tidak melihat lagi batang hidung Mahyan. Sampai keesokan harinya, Mahyan tidak kembali. Bahkan hingga berhari-hari, minggu, bulan dan tahun. Seterusnya, Mahyan tak diketahui lagi dimana rimbanya. Orang-orang di kampung berkeyakinan bila Mahyan hilang karena di bawah ke alam kaum kaum Bunian.

Ciri Kaum Bunian

Fenomena kaum Bunian sudah mendarah daging dalam masyarakat Sambas. Meski kerap muncul rasa takut bila didekati kaum Bunian, namun masyarakat di sana sudah terbiasa. Malah boleh dikata, mereka tak merasakan lagi adanya persoalan. Meski begitu, membicarakan soal Bunian bagi mereka, adalah tabu. Mereka lebih memilih diam dari pada bercerita kaum Bunian. Atau kalaupun menceritakannya, tapi secara bisik bisik. Seolah-olah takut nada bicaranya didengar orang lain, terutama kaum Bunian.

Bila tiba-tiba mereka merasakan kedatangan kaum Bunian, orang-orang Sambas lazim mengatakan, "Oh, insanak datang!" Setelah itu secara tak diam-diam dia akan menjauhi orang Bunian itu. Bisakah kaum Bunian ini dibedakan dengan manusia biasa? Tentu saja bisa. Bahkan perbedaannya amat menyolok. Rudi Fitrianto (38), warga Kota Singkawang, mengatakan bila perbedaan itu tampak pada penampilan fisik.

Misalnya pada bagian wajah. Kaum Bunian dikenal tidak memiliki garis atau tepatnya lekukan yang memanjang antara hidung den¬gan bibir atas. "Itu adalah ciri kodrati kaum Bunian,” tutumya. Inilah ciri fisik yang sangat jelas membedakan kaum Bunian dengan manusia. “Kalau kita melihat seseorang yang tidak memiliki garis bibir itu, maka dipastikan orang itu adalah kaum Bunian,” tuturnya lagi.

Ciri lainnya, kaum Bunian memiliki bentuk alis yang khas. Alisnya lebat dan tampak seperti menyatu. Ciri seperti ini, boleh jadi terdapat pada sebagian kecil manusia. Selebihnya, bentuk fisik kaum Bunian dengan manusia nyaris sama. Misalnya soal tinggi badan. Karena itu, bila berpapasan secara sepintas, nyaris seseorang tak dapat membedakan dia adalah Kaum Bunian atau manusia. Selebihnya, terang Rudi, wujud kaum Bunian memang halus. Sehingga banyak orang menyebutnya makhluk halus atau lelembut.

Meski mereka mahluk halus yang terkadang menampakkan diri, ada orang-orang tertentu yang bisa melihat kaum Bunian dalam keadaan secara kasat mata. Mereka adalah orang-orang tua dan anak-anak kecil, meski tidak semuanya. Beberapa tahun lalu, ketika pecah perang etnis di Sambas, banyak anak-anak kecil yang sering duduk dipinggir sungai Sambas. Ketika ditanya mengapa duduk-duduk di situ, mereka menjawab sedang melihat kapal besar yang mengangkut banyak orang. Kapal itu terlihat menuju Keraton Sambas.

Kebenaran cerita anak-anak itu diperkuat kenyataan bila di halaman Keraton Sambas, secara tiba-tiba berkibar bendera wama kuning. Itulah bendera khas Kerajaan Sambas tempo dulu, yang sejak lama tidak pernah dikibarkan. Keadaan itu memberikan sinyal bila bangsa Bunian tengah berkumpul di sekitar Keraton Sambas. Hanya saja wujud mereka tidak terlihat. Dan pada malam harinya, warga Sambas melihat kotanya sangat ramai sekali. Namun mereka sama sekali tidak mengenal orang-orang itu datang dari mana. ***

Asal Usul kaum Bunian

Tidak bisa dipungkiri kemunculan Kaum Bunian sedikit banyak memberi perasaan takut dalam diri manusia. Meski mereka sebenarnya tidak mengganggu. Kemunculannya kerap membuat bulu kuduk merinding. Maklum, perbedaan alam mereka telah membuat semacam jurang pemisah. Padahal, bila ditelusuri, asal usul kaum Bunian ini adalah manusia juga. Keberadaan mereka sangat erat hubungannya dengan kerabat Keraton Sambas. Siapakah sebenarnya kaum Bunian ini ?
Tahun 1757 M, Kerajaan Islam Sambas berada di puncak kejayaan. Raden Djamak yang bergelar Sultan Oemar Aqqamaddin (II), naik tahta. Ia mengantikan ayahanda Sulta Abubakar Kamaluddin, keturunan Sultan Hasan Ibnu Syaiful Rizal. Keraton Sambas kerap pula disebut istana Alwaat Zik Hubbillah. Keraton ini terletak di muara Ulakan yang menghadap persimpangan tiga cabang anak sungai, yakni Sungai Sambas, Sungai Teberau dan Sungai Subah.

Diujung utara berlatar belakang Gunung Senuju yang melengkung hijau, sementara di sebelah timur berderet bukit barisan yang dinamakan Pegunungan Sebedang. Di muara Sungai Sambas selatan diapit dua gunung, yaitu Gunung Gajah dan Gunung Kalangbau. Karena kondisi geografis itulah, negeri Sambas menjadi terkenal. Negeri itu aman dan makmur dengan julukan “negeri laksana kembang setaman”.

Keraton Sambas didirikan oleh Raden Sulaiman yang bergelar Sultan Muhammad Tsafiuddin I di Tanjung Muara Ulakan Lubuk Madung, tahun 1687 Miladiyah. Atau bertepatan dengan tahun 1680 Hijriah. Raden Sulaeman adalah putra dari Giri Mustika, Raja Tengah, yang menikah dengan putri Surya Kencana, adik raja Panembahan yang memerintah Kerajaan Tanjungpura. Perkawinan itu terjadi karena kapal yagn ditumpangi Raja Tengah dihantam badai di sekitar Pulau Tanjung Datuk. Kejadiannya saat ia pulang dari Keraton Johor menuju Sarawak.

Tanjung Datuk sendiri terkenal angker. Menurut cerita, Tanjuk Datuk atau Paloh itu adalah pusat pemerintahan orang-orang Bunian. Kerajaan Sambas Tua terletak di Kota Lama dan berada di wilayah Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas. Kerajaan itu dikenal dengan nama Kerajaan Ratu Sepudak, yang merupakan pendiri kerajaan kecil itu pada jaman sebelum masuknya pengaruh Islam ke Sambas.

Menurut beberapa sumber, kerajaan kecil di Paloh pada mulanya dipimpin oleh Pangeran Prabu Kencana yang bergelar Ratu Anom Kesuma Yoeda. Lengsernya beliau dari tahta pemerintahan karena pemberontakan yang dilakukan oleh anak angkatnya yagn berasal dari negeri Bunian bernama Tan Nunggal. Dan menurut cerita dari mulut ke mulut di kalangan kerabat istana, yagn saat ini memerintah di Kerajaan Bunian adalah keturunan raja sambas bernama Raden Sandi. Raden Sandi dinyatakan menghilang dari kerajaan, karena diambil kaum Bunian.

Menurut Hasan (65), kuncen Keraton Sambas, yagn juga masih keturunan Pangeran Bendahara, putra Sultan Moehammad Tsafiuddin II, menolak jika raibnya sang pangeran karena diambil untuk dijadikan raja di Kerajaan Bunian. “Itu tidak benar. Tidak ada orang Bunian yang mengambil Raden Sandi. Beliau Raib karena kehendak Allah semata,” tuturnya.
Raden Sandi Braja, kata Hasan, adalah salah satu putra raja Sambas Sultan Moehammad Tsafioeddin II. Ia termasuk sosok yang jenius dan mampu menyelesaikan sekolah sekolah sebelum waktunya. Tanggal 8 Desember 1890, ia melanjutkan sekolah ke tanah Jawa diantar Menteri Pangeran Tjakranegara Pandji Anom. Keberangkatannya bersamaan dengan diasingkannya sang ayahanda ke tempat pembuagnan oleh Penjajah Belanda.

Raden Sandi dan saudaranya Raden Mohammad diserahkan kepada Tuan Bestantjesdijk, direktur Opleideing School di Bandung. Dan, lima tahun kemudian keduanya kembali setelah berhasil menyeelsaikan pelajarannya dengan baik. Seusai itu ia langsung diangkat menjadi putra mahkota, namun belum sempat menduduki tahta, beliau meninggal dunia.

Ada beberapa versi soal kematian Raden Sandi Braja. Konon, sang pangeran muda jatuh cinta pada seorang gadis dalam lingkungan istana. Sayangnya, hubungan itu tidak direstui Datu Sultan. Maklum, sang gadis ternyata masih saudara sendiri. Ini sangat dipantangkan di keraton.

Sebenarnya, sang pangeran mdua itu telah dijodohkan dengan gadis yagn berasal dari Negeri Titis Sepancuran, Brunai Darussalam. Karena memang begitulah pesan leluhur memerintahkan. Tapi ia tetap saja menolak, sampai akhirnya mengambil jalan tengah. Dengan lapang dada ia menerima saran dari ibundanya. Sarannay, jika tetap menolak untuk dijodohkan dengna puteri dari Brunai, maka ia diperbolehkan mencari puteri dari negeri lain, asalkan bukan dengan saudara sepupu sendiri. Maka berangkatlah Raden Sandi ke negeri Johor.

Tapi, baru beberapa bulan di sana, ia mendapat kabar bahwa kekasihnya telah dinikahkan dengna seorang lelaki asal negeri Siak. Mendengar kabar tidak sedap itu, Raden Sandi langsung membatalkan perantauannya. Ia pulang ke Sambas untuk membuktikan kebenaran kabar iut. Dan, kenyataannya telah membuatnya sakit hati. Ia tak menyangka ayahandanya sampai hati memtuuskan hubungan mereka. Maka tanpa pikir panjang lagi, Raden Sandi melampiaskan amarahnya. Ia mengamuk dan tak seorang pun mampu menahan kehebatannya.

Usai melampiaskan kemarahannya, ia bersumpah tak akan menduduki tahta kerajaan dan akan meninggalkan Sambas selama-lamanya. Agaknya, takdir berkehendak lain. Belum sempat Raden Sandi meninggalkan istana Sambas, ia terserang penyakit yang tak ada obatnya. Penyakit itu akhirnya merenggut jiwanya. Namun sebuah keajaiban terjadi.
Sesaat setelah mengembuskan nafas, tubuh Raden Sandi hilang entah ke mana. Yang tinggal hanyalah batang pisang. Raden Sandi hilang secara misterius.

Menurut sebagian kawula istana, jenazah putra mahkota itu lenyap misterius dan digandi batang pisang. Tapi banyak pula yagn mengatakan bila ia mati diambil oleh orang Bunian di Paloh. Konon, itu sebagai tebusan atas nyawa burung peliharaan Putri Kibanaran (Orang Bunian) yagn tewas saat Raden Sandi berburu di hutan Paloh. Orang pintar dari keraton menyatakan bahwa Raden Sandi Braja telah menjadi raja di Negeri Kibanaran.

Belakangan, ada beberapa sumber yang menyebut bahwa dulu pernah ada pengusaha dari Singapura yagn pergi ke Bandar Paloh dan berjumpa dengan Raden Sandi. Dengan mata kepala sendiri ia menyaksikan betapa suasana di Bandar Paloh sangat ramai dan sibuk, laksana pelabuhan laut sebuah negara besar. Transaksi dagang dengan Raden Sandi pun berlangsung. Tapi apa yang terjadi.

Saat sang pengusaha yang bernama Taib bin Djasman membuka map transaksi di depan rekannya dari Jakarta, kertas berharga itu hanyalah selembar daun sirih yang sudah layu. Dengan penasaran sang pengusaha itu kembali ke Bandar Paloh. Tapi, yang didapat di sana berbeda. Yang dia lihat sekarang hanyalah sebuah desa dan pasar kecil di pinggir sungai kecil. Sebagian kawasan masih ditumbuhi hutan lebat. 

Sisi Lain Keraton Sambas

Masa keemasan Kerajaan Sambas telah berakhir. Namun sisa-sisa kebesarannya masih bisa disaksikan hingga kini. Salah satunya adalah keberadaan Keraton Sambas yang masih berdiri kokoh di sisi muara dari tiga cabang anak sungai di Sambas. Rasa hormat masyarakat pun masih tinggi terhadap keluarga keraton. Uniknya, banyak kisah-kisah kisah seputar keraton yang sulit diterima logika.

Sulit rasanya mencari keterangan lengkap asal mula nama Sambas. Namun, cerita rakyat, menyebut bahwa nama Sambas berasal dari dua orang sahabat yakni Samsudin dan Abas. Samsudin berasal dari Suku Daya dan Abas suku Melayu. Di antara mereka ada seorang tokoh keturunan Tionghoa. Dalam bahasa Cina, persahabatan mereka disebut Sam yang artinya tiga. Maka orang-orang Tionghoa di sana menyebut mereka Sambas.

Menurut satu versi, asal mula Sambas berasal dari Paloh, pusatnya kerajaan urang Kibanaran atau kaum Bunian. Dan orang yang kali pertama kawin dengan kaum Bunian adalah Samsudin. Sejak perkawinannya dengan kaum Bunian di Paloh, Samsudin tidak pernah memperlihatkan dirinya lagi. Dikabarkan bila Samsudin telah menjelma menjadi bangsa Kibanaran atau kaum Bunian. Wujudnya menghilang dan tak nampak lagi oleh pandan¬gan mata.

Namun meski berbeda alam, Samsudin masih mengikuti kedua sahabatnya. Ke manapun mereka pergi, Sam selalu ikut. Begitu pula sebaliknya. Persahabatan mereka kekal dan dikenal sejarah hingga kini. Sampai suatu ketika, ketiga sahabat ini meneguhkan perjanjian untuk tidak saling menyakiti sampai akhir hayat. Sejak itu seakan tercetus ikrar antara suku Dayak yang disebut orang darat dan suku Melayu yang disebut orang Laut.

Sebagai tanda ikrar, diambillah sebongkah batu bekas reruntuhan Gunung Sibatu. Terucaplah ikrar keramat mereka, "jika batu itu timbul, maka akan perang orang darat melawan orang laut. Serta merta dengan ikrar, dibuanglah batu di persimpangan Sungai Tibarrau dan Sungai Subah.Tiba-tiba air tempat jatuhnya batu berputar, seperti hendak memberikan peringatan bahwa janji yang dibuat tak boleh dilanggar.

Sampai saat ini, masih bisa disaksikan air di sekitar tempat itu masih berputar. Orang-orang Sambas menyebutnya Muara Ulakkan, karena air mengulak atau berputar. Akhirnya tercetuslah nama Sambas yang berasal dari Samsudin dan Abas. Daerah itupun dikenal banyak buayanya. Salah satunya terdapat seekor bu¬aya kuning. Oleh penduduk di sana, raja air itu dinamakan Nek Goro atau Nek Agou. Bila cuaca hujan rintik yang dibarengi sinar matahari (hujan panas), buaya ini akan menampakkan diri. Ia berenang hilir mudik dengan tenangnya.

Sumur Keramat


Di sisi Keraton Sambas, terdapat sebuah sumur yang airnya berwarna keputih-putihan. Sumur ini sangat dikeramatkan karena memiliki keampuhan. Bagi warga Sambas, kisah beberapa tahun lalu masih terngiang-ngiang. Beberapa tahun silam, sumur keraton ini sangat populer. Tepatnya ketika meletus kerusuhan antarsuku yang memakan banyak korban. Tragedi berdarah itu terekam dalam lukisan besar di dalam ruangan utama Keraton Sambas. Sehari-harinya, air sumur ini tak pernah digunakan. Sebab keluarga keraton lebih sering memakai air sungai untuk keperluan sehari-hari.
Menurut cerita, air sumur ini memiliki keampuhan yang sangat luar biasa. Hanya saja, keajaiban air sumur ini muncul bila terjadi suatu keadaan darurat. Misalnya setelah minum air sumur ini, tubuh menjadi kebal terhadap ba¬cokan berbagai jenis senjata tajam. Selain itu, orang yang meminumnya bisa tumbuh kepercayaan diri yang kuat dan keberanian luar biasa.

Dahulu, ketika tentara Jepang dan Belanda menguasai Sambas, kelakuan mereka sangat kejam dan bengis. Selain menindas, mereka juga kerap menyiksa rakyat. Tidak sedikit korban jiwa terenggut. Untunglah, air sumur keramat Keraton Sambas bisa menjadi solusi. Setelah meminum air sumur ini, orang pun jadi kebal. Selain itu muncul pula keberanian orang ini untuk untuk melawan kaum jenjajah.

Ada satu orang yang disebut-sebut berada dibalik kemujaraban sumur keramat ini. Dia adalah Raden Sandi Braja, putra mahkota Kerajaan Sambas, yang kemudian menjadi Raja di negeri kaum Bunian. Dengan kesaktiannya Raden Sandi membuat air sumur itu menjadi mujarab. Konon, tujuannya membuat sumur ini tak lain agar keluarga dan kawula Keraton Sambas dapat membela diri dan sekaligus terhindar dari penindasan bangsa lain.

Sumber / Penulis : Eko Risanto
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya