Selasa, 30 Desember 2014

Cerita Misteri Online : Makhluk Halus Sebagai Penglaris Rumah Makan

Makhluk Halus Sebagai Penglaris Rumah Makan
Tulisan ini berdasarkan Pengalaman salah seorang umat Buddhis ketika sedang bersantap malam di salah 1 restoran Sea Food terkenal di kota S. *) Nara sumber tidak bersedia mengungkapkan jati dirinya dan tidak bersedia menyebutkan nama nama restaurant yang menurutnya " Ditumpangi" oleh mahluk halus. ( Dalam konteks ini :" saya " adalah nara sumber bukan penulis ) . 
Tulisan di bawah ini sesuai dengan apa yang diceritakan tanpa di beri "embel2" atau di "per indah" dan di tulis apa adanya karena Dhamma adalah kebenaran. Prinsip saya Lebih baik menceritakan kebenaran meski tak enak didengar daripada menceritakan kebohongan meskipun indah atau enak di dengar. 

Beginilah kisahnya .................... Saya mempunyai seorang Klien di S. Suatu ketika kebetulan saya berkunjung kesana . Klien saya ini pernah bercerita bahwa suaminya adalah penyembuh spiritual kristen ( spiritual ilmu pelet wanita healer) , sebelum jadi penyembuh sang suami mempelajari berbagai macam ilmu klenik, seperti bertapa dalam air (kungkum) selama beberapa hari, puasa putih, dll, sampai akhirnya menjadi insyaf dan menjadi pengikut nasrani. Saya tidak begitu antusias mendengarkannya dan hanya memperhatikan sekilas. 

Lagipula saya merasa tidak tertarik dengan yang hal hal begituan (klenik, black magic, spiritual healing, dll) . Dan saat saya berkunjung kesana (kota S) , klien saya bermaksud mengundang saya bersantap malam di sebuah restoran sea food yang paling terkenal di kota tsb. Menurut beliau , restoran ini amat ramai, sehari pemasukannya sampai ratusan juta rupiah . Saya sempat menolak ketika mendengar bahwa sea food ( udang, ikan, dll) nya benar benar fresh (segar) / hidup hidup langsung dimasak. 

Sebagai seorang Buddhis meski bukan vegetarian tetapi saya merasa "risi" dan tidak tega memakan binatang yang hidup hidup langsung dimasak. Tetapi beliau ini memaksa , dan berkata bahwa seafood di restoran itu amat enak dan terkenal. Begitu sampai di tempat tujuan (di daerah ber intial M) , tampak pada pintu masuk terpampang sebuah kereta kayu ( gerobak dorong) yang cukup besar . Saya mempunyai perasaan tidak nyaman dan dengan sengaja mengambil arah ke kanan (menghindar) . Beliau menyarankan agar saya memilih sendiri sea food yang akan dihidangkan. Saya menolak dengan halus dan menyarankan agar tidak memilih yang hidup. Selesai beliau memilih hidangan , kami berdua duduk di meja bulat agak besar ( kira kira cukup untuk 6 orang) . 

Tempat duduk tersebut terletak agak dekat ke tengah ruangan . Saya lalu memperhatikan ke sekeliling , ruangan luas dan terdapat banyak meja serta kursi, dan ketika melihat kearah atas tampak patung kuda putih , kalau tidak salah berjumlah 3 ekor , tergantung di atas di tengah tengah atap . Kemudian tepat di tengah tengah ruangan tak begitu jauh dari tempat duduk kami, tampak ada tandu pengantin cina antik yang terbuat dari kayu. Saya berusaha untuk tidak melihat ke arah tandu karena merasa tidak nyaman. Dalam hati saya berpikir, kok tempat ini terasa angker dan membuat hati saya merasa tidak genah. Tak lama kemudian makanan dihidangkan. Terus terang, saya tidak merasa makanan itu enak. 

Rasanya biasa saja, hambar dan sama sekali tidak istimewa. Sehingga saya merasa heran melihat betapa ramainya restauran sea food itu. Kira kira 20 - 30 menit kemudian suami klien saya muncul bersama ke 2 anak laki lakinya yang baru berangkat remaja. Setelah saya diperkenalkan kepada suami dan anak anaknya,.S ambil menunggu hidangan selanjutnya, kami mengobrol tentang hal hal umum (basa basi). Tampak suami klien saya memperhatikan saya dengan seksama, saya agak heran. Lalu dia bertanya : " Bu ....coba lihat ada apa di tandu sana. " karena saya kaget di "tembak" secara tiba tiba , secara spontan saya langsung melihat ke arah tanda. Sebelumnya firasat saya sudah merasakan ada sesuatu yang aneh disana tapi saya berusaha tak ambil peduli dan berusaha tak memperhatikan tandu itu. Tetapi karena kaget secara otomatis saya melihat dengan mata batin ( meski saya tidak memalingkan kepala --- tetap saja "mau tidak mau " tetap terlihat ). Reaksi "spontan" . 

Dan tampak seorang wanita duduk didalam tandu sana. Dan pada saat itu juga semua bulu kuduk dan bulu roma saya berdiri, dan ke 2 tangan serta kaki saya dingin . Hati saya tergetar dan tiba tiba saya merasakan ada kesedihan amat mendalam disana ( pada wanita itu) . Suami klien saya terus mendesak dan bertanya : Apa yang ibu lihat ? Saya menjawab secara spontan tanpa bisa di "rem" , seorang wanita. Lalu ia bertanya lebih lanjut : "Tua atau muda" , saya jawab muda. Sudah nikah belum, hampir. Saya jawab hampir karena wanita itu mengenakan baju pengantin kuno, seperti jaman cina kuno dengan segala ornamen dan atributnya. Sebenarnya, saya melihat pada perut wanita itu ada bekas tusukan (berdarah). Rupanya , wanita itu dibunuh dalam perjalanan menuju ke tempat upacara pernikahan (pelaminan) . 

Mungkin karena kemelekatannya pada tandu (mati penasaran) maka ia terperangkap disana selama entah berapa ratus atau mungkin ribuan tahun. Saya amat yakin bahwa wanita ini merasa amat menderita dan sebenarnya ingin dibebaskan dari sana. Tetapi saya tak mampu mengatakan apa apa atau berbuat apa apa selain berdoa dan mencoba menyalurkan jasa agar ia bisa bebas dari penderitaannya. Hanya saja pertanyaan pertanyaan itu membuat saya dongkol karena saya merasa " di paksa" melihat sesuatu yang tidak menyenangkan. Saya bertanya apa maksud bapak bertanya hal hal seperti ini kepada saya ? Menurut suami klien , ia bertanya karena wanita dalam tandu itu terus menerus melihat dan memperhatikan saya. Lalu ia melanjutkan dengan berkata :" coba lihat ke mata saya" . 

Dalam hati saya pikir kurang ajar sekali, dan saya tahu maksud dan tujuan dia adalah berusaha menghipnotis saya . Dalam hati saya berkata : " Emangnya gua takut" ? , lalu dengan menantang saya langsung melihat ke bola mata nya. Tampak ke 2 bola mata bapak itu menjadi putih semua. Saya mengeraskan hati dan memperkuat keyakinan saya terhadap Sang Triratana . Dan saya merasa yakin tidak akan terpengaruh. Kemudian dia berhenti sambil tertawa dan berkata. Ibu...ini .... belajar ilmu dimana. Dan saya jawab dengan sejujurnya , tidak saya tak pernah belajar ilmu apa apa dan tidak berusaha untuk belajar apapun. Hanya saya pernah meditasi, itupun tidak rutin dan sebentar serta tanpa guru dan sudah lama tidak pernah meditasi lagi. Kemudian suami klien ini mengakui , memang patut diakui agama budha itu hebat, sebaiknya ibu rajin meditasi. Kemudian dia melanjutkan, bercerita mengenai restoran ini . 

Menurut dia, restoran ini sengaja menaruh mahluk ( wanita di tandu) dan setan anak kecil ( pada kereta dorong di depan) supaya laris. Sambil mendengarkan, terasa oleh saya kalau sebenarnya masih ada mahluk mahluk halus lain yang berseliweran diantara para pengunjung. Dalam hati saya merenung, sebenarnya untuk apa pemilik restoran melakukan hal hal seperti itu. Ingin kaya ? Saya amat menyayangkan pendapat seperti itu . Menyedihkan sekali . Mereka tidak sadar akan akibat buruknya. Atau mereka secara "tidak sengaja" membeli barang antik yang sebenarnya ada "penghuni"nya. Tetapi mengapa barang barang itu di letakkan sedemikian rupa. 

Apapun alasannya , setelah meninggal suka tidak suka si empunya restoran itu akan menjadi budak dari mahluk mahluk yang sekarang dijadikan sebagai penglarisnya. Bayangkan ! Sedangkan mahluk mahluk itu saja sudah amat menderita. Dan yang lebih menyedihkan lagi keluarga dari empunya restoran itu (karena turut menikmati hasil uang kotor hasil dari jasa mahluk tsb ) akan juga menerima akibat buruknya. Saya juga merasa kasihan kepada mahluk mahluk itu karena tak bisa bebas dari penderitaan . Kalau saya mengundang bhikkhu (sangha) yang pandai kesana, pastilah si pemilik akan marah besar. Jadi saya juga tidak bisa berbuat apa apa kecuali menyalurkan jasa kebaikan saya kepada mahluk mahluk itu. Semoga bermanfa'at bagi mereka. Saran saya sebaiknya jangan memakan makanan di restoran yang memakai mahluk sebagai penglaris karena makanan tsb sudah di persembahkan untuk mahluk mahluk itu terlebih dahulu. 

Terkadang makanan itu sudah " di muntahkan" terlebih dahulu oleh mahluk yang bersliweran di sekitar pengunjung. Jadi yah bayangkan , apakah tidak " jijik " melihatnya ? . Janganlah meniru si empunya restauran itu (*menggunakan penglaris dengan cara tidak wajar) , hendaknya kita belajar menerima apa adanya. Harta duniawi bukanlah segala galanya. Nibbana adalah tujuan kita dan Nibbana sesungguhnya berkah tertinggi. Dan saya ingin menghimbau agar para umat buddhis jangan lupa membagi jasa kepada semua mahluk yang ada dialam semesta ini (pattidana) dengan membacakan paritta suci (aradhana/ ratanasutta/ karaniyamettasutta/buddhanussati/ dhamma/sanghanussati/ jayamangala. cullamangala/pattidana). Tidak perlu membakar kertas dan menyajikan buah buahan , lebih baik uangnya di danakan untuk ARIYA sangha atau sesuatu yang lebih berguna, misalnya utk anak hidrosefalus /sakit / yatim piatu . 

Untuk membangun jembatan rusak, membantu penderita musibah / kecelakaan, dll. Note : Kisah diatas adalah pengalaman salah seorang umat yang memiliki "mata batin" (mata dewa / Dibbacakkhu ) semenjak lahir. Menurut umat tsb , banyak restauran di Jakarta ysng "DITUMPANGI" ( "salah 1 kuring yg terkenal, restauran di kota tua yg memang bekas jaman penjajahan dahulu ) yang ada "mahluk"nya. Ada yang memang di sengaja tetapi ada yg memang sudah semenjak dulu sdh di "huni" oleh mahluk tsb. Demikian juga dengan bbp toko emas di Jakarta / Tangerang. Biasanya resto atau toko tsb ada 1 hari libur dalam seminggu . Hari tsb digunakan khusus untuk mempersembahkan sesajen kpd mahluk yang menumpang tsb. Ada juga money changer di daerah KG Jakarta Utara yang meminjam jasa "Semar mesem" sebagai penglaris. Jadi bukan hanya resto yang bisa memakai "jasa" peta ini. Jadi berhati hatilah makan di restoran. 

Bila merasa "tidak genah" spt bulu kuduk berdiri, ada bebau an aneh ( * tidak selalu harus bau, kadang wangi bunga) , tiba tiba angin kencang bertiup padahal tidak hujan. Sebaiknya jauhi tempat tempat seperti itu. Tulisan diatas bukan bertujuan untuk menakut nakuti tetapi lebih untuk meningkatkan kewaspadaan kita . Sekali lagi percaya atau tidak terserah anda. Dan mohon ma'af bila tidak berkenan dihati anda. SEMOGA BERMANFA'AT bagi anda . Paling tidak membuka wawasan kita bahwa setan itu ada. Dan tidak seperti "perkiraan orang pada umumnya" bahwa setan itu berada di neraka. 

Tidak , pendapat itu tidak benar, meski tidak memiliki alam sendiri tapi setan tidak berada di neraka. . Setan itu berada di dunia ini dan bertempat tinggal di hutan , gunung, kuburan, rumah tua, terkadang rumah yang dihuni oleh manusia . Hanya saja mereka "kasat mata" sehingga kita tidak menyadari "keberadaan " mereka. Maka dari itu jangan buang hajat atau "kencing" sembarangan (mis, di pohon besar --- yang seringkali berpenghuni) . Bila merasa terganggu setan juga bisa membalas dendam . Dan ada beberapa jenis setan yang memiliki kesaktian (mahidhikka) sehingga bisa menyalin rupa, menampakkan diri, menakut nakuti orang, dll.
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.