Selasa, 23 September 2014

Kisah Teladan : Kisah Istri Seorang Tukang Bangunan

Oleh :  Anggraini Indira

Seorang ayah tanpa sengaja mendengaar percakapan sang istri yg tengah menasehati anaknya yang merasa rendah diri karena ayahnya hanya seorang tukang batu (kuli).

“nak, apakah kamu tau? bagaimana gedung2 bertingkat dan apartemen mewah itu bisa berdiri?? jalan tol dan jembatan layang bisa dibangun?? pelabuhan dan bandara bisa di gunakan??? semua membutuhkan orang2 seperti ayahmu untuk mengerjakannya,­memang ada para pengusaha dan investor untuk membiayainya. ada arsitek dan desain interior yang merancangnya, juga ada para manager dan mandor yang mengawasi jalannya pekerjaan itu,, tapi tanpa ada orang2 seperti ayahmu yang menggali tanah, mengaduk pasir dan semen, menyusun batu kali untuk jadi fondasi kemudian menjadikannya sebuah tembok kokoh yg tidak mudah ambruk, semua impian mereka tidak akan terwujud tanpa orang2 seperti Ayahmu..” ungkap si ibu kepada putranya.

“di setiap rumah sakit, bank, gedung perkantoran, terdapat sidik jari dan butiran keringat ayah mu yang melekat di dinding bangunan itu.” lanjut sang ibu dengan penuh kasih sayang.

si anak kemudian menghampiri dan memeluk ibunya sambil berkata, “terima ­kasih ibu, engkau telah membuat saya percaya diri dan bangga mempunyai ayah seorang tukang batu..”
Si ayah yang mendengar percakapaan ILMU PELET WANITA mereka kemudian masuk dan berkata kepada mereka “terima kasih kalian telah membuat hidup ayah sangat berarti” kata si ayah sambil menyeka air mata nya.

*
semua orang bangga dengan pekerjaannya selain itu yg lebih penting lagi,”Dunia tidak menuntu kita /kamu/anda untuk menjadi seorang arsitek/ presiden/ politikus/ DPR/ ­ilmuwan, ect.

“untuk kebahagiaan, Dunia hanya menuntut kita agar menjadi seorang yang terbaik pada apa pun yang anda kerjakan, apapun profesi dan pekerjaan kita, yg penting HALAL, lakukanlah dengan penuh suka cita dan rasa bangga..”
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Senin, 22 September 2014

Misteri : Tiga Gereja Paling Angker di Dunia

Gereja biasanya adalah tempat beribadah bagi umat kristen, selain mempunyai ruangan besar, didalamnya juga saat nyaman. Namun bagaimana jika gereja tersebut dinyatakan Angker? Tentu kedengarannya sangat aneh ya. Tapi beberapa gereja ini dipercayai sangat angker bagi orang-orang disana, berikut adalah kutipan dari Daily Mail.

Gereja St Michan

Gereja St. Michan yang berada di Irlandia ini dipercaya paling angker di dunia. Hal ini disebabkan di kubah salah satu gereja dikuburkan tubuh tanpa nama yang telah diawetkan atau mumi. Kisah yang beredar adalah ketika mereka tengah beribadah di gereja ini kerap diganggu oleh bisikan-bisikan bernada menyeramkan.

Orang-orang yang sembayang juga kerap mengalami rambutnya ditiup atau ditarik oleh sesuatu yang tidak terlihat. Karena keangkerannya tersebut, maka hanya beberapa orang saja yang masih setia beribadah di sana, dan selebihnya memilih gereja lain untuk berdoa.

Gereja Paroki

Gereja Paroki yang berada di Kota Oistins Barbados, yaitu sebuah negara kepulauan terletak di perbatasan Laut Karibia dan Samudra Atlantik, sekilas Gereja Paroki terlihat seperti tempat ibadah pada umumnya. Memiliki warna gading, serta terlihat nyaman.

Akan tetapi gereja ini ternyata menyimpan cerita mistis dan menjadi bahan cerita turun temurun. Pada awal abad 19 lalu, sebuah peti mati disimpan dalam sebuah rak besi dan digembok, namun secara ajaib peti mati itu keluar sendiri dari lemari. Sampai hari ini peti itu masih ada disana, namun tak satu pun berani memindahkannya.

Gereja St James Sag

Gereja St James Sag di bangun pada tahun 1800an dari batu kapur. St. James Sag adalah Gereja yang terletak di Amerika Serikat, Gereja ini terkenal karena Ilmu Pelet Wanita dan keangkerannya. Tidak sedikit cerita mistik seputar gereja ini, bahkan bukit yang berada di belakang gereja ini juga seolah-olah hidup.

Tepat pada November 1977, Richard Crowe, yaitu seorang perwira polisi mengatakan dia dihampiri sembilan biksu lalu menghilang di gerbang pemakaman yang terletak didekat gereja St. James Sag.

Biarawan yang ditempatkan di gereja ini pun banyak mengaku tidak kerasan disana. Mereka sering melihat kereta hantu dengan arwah pengantin di atasnya serta bukit yang bergerak mendekat ke arah gereja.
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Kisah Mistis : Kisah Nyata Tinggal di Rumah Hantu | Leony Li

INI ADALAH KISAH SUMBER NYATA OLEH LEONY LI, DENGAN MENJAGA PUBLIKASI KEHIDUPAN SAYA SEHARI-HARI, TOKOH-TOKOH ATAU NAMA YANG TERKAIT DIBAWAH INI ADALAH NAMA SAMARAN. MARI KITA SIMAK KISAH SELENGKAPNYA DIBAWAH INI.

Misteri Leony Li - Kejadian ini di sekitar tahun 2002-an, disaat itu saya masih duduk di bangku sekolah SMA. Waktu itu saya tinggal bersama dengan tante saya di Riau Bengkalis. Karena rumah tante mau dibangun ulang. Dan demi menyambung kenyamanan hidup, kami menyewa sebuah rumah. Yang layaknya berlindung dari teriknya mentari dan dinginnya embun malam.

Awalnya, kami pindah ke rumah yang kami nyewa itu tidak ada kejanggalan apa-apa. tapi kalau melihat kondisi rumah, memang ada sedikit angker, itu pun hanya menurut saya. setelah memasuki tiga bulan lamanya, kejadian aneh mulai mengusik kehidupan kami. Kejadiannya adalah, bau busuk yang begitu menusuk hidung, tapi, dicari-cari tidak menemukan bau tersebut.

mungkin karena rumah lama, apalagi begitu banyak sela-sela yang sukar ditelusuri, dan yang dapat kami pastikan adalah bau busuk itu datangnya dari luar rumah. Lantaran bau itu juga bersifat sementara. Setelah beberapa hari, bau itu pun hilang dari indra ciuman kami.

Setelah seminggu kemudian, kejadian aneh datang lagi, kali ini adalah ditengah malam, kala itu, tante saya lagi sakit (panas tinggi). Melihat kondisi tante saya dan apalagi anaknya besok pagi harus bekerja, maka itu saya pun menukar peran buat anak tante saya, mengantikan menjaga ibunya.

Sedetik demi sedetik waktu berjalan, tidak terasa, jam dinding telah menunjukkan 23:45-wib. mungkin karena cuaca yang panas, serasa mata pun tidak bersahabat untuk di ajak tidur. karena itulah, yang dapat saya lakukan hanyalah nonton tv. "Malam minggu yang membosankan." Bisik saya dalam hati.

Setelah waktu berjalan kira-kira 00:35-wib, saya mendengar ada suara di rumah belakang kami, seperti ada seseorang yang melakukan pembersihan alat makanan. Merasa sangat aneh dengan suara tersebut, sejenak pemikiran saya terlintas, "jangan-jangan ada maling yang masuk? kan sekarang ini banyak kasus pencurian yang sering saya dengar dari sana sini."

Untuk memastikan pemikiran saya itu benar atau salah, setidaknya harus membuktikan asal suara itu. Dengan langkah kaki pelan-pelan saya mendekati pintu belakang, Setelah saya membuka pintu, ternyata dibelakang tidak ada siapa-siapa. "Mungkin saya salah dengar, atau saja ada tikus yang lagi cari makanan," desis saya. Dan saya pun kembali kekamar.

Setelah matahari mulai terlihat dari ufuk timur, menandakan malam telah berganti dengan pagi, dengan suasana begitu cerah di pagi itu. Lagi-lagi saya di buat kaget oleh sebuah pemandangan, ya, saya melihat alat-alat makanan itu pecah semua. "Lho? kok pecah semua? apakah tikus yang melakukan?" Pikir saya.

Membuat saya heran adalah mengapa saya tidak mendengarnya, kalau saja alat-alat makanan itu pecah, tentu ada suaranya, lagipula seisi keluarga kami juga tidak mendengarnya. Karena saat itu penyakit tante semakin parah, maka, soal alat-alat makanan itu dalam sekejap sudah terlupakan.

Untuk mendapatkan fasilitas pengobatan yang lebih baik, kami sekeluarga memutuskan tante saya diberangkatkan ke Malaysia untuk mendapatkan perawatan. Karena saat itu, pengobatan Ilmu Pelet Wanita di daerah kami sangatlah minim dengan adanya beberapa dokter lokal saja.

Siang itu, tante saya berangkat, dengan ditemani kedua anaknya ke daerah Dumai, dan dari Dumai pula baru ada kapal menuju Malaysia. Memang pada saat itu, daerah yang kami tinggal tidak ada kapal yang berangkat ke Malaysia (sekarang sudah ada). Karena itulah, yang tinggal di rumah, saya dan anak tante saya yang paling bungsu, kita panggil saja Leni sebagai nama samarannya. Leni tergolong anak yang cukup mandiri dari penilaian saya. tapi saat itu, memang tidak ada kejadian aneh yang mendatangi kami berdua.

Setelah hari pertama kepulangan tante saya dari Malaysia, kejadian mistis itu datang lagi. Malam itu kira-kira jam 22:00-wib, mungkin karena musim kemarau yang berkepanjangan, cuaca disekitar begitu panas. Sampai-sampai tenggorokan juga terasa kekeringan, karena itu, saya pergi ke belakang untuk mencari minuman.

Sesampainya dibelakang, yang membuat saya kaget adalah, saya melihat tante duduk dibelakang sendirian. "Lho, kok bisa tante duduk sendirian disini? padahal badannya kan baru sembuh." Pikir saya waktu itu. Dengan nada yang cukup santun, saya menyuruh tante agar cepat istirahat, tapi tante saya hanya diam saja.

Karena tidak mau di anggap kurang sopan, apalagi saya hanya status menumpang, maka, saya langsung menuju ke kamar tante untuk memanggil Leni. Memang Leni tidur berbarengan dengan tante. Setelah saya membuka pintu, alangkah terkejutnya diriku melihat Leni serta tante lagi tidur.

Ketakutan pun tidak dapat di simpan lagi, bagaikan darah sudah terhenti mengalir. Dengan sisa tenaga yang ada, saya teriak sekuat-kuatnya memecahkan keheningan malam. Ya, teriakan saya bukan saja membangunkan seisi rumah, bahkan, para tetangga pun itu terbangun. Dengan spontan, para tetangga pun berhamburan datang kerumah.

Sementara itu Leni memeluk saya, di sertai tante juga ada disamping untuk tenangkan diri saya. Setelah saya mulai tenang, saya pun mulai bercerita dengan apa yang terjadi tadi. Setelah mendengar penjelasan saya, semua pada bertatapan dengan pandangan yang seakan tidak percaya apa yang saya ucapkan barusan ini.

Tapi, kebingungan ini tidak berlangsung lama, saat itu, kami semua mendengar suara ketawa cekikikan dari arah belakang rumah kami. Suara itu begitu mengerikan, bahkan ada beberapa tetangga yang kabur begitu saja karena ketakutan. Karena bisa dipastikan suara itu bukan berasal dari manusia, apalagi begitu mengerikan. Maka, kami semua langsung lari keluar dari rumah itu menuju halaman depan.

Tapi, suara itu bukannya menghilang, bahkan, lebih keras lagi, seperti di sengajakan. Dengan keadaan seperti itu, kami serta sama tetangga memilih menjauhi dari rumah itu. Di kejauhan, samar-samar suara itu mulai menghilang dari indra pendengaran kami. Dengan keadaan seperti itu, bisa dipastikan kami tidaklah akan berani pulang. Dengan kebaikan tetangga, kami pun diperbolehkan untuk menginap di rumahnya.

Setelah pagi tiba, seperti apa yang di sarankan tetangga, kami memanggil seorang yang mengerti tentang dunia gaib, alias orang pintar (orpin). Setelah kami cerita apa yang semalam kami alami, orpin ini pun mengangguk kepala tanda mengerti. Karena ingin telusuri penyebab dari cerita kami secara detail, maka, orpin ini mengajak kami untuk pulang ke rumah yang kami tinggal itu.

Setelah di selidiki dan melakukan semacam semadi atau layaknya disebut semacam ritual yang tidak saya mengerti itu, dengan memakan waktu hampir dua jam. orpin ini menyatakan sudah aman dengan kejadian semalam itu. Karena di hati saya penuh dengan tanda tanya, sempat saya mempertanyakan kejadian itu.

Tapi, orpin ini enggan menjawabnya, saat itu, orpin ini hanya bilang kalau sudah berlalu biarkanlah berlalu. Apalagi saat itu tante mengisyaratkan kepada saya untuk tidak tanya lagi, maka niat itu saya batalkan. Setelah beberapa hari kemuadian, ternyata kejadian demi kejadian terus menghimpit dikehidupan kami.

Yang mengalami kejadian disaat itu adalah tante. Seperti biasa, saya sama Leni sekolah, dan kedua kakak Leni lagi kerja. Yang tinggal di rumah hanyalah tante sendirian. Kala itu, tante lagi memasak yang seperti dilakukan oleh ibu rumah tangga lainnya, setelah menyelesaikan semua makanan serta lauknya, lalu tante keluar dari dapur. Alangkah terkejutnya tante saya waktu itu, ia melihat anaknya Leni duduk di kursi meja makan itu.

"Mengapa kamu pulang begitu awal nak, ada apa?" Tanya tante. "Badan saya lagi kurang enak bu, maka, saya minta izin untuk pulang." Jawab Leni singkat. Mendengar jawaban Leni, tante segera mengambil sebungkus obat buat anaknya minum. Setelah minum, tante juga menyuruh anaknya pergi istirahat dengan tanpa ada curiga sedikit pun. Saat itu Leni hanya nurut, dan langsung pergi ke kamar.

Pada siang itu, dengan kepulangan saya yang berbarengan sama Leni, tentulah membuat tante saya terkejut bukan kepalang. "Lho? Leni kan lagi tidur di kamar, kok bisa pulang berbarengan dengan Leony?" Tanya tante. "Kapan saya pulang bu?" Leni balik bertanya. "Ha? Jadi yang tadi pulang itu siapa? sekarang masih ada di kamar." Jawab tante penuh kaget. Dengan penasaran, dan ingin tahu apa yang terjadi.

Kami bertiga langsung menuju ke kamar untuk memastikan. Tapi, setelah kamar di buka, ternyata tidak ada siapa-siapa, melainkan hanya ada bau busuk saja. Merasa kejadian ini hampir sama seperti yang saya alami beberapa hari yang lalu, kami langsung ke rumah orpin itu untuk mempertanyakan soalan ini.

Namun, sayang sekali, nasib berkata lain, kalau malaikat pencabut nyawa ingin datang menjemputnya, tidak ada seorang manusia yang dapat menghindari, dan tidak ter kecuali juga sama orpin ini. Setelah kami tiba di rumah orpin ini, ternyata beliau telah menghembuskan nafas terakhirnya beberapa jam yang lalu. Dengan perasaan yang penuh putus asa, kami meninggalkan rumah orpin itu. saat itu, waktu telah memasuki 14:00-wib.

Sebelum kami pulang, kami mampir ke warung nasi untuk makan, memang saat itu, saya sama Leni sudah sangat lapar. Setelah memesan makanan yang telah ada, saya sama Leni mecicipi hidangan itu, tante hanya menyaksikan saja, karena tante tidak lapar saat itu. Setelah siap makan, sempat saya tanya sama tante. "Kita harus gimana tante? apa harus pulang, saya takut tante, apa sebaiknya kita pindah saja?" Tanya saya.

"Tante juga bingung dan takut, soal pindah itu sudah pasti, tapi tidak mungkinkan, kalau hari ini pindah." Jawab tante. "Iya sih, tapi apa mungkin kita harus pulang tante?" Lanjut saya. "Iya, mau tidak mau kita harus pulang, dan kejadian tadi, tante mohon, rahasiakan buat kedua kakak Leni, tante tidak mau membuat kedua kakak Leni ikut panik, selain itu, nanti malam kita tidur bareng saja, untuk bisa saling berjaga." Sambung tante.

Mendengar penuturan tante, maka, saya sama Leni juga setuju. Ya, daripada tidur sendirian, mendingan tidur bareng aja, kan lebih bagus. Walau saya tahu, ini bukan jalan keluarnya. "Sebenarnya apa yang kita alami tante? dan salah apa yang kita perbuat, sehingga teror-teror itu terus mengejar kita, lama-lama saya bisa gila. Mendingan saya pulang saja." Keluhan saya.

Tante terdiam beberapa saat. "Apa ada kaitan dengan masalah itu?" Ucap tante. Ya, tentulah membuat saya sangat terkejut dengan ucapan tante itu, dan saya terus mendesak agar tante menceritakan apa yang di maksud dengan kata-kata itu.

    "Masih ingatkan, beberapa minggu lalu ada bau busuk, dan kita cari-cari bahkan tidak menemukan bangkainya, karena kesal, tante sempat melontarkan kata-kata yang kurang sopan. Dan setelah seminggu kemudian, tante kan jatuh sakit, saat tante sakit itu, tante sempat bermimpi di datangi seorang wanita yang berpakaian serba putih dan muka pucat pasi dibelakang rumah kita. Wanita itu sempat berKATA: kurang ajar, lalu seisi alat makanan kita sempat dilemparnya. Setelah tante sadar, badan tante sakit semua. Dan yang paling aneh adalah, semua alat-alat makanan kita pecah semua pagi itu. Memang tante tidak ada curiga apa-apa saat itu, dan waktu tante di Malaysia, kalian berdua juga tidak mengalami kejadian apa-apa. Tapi, setelah tante pulang di hari pertama, kejadian itu datang. Dan yang aneh, bau busuk yang di kamar tadi, sama persis seperti waktu itu yang kita tercium, apakah mungkin kejadian ini ada kaitannya dengan tante?" Tutur tante.

Mendengar penuturan tante, saya hampir di buat pingsan kalau jantung tidak kuat menahannya. Dan seketika itu, ada seorang yang tidak asing lagi di mata saya masuk ke warung membeli nasi. Ya, dia adalah teman sekelas saya, kita panggil saja Wan sebagai nama samarannya. Seperti biasa yang saya kenal, Wan tergolong anak pendiam, tapi hari ini cukup tumben, dia malah menghampiri serta menyapa kami.

kemudian ayah nya Wan juga menyusul menghampiri kami, Setelah itu, kami juga ber ngobrol sebentar. Lalu Wan dan ayah nya pamitan pulang, karena nasinya sudah siap di bungkus. Saat itu kami juga pulang, karena sudah cukup lama kami di warung itu duduk.

Setelah sampai di rumah, kami langsung menuju ke kamar itu, tapi, bau busuk itu sudah tiada! benar-benar tidak masuk akal, saat itu kami bertiga tetap bersama. Ya, karena takut hal-hal yang aneh muncul lagi. Seiring berjalannya waktu, sore sudah berganti senja, Saat itu kedua kakak Leni sudah pulang kerja. Dengan cepat-cepat kami mandi dan makan, lalu pintu belakang langsung kami tutup. melihat gerak-gerik kami bertiga, tentu membuat kedua kakak Leni tampak kebingungan.

Malam telah tiba, kami berlima duduk di ruangan depan, dan pintu depan sengaja kami buka, maksud kami adalah bila ada yang aneh-aneh menghampiri, tinggal kabur saja. Beberapa saat, dikejauhan, saya melihat seseorang memasuki halaman rumah kami, ternyata papa saya, kok tumben, mengapa papa bisa datang tanpa mengabari terlebih dahulu, pikir saya.

Dengan logat sedikit meninggi, papa mempertanyakan saya. "Kalian pada kemana sih tadi siang, kok rumah pada kosong?" Tanya papa. "Oh, tadi siang kami bertiga pergi ke warung makan nasi, papa kan bisa nelphone saya, kok nggak di telp?" Jawab saya. "Tadi pas handphone baterai nya habis." Jawab papa singkat. Sebenarnya saya juga merasa jengkel, kok tidak nanya dulu, langsung dengan logat yang begitu tinggi, padahal biasanya, saya selalu dimanjakan.

Setelah papa bertamu sebentar, papa saya pamit pulang ke hotel, katanya capek. Saya sempat nawarin untuk mengantar, tapi papa bilang tidak perlu, katanya dekat saja. Saat itu saya turuti saja, dan nyuruh papa agar hati-hari di jalan, setelah kepulangan papa saya kira-kira 20-menit.

Seluler saya berbunyi tanda panggilan masuk, ternyata Wan yang nelp, setelah saya angkat, Wan mengatakan kalau ingin datang ke rumah bertamu, karena saat itu baru jam 20:15-wib, maka saya jawab "boleh". Sejenak, Wan sama ayahnya tiba, saya mempersilahkan masuk, dan sempat terjadi ngobrolan sebentar.

Dan kami baru tahu ternyata ayah Wan memiliki kemampuan ilmu gaib. Ayah Wan menjelaskan, kalau waktu bertemu di warung sore itu, dia sudah tahu kalau kami sedang menghadapi sebuah bencana. Setelah ayah nya Wan mendeteksi sebentar, beliau menjelaskan kalau kami sedang di teror oleh makhluk halus yang dijuluki (Kalong).

Dijelaskan oleh ayah Wan, kalau makhluk Kalong ini, sebetulnya diperihara oleh seseorang, tapi, mungkin majikannya meninggal atau melepasnya, Maka, makhluk ini pulang ke asal dimana tulangnya di tanam. Melihat kondisi rumah yang kami tinggali sudah begitu tua, bisa diperkirakan makhluk ini telah mencapai usia 60-an.

Makhluk ini sebenarnya bukan berasal dari roh manusia, tapi, dari roh kera yang dimutasikan seluruh anggota tubuhnya. Kalau saja yang empunya memiliki niat jahat, makhluk ini dapat digunakan membunuh, dan makhluk ini juga mempunyai kemampuan mempengaruhi pikiran. Dengan begitu, apa yang kita lihat dan rasakan seolah-olah nyata.

Seandainya kalau mental tidak kuat oleh pengaruhnya, gila atau bahkan kematian, itu juga sangat mungkin terjadi. Sebenarnya makhluk ini dibangkitkan oleh ilmu hitam yang berasal dari negara Thailand. Ini ilmu tingkat tinggi, jadi sedikit orang saja yang tahu.

Apalagi ingin menguasai ilmu ini, syaratnya adalah keturunannya. Kalau saja tidak ada dendam yang mendalam, tidak ada seorang pun yang mau mempelajari ilmu ini.

Saat itu, ayah Wan menyarankan agar kami cepat pindah, beliau tahu, sebetulnya yang kami alami bukanlah kiriman orang, melainkan adalah asal jasadnya di tanam. Setelah ayah Wan melakukan pemagaran di diri kami, dan menyatakan, kalau dalam jangka waktu dekat ini tidak akan ada teror lagi.

Setelah kepulangan Wan dan ayahnya malam itu, kira-kira jam 22:30-wib. Handphone saya berdering, yang melakukan panggilan adalah papa saya, lalu saya menjawab dengan diawali perkataan "Hello". "Nak, besok papa mau kirim uang buat beli bahan bangunan." Bicara papa saya. "Papa dimana, kok mau pakai kirim segala." Lanjut saya. "Papa di Pekanbaru nak, memang ada apa?" Jawab papa.

Dengar jawaban seperti itu, hampir mati saya seketika itu, lalu saya matikan telepon. Dan saya jelaskan ke tante, bahwa yang telp adalah papa saya, Dan papa saya sekarang berada di Pekanbaru, tentunya tante saya ikut kaget setengah mati setelah mendengar penuturan saya. Saat itu, saya sendiri sudah tidak dapat membedakan yang mana nyata dan yang mana halusinasi.

Dengan kejadian ini, malam itu kami putuskan untuk nginap di hotel, dengan membawa berbekal keperluan sehari-hari. Setelah lima hari kami nginap di hotel, kami sudah menemukan rumah sewa. Tapi, karena takut kalau saja rumah itu angker, sengaja ayah Wan kami undang untuk melihat rumah sewa itu.

Setelah dinyatakan rumah itu tidak apa-apa, maka, kami pun pindah. Memang benar, kejadian mistis itu tidak ada lagi, bahkan sampai rumah kami siap bangun dan pindah kerumah baru kami. Sempat tante saya bercerita, malam itu sebelum penampakan Leni di pagi hari, tante sempat bermimpi didatangi oleh sosok wanita berpakaian serba putih itu

Dan wanita itu mengatakan kalau dia mau membunuh orpin itu, karena telah mengganggunya, dan setelah siang waktu kita ke rumah orpin itu, ternyata orpin itu sudah meninggal dunia. Entah hanya kebetulan saja atau memang benar, sampai saat ini masih menjadi misteri.
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Minggu, 21 September 2014

HANTU SEKOLAH

hai, kenalkan nama Saya Monica, Saya seorang wanita berumur 17 tahun dan Saya duduk dikelas 2 SMA di Cikampek. Ini kisah Saya saat saya Sedang akan berangkat sekolah, pagi itu udaranya seperti biasa yaitu dingin dan masih sedikit bercampur debu kendaraan, pukul 5 pagi ketika saya menaiki sebuah angkot ada seorang lelaki ganteng dan berpakaian SMA sama seperti saya, karna itulah yang membuat saya penasaran siapakah dia? Kok saya baru melihatnya kali ini sedangkan di sekolah sepertinya tidak pernah muncul batang hidungnya apalagi dilengannya ada tempelan bertulis “XI” yang berarti seharusnya saya mengenalnya.

Ketika diperjalanan saya makin merasa aneh ketika angkot ini begitu sepi tidak seperti biasanya dipenuhi pelajar terutama pelajar wanita seperti saya dan ditambah jalanan macet tidak seperti biasanya pula, tiba-tiba lelaki itu melihat saya dan berkata “Hai, kenalin nama gue Rizky, nama lu siapa?”, karna dia menyapa dan bertanya maka saya jawab “hai juga, nama aku Monica”, tapi dia hanya tersenyum dan berkata “senang berkenalan dengan kamu Monica”, saat itupula saya menghapus segala keburukan dalam pikiran saya tentang dia. 10 menit kemudian akhirnya sampai juga di sekolah dan lelaki itupun ikut turun bahkan dia membayarkan uang angkot saya, saat saya masuk gerbang sembari mengobrol dengan dia justru saya merasa orang disekitar saya melihat kearah saya dengan tatapan yang tidak biasa hingga lelaki itu pamit kepada saya “oh iya Nic, aku masuk kelas dulu ya dan makasih ya udah mau kenalan sama aku” lalu aku membalasnya dengan senyum dan berkata “terimakasih kembali Ki”.

Disaat saya berjalan sendiri menuju kelas, teman saya Sani mendatangiku dan berkata “heh mon, lu daritadi ngobrol sama siapa sih?” dibarengi ekspresi wajah yang heran, “loh masa lu gak kenal San? Dia kan Rizky anak kelas 11 loh” “hah Rizky?! Gak mungkin! Kan diangkatan kita dari jaman kelas 10 juga gak ada yang namanya ilmu pelet wanita Rizky! Ngaco kamu Nic” jawab Sani dengan ekspresi yang makin heran, ternyata Fikri kakak kelasku ikut campur terhadap obrolan saya dengan Sani dan langsung berkata “Rizky itu angkatan kakak, dia meninggal tahun lalu karena kecelakaan tunggal di jalan tol” lalu aku dan Sani pun semakin heran, “gak usah heran kalian, disekolah ini yang namanya Rizky ya cuman dia dan dia itu anak yang paling sering dibully teman-temannya bahkan kakak kelas dan adik kelasnya juga!

Mungkin kalian salah satunya…” “kenapa dia sering dibully kak? Kan dia ganteng” saya bertanya kepada kak Fikri, “iyah, menurut beberapa omongan dia ganteng karna memakai dukun tapi kakak yakin dia jadi ganteng karena telah berhasil menurunkan berat badannya dan sering berolahraga sehingga menjadi ideal badannya.” “kakak kenal Rizky sejak kapan?”

Tanya Sani, “kakak baru kenal dia saat kelas 10 dulu, dia gendut tetapi sejak kenaikkan kelas justru dia menjadi ideal dan tampan”, lalu bel tanda masukpun berbunyi, Saya dan Soni pun langsung pergi ke kelas. Di dalam kelas selama pelajaran saya tidak bisa berkonsentrasi karena kurang enak badan dan kepikiran tentang Rizky terus, “Monica! Monica! Hei! Kenapa kamu bengong terus?!” marah bu guru kepadaku, “eeeehhhh tidak bu, sa-saya kurang enak badan saja” jawabku sambil tergagu-gagu, “yasudah, Sani tolong antarkan Monica ke ruang UKS!” “baik bu…” jawab Sani. Kelasku dengan ruang UKS tidak terlalu jauh tetapi rasanya saya sudah capek sekali padahal baru melewati 2 kelas dan tiba-tiba saya melihat suatu bayangan dan berteriak “AAAAAAAAA!!!!!!” dan saat itupula-lah saya tidak sadarkan diri. “Monica! Monica! Monica! Monica! Sadar Monica!” aku mendengar suara itu tetapi tidak terlalu jelas dan akupun merasa seperti sedang disebuah tempat yang indah, rumput hijau tak berpenghujung, udara sejuk, matahari yang tidak panas, tetapi tiba-tiba suara teriakkan memanggil ku untuk sadar hilang.

Ada sebuah suara “hai Monica!” dan saat saya berbalik badan dan ternyata Rizky disana! Entah kenapa saya tidak ketakutan atau terkejut apalagi saya sudah tahu bahwa Rizky telang meninggal tahun lalu. “Monica, kamu jangan heran, kamu akan baik-baik saja kok disini” “iya Ki, oh iya ini aku dimana?” “kamu disebuah padang rumput, aku harap kamu suka disini tapi, kamu harus ingat bahwa tempat kamu sebenarnya bukan disini”, lalu tiba-tiba Rizky melambaikan tangan ke arah ku dan saat itu pula aku membuka mata dan melihat guru beserta Sani berada disamping diriku. “Monica, kamu gak apa-apa?” Tanya seorang guru yang tidak begitu jelas ku lihat tetapi suaranya ku kenali, “iya, gak apa-apa”. Lalu tak lama kedua orang tuaku datang dan membawaku pulang, diceritakan orang tuaku ternyata saya sudah pingsan hampir 30 menit maka karna itulah pihak sekolah memanggil orang tua saya, saat itu pula saya berpikir padahal saya hanya merasakan sekitar 3 menit dan tempat apakah saat saya pingsan tadi berarti?!

Pertanyaan itu saya pendam. Selama perjalanan menuju rumah sakit saya terus mengeluarkan keringat panas dingin dan dengan muka pucat sekali, sesampainya di rumah sakit saya berjalan sambil dituntun bapak saya. 15 menit menunggu giliran, saat saya masuk dan selesai diperiksa justru dokter bilang tidak ada yang salah dari hasil diperiksa dan saya hanya diberi obat berupa vitamin dan penguat imun tubuh serta harus beristirahat selama 2 hari di rumah. Ibu saya menunggu mengambil obat sedangkan saya dituntun oleh bapak saya berjalan ke mobil agar saya tidak lelah, lalu sayapun tidur di dalam mobil. Sesampainya di rumah saya dibangunkan oleh bapak saya, saat itupula saya merasa tidak sakit lagi justru sangat berenergi tetapi tetap saja saya disuruh istirahat, dikarenakan masih merasa mengantuk saya pun lebih memilih tidur lagi.

“Hai Monica, selamat datang kembali ya!” tiba-tiba suara itu muncul lagi dan saya tersadar bahwa saya ada disebuah padang rumput yang sepertinya pernah saya datangi namun saya tidak ingat segalanya kecuali wajahnya, dia Rizky! “Monica! Kenapa bengong?” “enggak kok ki, oh iya ini dimana sih?” Tanya ku, “ini alam ku, Mon, kenapa gitu? Beda ya?” “iya, aku ngerasa aneh aja disini”, “kamu gak usah takut, sebenernya aku pingin ngomong sesuatu ke kamu, bilangin ke Fikri bahwa dia harus bertanggung jawab atas semua ini!” tiba-tiba Rizky bersuara keras sambil membentak, “memangnya kenapa?” Tanya ku sambil ketakutan, “jadi begini Mon cerita, dulu waktu aku sedang jalan-jalan bersama pacarku, aku kecelakaan di tol, pacarku entah kemana sekarang, sopir dan aku mati seketika di tempat karna kepala kami membentur benda keras” “lalu?”, “lalu, akupun mati, sebenarnya sekarang yang kamu lihat bukanlah aku tetapi jin yang memang tahu semua tentang Rizky, aku ingin Fikri bertanggung jawab atas perbuatannya!” kembali dia berkata dengan nada tinggi, “memang apa yang Fikri lakukan?! Dan kenapa?!” Tanya ku sambil heran, “dia yang membuat rem mobil ku tidak berfungsi!

Sebenarnya aku tahu dia suka sama pacarku, namanya Putry, tetapi Putry tidak menyukainya” “lalu kenapa aku?!” “hanya kamu yang bisa melihatku, aku harap kamu mau menyampaikan ini kepada Fikri, bahwa dia harus menyerahkan diri ke kepolisian dan meminta maaf ke keluarga ku”. Lalu tiba-tiba suara Rizky menghilang dan akupun terbangun dari tidur. “Maaah!” teriakku memanggil ibu, “iya apa Mon?!” “Mana HP aku???” Tanya ku, “itu, didekat TV”. Akupun mengambil HP ku dan menelpon Fikri, “halo?” “ini kak Fikri kan?” “iya, ada apa Mon?” “gini kak, kakak harus segera menyerahkan diri ke polisi atau aku yang bakalan melaporkan kakak ke polisi!” “jangan-jangan kamu tahu masalah ini kan!” “iya kak!! Aku tahu semuanya!!” “berarti kamu yang seharusnya dibunuh!” “tidak akan bisa! Lihat saja!” (telepon dimatikan oleh Fikri), dengan segera saya pun bergegas mandi dan mengajak ayah pergi ke kantor polisi saat waktu maghrib itu, disepanjang jalan saya memberitahu semuanya kepada ayahku tentang kasus yang akan saya laporkan ke polisi itu.

Sesampainya di kantor polisi, tiba-tiba di tas kecilku ada sebuah kertas yang sudah lecek dan bertuliskan “Monica, pakai semua barang ini untuk menuntut Fikri, dan sebelum dia dipenjara mohon biarkan dia untuk meminta maaf ke keluarganya dan keluargaku baru dia boleh dipenjara” dan ternyata ada benda-benda tajam serta sebuah kaset video CCTV yang melihatkan bahwa Fikri merusak rem mobil saat mobil tersebut berada di parkiran, saya masuk kedalam kantor polisi dan memberitahukan semuanya serta semua bukti yang ‘tiba-tiba’ berada di dalam tas kecilku. Setelah melapor, saya pun pulang dan keesokan harinya pihak kepolisian datang ke rumahku dan menyuruh saya menunjukkan Fikri maka saya pun membawa polisi ke sekolah dan langsung menangkap Fikri.

Selama 3 hari Fikri ditahan di kantor polisi tanpa mau mengakui perbuatannya, akhirnya dia mengakui perbuatannya dan meminta maaf ke keluarga dan keluarga Rizky. 3 bulan sudah saya tidak pernah mendengar kabar Fikri dipenjara namun tiba-tiba sebuah kabar mengejutkan dari keluarga Fikri, bahwa Fikri menjadi gila dan membunuh dirinya sendiri dengan sebuah obeng yang entah didapatkannya darimana itu, Fikri meninggal di sel-nya. Saya pun beserta teman-teman mendatangi pemakamannya keesokan harinya dan saya melihat sesosok lelaki berdiri dibelakang sebuah pohon dan membawa tulisan “TERIMAKASIH” dan ternyata dia adalah Rizky tetapi tiba-tiba sesosok itu berubah wujud, wajahnya hancur mengerikan dan menghilang begitu saja. Setelah pemakaman itu, segala hal hidup saya kembali normal tanpa ada ketakutan. Sekianlah kisah saya, saya mohon ambil hikmahnya dan buruknya jangan ditiru. Cerita ini hanyalah fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama,tempat,kejadian, itu hanyalah kebetulan semata tanpa ada unsur kesengajaan.
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya