Selasa, 30 Desember 2014

Cerita Misteri Online : Jin Peludah Makanan


Lukisan Jin Peludah makanan

Mungkin Efek dari tindakan hantu ini di samping membuat enak masakan yang di sajikan juga membuat energi negatif akan masuk ke tubuh orang yang memakan masakan tersebut, di sisi lain kadang jika orang yang memakan masakan yang di ludahi itu kebetulan adalah orang baik-baik perilaku dan muatan spiritualnya, maka kadang setelah memakan makanan yang di ludahi, beberapa waktu kemudian dia akan merasa mual dan mungkin juga muntah-muntah. Hal ini terjadi karena hawa yang masuk dari makanan tersebut bentrok dengan energi posistif yang dimiliki oleh orang itu karena perbuatan dan karakter baiknya. Jika hal itu terjadi maka otomatis, energi negatif yang masuk tadi akan keluar.

Dari pengalaman temen dari guru spiritualnya, dia seorang Pak Kyai...jadi ceritanya ada kawan yang mengajak makan beliau disalah satu restoran terkenal di jakarta, tapi setelah turun dari mobil mendadak berbalik tidak jadi, setelah ditanya, beliau memberikan selendang yang dia pakai kepada teman itu... tiba - tiba ajah temen itu melihat beberapa sosok mahluk halus yang mondar mandir meludahi setiap makanan yang di hidangkan kepada pengunjung...(kisah nyata). sumber : sumber

Bagi yang suka jajan di warung - warung makan kudu hati dan sering bacalah doa.  

Penampakan Jin Peludah

Info ini sedikit ambil sana sini dari berbagai sumber..waspada bukan berarti makananya tidak enak atau mengandung racun.. tetapi waspada terhadap hal-hal yang diluar pikiran kita. setiap makan selalu berdoa terlebih dahulu.

Disinilah faktanya yang baru kita sadari, kenapa diwajibkan untuk semua kaum muslim untuk berdoa sebelum makan? yaitu fungsi doa itu sebagai rasa syukur kepada Allah sekaligus untuk mendapatkan pertolongan dari hal-hal yang batil dan keji.
Membaca doa ilmu pelet wanita agar kita selamat, karena banyak warung makan yg menggunakan “PENGLARIS” penglaris disini menggunakan jasa dari mahluk halus atau jin jahat!

Kalau anda bisa jeli, anda bisa tahu warung itu memakai penglaris atau tidak.... Misalkan pengalaman kita dari Team Mosnter Bego pernah makan di sebuah restoran yang lumayan terkenal ditempat kami di Kota Malang, saat itu kita pesan menu dan kita makan disitu, saat menikmati hidangan memang rasanya benar - benar nikmat dan lezat... karena rasa yang enak dan tak pernah menemui sejenis makanan ini, kita pun memesan juga untuk dibawa pulang, apa dikata saat kita cicipi makanan yang dibawa pulang ke rumah, rasanya berbeda 180 derajat alias tidak nikmat sama sekali. Kita terheran-heran kenapa hal seperti ini bisa terjadi dan kita saling bertanya, biasanya kalo kita hunting makanan rasa yang kita makan dilokasi penjualan dan yang dibawa pulang rasanya tidak berubah terlalu banyak jika makanan tersebut menjadi dingin karena perjalanan, tapi kenapa rasa makanan dari restoran tersebut tadi bisa aneh? lalu kita pun mencari info ke mbah Google tentang persoalan ini, dan seperti inilah kenyataannya, namun selang berapa menit perut kita semua menjadi mual-mual terasa enek dan ingin muntah. Mungkin kita juga saat itu lupa tidak berdoa kepada Allah SWT.

Ciri - ciri warung menggunakan jasa ‘penglaris’ mudah ditebak, antara lain :
  • Kalau dibawa pulang, makanan cepat menjadi basi padahal baru 2 jam.
  • Rasa sudah berubah ketika sampai di rumah.
  • Kalau di netralkan dengan do'a, pasti rasanya menjadi aneh.
  • Ada juga orang-orang terpilih yang bisa melihat makanan berubah jadi busuk. (Sekelas Pak Kyai)

Itu salah satu trik nakal dari pengusaha warung makan, agar laris. Kita tidak menghakimi warung - warung makan semua, karena tidak semuanya memakai trik jahat seperti ini.

Berikut adalah jenis-jenis peliharaan dari warung penglaris :
  • Wewe Gombel
  • Kuntilanak (Air liurnya najis)
  • Gendruwo
  • Pocong
  • Bocah Ijo (Jin peludah)
  • dll
Ternyaya tidak hanya warung-warung yang ramai di jalanan maupun pinggir jalan saja yang menggunakan jasa makhluk jahat ini.. sekarang sudah berkembang digunakan di mall-mall yang ada dikota - kota besar, telah menggunakan jasanya..

Ini Sedikit cerita dari teman lainnya :
Teman ane pulang dari IBADAH, dia makan di mall di daerah jakarta utara, bersama-sama sodaranya.. Sodaranya pada tidak sabar nunggu baksonya datang, sedangkan temen ane itu malah clingukan karena dia melihat pocong kesana kemari diantara pembeli sambil meneteskan itu makanan dengan air liurnya.. langsung saja dia mengajak cabut/pergi teman-teman lainnya tanpa memakan satupun bakso itu… (Kisah Nyata).

Kalo yang imannya kuat pasti tidak lupa berdoa, saran sebagai orang beriman :
selalu berdo'a dimana saja dan kapan saja ketika akan dan sesudahnya.. karena orang yang dekat dengan Tuhan akan dijauhkan dari segala yang jahat..


Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Cerita Misteri Online : Makhluk Halus Sebagai Penglaris Rumah Makan

Makhluk Halus Sebagai Penglaris Rumah Makan
Tulisan ini berdasarkan Pengalaman salah seorang umat Buddhis ketika sedang bersantap malam di salah 1 restoran Sea Food terkenal di kota S. *) Nara sumber tidak bersedia mengungkapkan jati dirinya dan tidak bersedia menyebutkan nama nama restaurant yang menurutnya " Ditumpangi" oleh mahluk halus. ( Dalam konteks ini :" saya " adalah nara sumber bukan penulis ) . 
Tulisan di bawah ini sesuai dengan apa yang diceritakan tanpa di beri "embel2" atau di "per indah" dan di tulis apa adanya karena Dhamma adalah kebenaran. Prinsip saya Lebih baik menceritakan kebenaran meski tak enak didengar daripada menceritakan kebohongan meskipun indah atau enak di dengar. 

Beginilah kisahnya .................... Saya mempunyai seorang Klien di S. Suatu ketika kebetulan saya berkunjung kesana . Klien saya ini pernah bercerita bahwa suaminya adalah penyembuh spiritual kristen ( spiritual ilmu pelet wanita healer) , sebelum jadi penyembuh sang suami mempelajari berbagai macam ilmu klenik, seperti bertapa dalam air (kungkum) selama beberapa hari, puasa putih, dll, sampai akhirnya menjadi insyaf dan menjadi pengikut nasrani. Saya tidak begitu antusias mendengarkannya dan hanya memperhatikan sekilas. 

Lagipula saya merasa tidak tertarik dengan yang hal hal begituan (klenik, black magic, spiritual healing, dll) . Dan saat saya berkunjung kesana (kota S) , klien saya bermaksud mengundang saya bersantap malam di sebuah restoran sea food yang paling terkenal di kota tsb. Menurut beliau , restoran ini amat ramai, sehari pemasukannya sampai ratusan juta rupiah . Saya sempat menolak ketika mendengar bahwa sea food ( udang, ikan, dll) nya benar benar fresh (segar) / hidup hidup langsung dimasak. 

Sebagai seorang Buddhis meski bukan vegetarian tetapi saya merasa "risi" dan tidak tega memakan binatang yang hidup hidup langsung dimasak. Tetapi beliau ini memaksa , dan berkata bahwa seafood di restoran itu amat enak dan terkenal. Begitu sampai di tempat tujuan (di daerah ber intial M) , tampak pada pintu masuk terpampang sebuah kereta kayu ( gerobak dorong) yang cukup besar . Saya mempunyai perasaan tidak nyaman dan dengan sengaja mengambil arah ke kanan (menghindar) . Beliau menyarankan agar saya memilih sendiri sea food yang akan dihidangkan. Saya menolak dengan halus dan menyarankan agar tidak memilih yang hidup. Selesai beliau memilih hidangan , kami berdua duduk di meja bulat agak besar ( kira kira cukup untuk 6 orang) . 

Tempat duduk tersebut terletak agak dekat ke tengah ruangan . Saya lalu memperhatikan ke sekeliling , ruangan luas dan terdapat banyak meja serta kursi, dan ketika melihat kearah atas tampak patung kuda putih , kalau tidak salah berjumlah 3 ekor , tergantung di atas di tengah tengah atap . Kemudian tepat di tengah tengah ruangan tak begitu jauh dari tempat duduk kami, tampak ada tandu pengantin cina antik yang terbuat dari kayu. Saya berusaha untuk tidak melihat ke arah tandu karena merasa tidak nyaman. Dalam hati saya berpikir, kok tempat ini terasa angker dan membuat hati saya merasa tidak genah. Tak lama kemudian makanan dihidangkan. Terus terang, saya tidak merasa makanan itu enak. 

Rasanya biasa saja, hambar dan sama sekali tidak istimewa. Sehingga saya merasa heran melihat betapa ramainya restauran sea food itu. Kira kira 20 - 30 menit kemudian suami klien saya muncul bersama ke 2 anak laki lakinya yang baru berangkat remaja. Setelah saya diperkenalkan kepada suami dan anak anaknya,.S ambil menunggu hidangan selanjutnya, kami mengobrol tentang hal hal umum (basa basi). Tampak suami klien saya memperhatikan saya dengan seksama, saya agak heran. Lalu dia bertanya : " Bu ....coba lihat ada apa di tandu sana. " karena saya kaget di "tembak" secara tiba tiba , secara spontan saya langsung melihat ke arah tanda. Sebelumnya firasat saya sudah merasakan ada sesuatu yang aneh disana tapi saya berusaha tak ambil peduli dan berusaha tak memperhatikan tandu itu. Tetapi karena kaget secara otomatis saya melihat dengan mata batin ( meski saya tidak memalingkan kepala --- tetap saja "mau tidak mau " tetap terlihat ). Reaksi "spontan" . 

Dan tampak seorang wanita duduk didalam tandu sana. Dan pada saat itu juga semua bulu kuduk dan bulu roma saya berdiri, dan ke 2 tangan serta kaki saya dingin . Hati saya tergetar dan tiba tiba saya merasakan ada kesedihan amat mendalam disana ( pada wanita itu) . Suami klien saya terus mendesak dan bertanya : Apa yang ibu lihat ? Saya menjawab secara spontan tanpa bisa di "rem" , seorang wanita. Lalu ia bertanya lebih lanjut : "Tua atau muda" , saya jawab muda. Sudah nikah belum, hampir. Saya jawab hampir karena wanita itu mengenakan baju pengantin kuno, seperti jaman cina kuno dengan segala ornamen dan atributnya. Sebenarnya, saya melihat pada perut wanita itu ada bekas tusukan (berdarah). Rupanya , wanita itu dibunuh dalam perjalanan menuju ke tempat upacara pernikahan (pelaminan) . 

Mungkin karena kemelekatannya pada tandu (mati penasaran) maka ia terperangkap disana selama entah berapa ratus atau mungkin ribuan tahun. Saya amat yakin bahwa wanita ini merasa amat menderita dan sebenarnya ingin dibebaskan dari sana. Tetapi saya tak mampu mengatakan apa apa atau berbuat apa apa selain berdoa dan mencoba menyalurkan jasa agar ia bisa bebas dari penderitaannya. Hanya saja pertanyaan pertanyaan itu membuat saya dongkol karena saya merasa " di paksa" melihat sesuatu yang tidak menyenangkan. Saya bertanya apa maksud bapak bertanya hal hal seperti ini kepada saya ? Menurut suami klien , ia bertanya karena wanita dalam tandu itu terus menerus melihat dan memperhatikan saya. Lalu ia melanjutkan dengan berkata :" coba lihat ke mata saya" . 

Dalam hati saya pikir kurang ajar sekali, dan saya tahu maksud dan tujuan dia adalah berusaha menghipnotis saya . Dalam hati saya berkata : " Emangnya gua takut" ? , lalu dengan menantang saya langsung melihat ke bola mata nya. Tampak ke 2 bola mata bapak itu menjadi putih semua. Saya mengeraskan hati dan memperkuat keyakinan saya terhadap Sang Triratana . Dan saya merasa yakin tidak akan terpengaruh. Kemudian dia berhenti sambil tertawa dan berkata. Ibu...ini .... belajar ilmu dimana. Dan saya jawab dengan sejujurnya , tidak saya tak pernah belajar ilmu apa apa dan tidak berusaha untuk belajar apapun. Hanya saya pernah meditasi, itupun tidak rutin dan sebentar serta tanpa guru dan sudah lama tidak pernah meditasi lagi. Kemudian suami klien ini mengakui , memang patut diakui agama budha itu hebat, sebaiknya ibu rajin meditasi. Kemudian dia melanjutkan, bercerita mengenai restoran ini . 

Menurut dia, restoran ini sengaja menaruh mahluk ( wanita di tandu) dan setan anak kecil ( pada kereta dorong di depan) supaya laris. Sambil mendengarkan, terasa oleh saya kalau sebenarnya masih ada mahluk mahluk halus lain yang berseliweran diantara para pengunjung. Dalam hati saya merenung, sebenarnya untuk apa pemilik restoran melakukan hal hal seperti itu. Ingin kaya ? Saya amat menyayangkan pendapat seperti itu . Menyedihkan sekali . Mereka tidak sadar akan akibat buruknya. Atau mereka secara "tidak sengaja" membeli barang antik yang sebenarnya ada "penghuni"nya. Tetapi mengapa barang barang itu di letakkan sedemikian rupa. 

Apapun alasannya , setelah meninggal suka tidak suka si empunya restoran itu akan menjadi budak dari mahluk mahluk yang sekarang dijadikan sebagai penglarisnya. Bayangkan ! Sedangkan mahluk mahluk itu saja sudah amat menderita. Dan yang lebih menyedihkan lagi keluarga dari empunya restoran itu (karena turut menikmati hasil uang kotor hasil dari jasa mahluk tsb ) akan juga menerima akibat buruknya. Saya juga merasa kasihan kepada mahluk mahluk itu karena tak bisa bebas dari penderitaan . Kalau saya mengundang bhikkhu (sangha) yang pandai kesana, pastilah si pemilik akan marah besar. Jadi saya juga tidak bisa berbuat apa apa kecuali menyalurkan jasa kebaikan saya kepada mahluk mahluk itu. Semoga bermanfa'at bagi mereka. Saran saya sebaiknya jangan memakan makanan di restoran yang memakai mahluk sebagai penglaris karena makanan tsb sudah di persembahkan untuk mahluk mahluk itu terlebih dahulu. 

Terkadang makanan itu sudah " di muntahkan" terlebih dahulu oleh mahluk yang bersliweran di sekitar pengunjung. Jadi yah bayangkan , apakah tidak " jijik " melihatnya ? . Janganlah meniru si empunya restauran itu (*menggunakan penglaris dengan cara tidak wajar) , hendaknya kita belajar menerima apa adanya. Harta duniawi bukanlah segala galanya. Nibbana adalah tujuan kita dan Nibbana sesungguhnya berkah tertinggi. Dan saya ingin menghimbau agar para umat buddhis jangan lupa membagi jasa kepada semua mahluk yang ada dialam semesta ini (pattidana) dengan membacakan paritta suci (aradhana/ ratanasutta/ karaniyamettasutta/buddhanussati/ dhamma/sanghanussati/ jayamangala. cullamangala/pattidana). Tidak perlu membakar kertas dan menyajikan buah buahan , lebih baik uangnya di danakan untuk ARIYA sangha atau sesuatu yang lebih berguna, misalnya utk anak hidrosefalus /sakit / yatim piatu . 

Untuk membangun jembatan rusak, membantu penderita musibah / kecelakaan, dll. Note : Kisah diatas adalah pengalaman salah seorang umat yang memiliki "mata batin" (mata dewa / Dibbacakkhu ) semenjak lahir. Menurut umat tsb , banyak restauran di Jakarta ysng "DITUMPANGI" ( "salah 1 kuring yg terkenal, restauran di kota tua yg memang bekas jaman penjajahan dahulu ) yang ada "mahluk"nya. Ada yang memang di sengaja tetapi ada yg memang sudah semenjak dulu sdh di "huni" oleh mahluk tsb. Demikian juga dengan bbp toko emas di Jakarta / Tangerang. Biasanya resto atau toko tsb ada 1 hari libur dalam seminggu . Hari tsb digunakan khusus untuk mempersembahkan sesajen kpd mahluk yang menumpang tsb. Ada juga money changer di daerah KG Jakarta Utara yang meminjam jasa "Semar mesem" sebagai penglaris. Jadi bukan hanya resto yang bisa memakai "jasa" peta ini. Jadi berhati hatilah makan di restoran. 

Bila merasa "tidak genah" spt bulu kuduk berdiri, ada bebau an aneh ( * tidak selalu harus bau, kadang wangi bunga) , tiba tiba angin kencang bertiup padahal tidak hujan. Sebaiknya jauhi tempat tempat seperti itu. Tulisan diatas bukan bertujuan untuk menakut nakuti tetapi lebih untuk meningkatkan kewaspadaan kita . Sekali lagi percaya atau tidak terserah anda. Dan mohon ma'af bila tidak berkenan dihati anda. SEMOGA BERMANFA'AT bagi anda . Paling tidak membuka wawasan kita bahwa setan itu ada. Dan tidak seperti "perkiraan orang pada umumnya" bahwa setan itu berada di neraka. 

Tidak , pendapat itu tidak benar, meski tidak memiliki alam sendiri tapi setan tidak berada di neraka. . Setan itu berada di dunia ini dan bertempat tinggal di hutan , gunung, kuburan, rumah tua, terkadang rumah yang dihuni oleh manusia . Hanya saja mereka "kasat mata" sehingga kita tidak menyadari "keberadaan " mereka. Maka dari itu jangan buang hajat atau "kencing" sembarangan (mis, di pohon besar --- yang seringkali berpenghuni) . Bila merasa terganggu setan juga bisa membalas dendam . Dan ada beberapa jenis setan yang memiliki kesaktian (mahidhikka) sehingga bisa menyalin rupa, menampakkan diri, menakut nakuti orang, dll.
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Senin, 29 Desember 2014

Cerita Misteri Online : Misteri Lawang Sewu Semarang

Lawang Sewu

Gedung tua ini sebelum jaman penjajahan Jepang adalah bangunan biasa saja. kantor perkereta-apian yg dikelola belanda. Cerita misteri bermula saat jepang masuk menyerbu gedung dan menjadikan gedung sebagai salah satu basis peristirahatan tentara jepang.

Efeknya adalah; pemerkosaan tentara jepang terhadap sekitar 20 none Belanda (konon 10 perawan dan 10 lagi udah nikah), setelah puas keduapuluh none tersebut dipenggal kepalanya. alkisah, arwah dari none-none Belanda inilah yang sering muncul di Lawang Sewu.

Disebut Lawang Sewu (pintu seribu) memang memiliki alasan tersendiri, pintu tersebar dimana-mana. Sebagai gambaran lantai 2 di bagian belakang gedung memiliki sekitar 20 ruangan berjajar yang masing2 memiliki 6 pintu. Jika lawang bisa diartikan sebagai pintu atau pintu menyerupai jendela, maka saya yakin lawang sewu memiliki 1000 pintu.

wisata horor Ilmu Pelet Wanita pun berlanjut ke 'bungker' bawah tanah. sebenarnya ini bukanlah bungker, melainkan tempat penyimpanan atau persediaan air bersih pada jaman Belanda. maka tak heran sampai sekarang bangunan tersebut terus tergenang air dan harus di pompa keluar agar air tidak membanjiri objek wisata utama di Lawang Sewu tersebut.

Saat pertama turun kami ditunjukan tempat perserta uji nyali dan penampakan-penampakan yang terjadi. di ruangan pengap tersebut terdapat beberapa lampu temaram yg masih terlihat baru (konon dipasang karena banyaknya orang yang kesurupan di tempat itu).

Pada masa jepang juga bungker tersebut dijadikan penjara dadakan untuk menahan para pejuang dan mungkin tentara belanda yang tertangkap. kata penjara kurang cocok menggabarkan tempat ini, tempat penyiksaan dan pembantaian lebih tepat.

Penjara Jongkok; lima sampai sembilan orang dimasukan dalam sebuah kotak sekitar 1,5 x 1,5 meter dengan tinggi sekitar 60 cm, mereka jongkok berdesakan lalu 'kolam' tersebut diisi air seleher kemudian kolam tersebut ditutup terali besi sampai mereka semua mati, ya benar aja mati.
terdapat 16 kolam dalam setiap ruangan, 8 ruangan bagian kanan dan 8 bagian kiri, ratusan kolam.

Penjara Berdiri; karena banyaknya orang yang ditangkap, dan penuhnya kolam penyiksaan mereka membuat tempat baru. lima sampai enam orang dimasukan dalam sebuah kotak sekitar 60 cm x 1 meter, mereka berdiri berdesakan kemudian ditutup pintu besi sampai mereka semua mati.

Dipenggal; jika dalam seminggu mereka yg di penjara jongkok dan penjara berdiri masih hidup maka kepala mereka dipengggal dalam ruangan khusus. Mereka menggunakan bak pasir untuk mengumpulkan mayat tersebut. semua mayat dibuang ke kali kecil yang terletak disebelah gedung tersebut.

Sampai terjadi pertempuran lima hari di semarang tepat didepan gedung tersebut. mayat-mayat tersebut dijadikan satu dalam delapan ruangan kiri, kemudian ruangan tersebut disemen untuk menghilangkan bau mayat itu. (anehnya tidak ada upaya dari pemerintah entah siapapun untuk mengeluarkan jasad tersebut, hingga saat ini) jadi secara harafiah ada ratusan bahkan ribuan jasad yang terkubur bertumpuk dalam bangunan itu.

Terus terang saya cukup syok dengan tour tersebut, pertama kalinya ke situs pembunuhan massal. dua hari ga bisa tidur (kebayang terus, menurut ane ini setara sama penyiksaan nazi ya) untung ga ikut tour malem. Tidak ada maksud buruk sama sekali dalam penulisan ini cuma melengkapi cerita Lawang Sewu melalui pengalaman saja.
Sumber / Penulis : CMO
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Cerita Misteri Online : Benarkah “Pontianak” berasal dari nama hantu “Kuntilanak"

tugu khatulistiwa
MISTERI KOTA PONTIANAK

( Benarkah Nama “Pontianak” berasal dari nama hantu “Kuntilanak” ? … Benarkah di Kota ini tempat berasalnya hantu “Kuntilanak” ? … dan Benarkah di kota yang di lewati “Garis khatulistiwa” ini terkenal Angker ?? .. ) ..



saya mau cerita ada sedikit sejarah yg saya tau, semoga bisa membantu.



PONTIANAK “KOTA KHATULISTIWA”

Kota Pontianak di dirikan oleh Syarief Abdurahman Al kadrie, pada tanggal 23 Oktober 1771. Lalu Syarif Adburahman di nobatkan sebagai kesultanan Pontianak. Nama Pontianak sendiri di percaya ada Kaitannya dengan Kisah Dongeng Syarif Abdurahman yang sering di ganggu oleh hantu “Kuntilanak” Ketika beliau menyusuri sungai Kapuas sepanjang 1100 KM.. yang merupakan sungai terpanjang di INDONESIA. Menurut cerita,, Syarif Abdurahman terpaksa melepaskan tembakan meriam untuk mengusir hantu itu sekaligus mendadakan dimana meriam Itu jatuh maka di sanalah wilayah kesultanannya di Dirikan

Dan Hingga kini Budaya membunyikan meriam masih kerap di lakukan Warga saat acara-acara tertentu, Di pontianak. Gunanya untuk tetap memerangi Hantu “Kuntilanak”.



SUNGAI KAPUAS “SUNGAI MISTIS”

Sungai kapuas atau Sungai batang lawai, merupakan sungai yang terpanjang di INDONESIA.. dengan panjang sekitar 1143 KM. sungai ini membelah kota Pontianak dan Simbolnya di abadikan sebagai lambing kota Pontianak.. walaupun telah Mengalami pencemaran akibat aktivitas penambangan Emas, sungai Kapuas ini tetap menjadi Urat Nadi bagi kehidupan Masyarakat di sepanjang aliran sungai. Sungai kapuas pun tak luput dari Cerita Mistis mengenai “Penunggu Sungai” Masyarakat mengenalnya dengan : Puaka,

Puaka adalah PENUNGGU atau HANTU PENUNGGU arau Indentik dengan sesuatu yang besar dan tinggal sejak lama di suatu Wilayah .. di kabarkan Puaka, Sungai kapuan ini adalah seekor ular Besar yang melintang di dasar sungai kapuas, dimana ekornya tepat di Muara sungai Sekayam dan kepalanya : di daerah “pancur adji”.. kabarnya di sungai ini pun terdapat kerajaan Ghaib.

TUGU KHATULISTIWA PONTIANAK

kota ini terkenal sebagai kota khatulistiwa karena di lalui garis Lintang 0 derajat bumi, di Utara kota pontianak ini tepatnya di siantan tepatnya terdapat Monumen atau tugu Khatulistiwa tepatnya di bangun tepat di garis lintang 0 derajat bumi, Tugu Khatulistiwa atau Equator Monumen ini salah satu Icon wisata Pontianak .. bangunan tugu ini terdiri dari : 4 buah tonggak Kayu berlian .. atau kayu besi. Masing-masing berdiameter 0.30 meter.. dan tonggak bagian belakang Lingkaran dan anak panah penujuk arah setinggi berdiameter 4.40 meter.. diameter lingkarannya terdapat tulisan *lupa tulisan apa* sepanjang 12.11 meter.. panjang penujuk arah 2.15 meter.

Pada bulan Maret 2005, TIM badan pengkajian dan Penerapan melakukan mengeroksi untuk menentukan Titik nol garis Khatulistiwa di kota Pontianak, hasil pengukuran oleh TIM BPWT menunjukan bahwa Posisi tepat tugu Khatulistiwa tergeser 117 m kearah sungai Kapuas dari arah Tugu saat ini.. di tempat ini di bangun Patok baru yang masih terbuat dari Pipa dan tali Rafia.. Peristiwa Pentin dan Menakjubkan di sekitar tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya “Kulminasi Matahari” yakni Fenomena alam ketika matahari tepat berada di Garis Khatulistiwa.. Pada kulminasi ini terjadinya Bayangan tubuh akan hilang beberapa detik saat terpapar sinar Matahari *wuih kerend gg tuh* .. demikian juga dengan bayangan benda-benda lain di sekitar Tugu.. Kulminasi akan terjadi pada tanggal 21 – 23 Maret dan 21- 23 September..



MAKAM KESULTANAN "BATU LAYANG PONTIANAK"

Makam kesultanan batu laying adalah makam kompleks para kesulatanan Qadriah pada saat Sultan pertama, Sultan Syraif Abdurahman al Kadrie Hingga sultan terkahir. Sultan Hamid 2 al kadrie. Di Kompleks 2 makam ini, di makamkan beberapa permaisyuri dan Pangeran kesultanan Qadriah pontianak.. Pemakaman batu laying di bentuk sejak masa pemerintahan sultan Syarif abdurahman al kadrie, Makam sultan Syarif Abdurahman A.K, pendiri kesultanan Qadriah Pontianak terlihat menjadi Sentral areal pemakaman Ini.. Konon Kabarnya jika kita berfoto di dekat makam tersebut, Jika beruntung sultan akan menampakan dirinya di dalam foto tersebut..

Di Luar Kompleks Makam ini terdapat Gundukan batu.. yang di cat warna HIJAU..gundukan batu ini yang di sebut “batu Layang”.. di ceritakan dulunya batu ini terdapat di sebrang Pulau hingga dapat berpindah ke tempat sekarang.. untuk itu lah batu ini di juluki dengan “batu Layang”..

ada yang mengatakan Jika kita berfoto di batu ini, terkadang Objek yang di foto akan Hilang.. yang tampak justru sosok yang lain/Penampakan.“di batu Layang,,, tadi saya sudah duduk, yang paling di atas sana .. pandangan ke sungai itu sangat luas dan memang ada beberapa batu besar lain selain disini,.. terus terang saya memang mendengar banyak cerita mengenai Mitos dan asal muasal batu layang dan banyak kejadian penampakan pada saat orang berfoto-foto di daerah sini yang pada saat orang berfoto ternyata hasilnya bukan foto Orang tersebut melainkan di ganti oleh sesosok lain. berdasarkan dari fakta tersebut yang saya dengar, saya langsung kesini.. Observasi langsung, ‘sebenernya ada apa sih’ di tempat sini? Ternyata setelah saya melakukan Komunikasi dari arah depan sendiri saya sudah merasakan dimana Dimensi yang berbeda yang sangat Kuat di tempat ini. saya mencoba "Melihat" & ternyata disini adalah Gerbang/Pintu masuk ke Dimensi lain.. sebenernya di batu ini seperti Pintu masuk ke sebuah kerajaan yg ada di daerah batu layang ini, jadi yang saya lihat dari arah sungai ini ada seperti Ular, tetapi bukan ular, mirip Naga.. dan tadi ada di foto penampakan di samping saya terbang melesat.. cepat, kemudian di arah batu ini ada 2 sosok tinggi besar seperti penjaga.. tetapi saat saya berkomunikasi,, mereka Positive (energi Positive), mereka mengucapkan selamat datang. dan sepertinya di manapun juga, di manapun kita berada, kita harus menghormati, yang tidak terilhat maupun terlihat..” Tutur Citra Prima saat ia menjelaskan keberadaan mahluk astral di atas batu tsb.



JEMBATAN AIR HITAM

kabarnya di jalan besar ini sering sekali terjadi kecelakaan dapat menelan Korban Jiwa.. Kecelekaan yang sempat Menghebohkan adalah Adalah SATLANTAS POLRES yang meninggal setelah motornya tertabrak kendaraan dari arah berlawanan.. menurut penduduk sekitar, kecelakaan yang sering Terjadi disini karena terkadang Pengedara melihat sesuatu yang menyebrang Jalan.. yang Akhirnya membuat Pengemudi Kendara tidak focus dan terjadinya Kecelakaan..

Menurut Ustadz Sholeh Patih :

“ di Jembatan Air Hitam, sering sekali terjadi Kecelakaan.. dalam penelusuran kita, disitu ada Garis itu Tembok Ghaib.. Pintunya ke atas-kebawah.. kalau sudah ketutup nah terjadilah sesuatu di situ..”

“sama seperti tadi sebelum kita mulai, itu tiba-tiba ada Truck macet tiba-tiba di depan kita.. dan anginnya berputar kencang di atas” tutur kak citra melanjutkan pembicaraan Ustadz..

Menurut mas tukul, saat mobil Trans 7 menuju jembatan tersebut.. di dalam Mobil tersebut menyetel VCD/CD lagu.. tiba tiba lagunya ilang & menjadi suara orang teriak..

Oya, kalian tau.. kenapa di namakan Jembatan Air Hitam? Setelah kak citra cek, ‘Air Hitam’ ternyata pengaruh Kecelakaan dan tempat ini salah satu, alasannya juga karena di dalam tanah ini, itu daya magnetnya Kuat >> magnet besi.. jadi saat mobil lewat itu juga tarik menarik Gravitasi., itu salah satu penyebab secara Ilmiah..

“Dan tadi saya terus terang berhenti disini, Jembatan yang mengarah ke arah Rumah penduduk tetapi bisa di lihat sendiri ini juga tidak pernah terurus juga.. dan Jembatan Ini menyebrangi Air Hitam.. yang kalo siang sendiri ini airnya bewarna HITAM, tetapi setelah saya Observasi …. Itu ada Kandungan Magnetic, magnet yang sangat Kuat di dasar Sungai, batu-batu… jadi Sungai | Tanah | Pasir | Batu batu |… itu dia salah satu menyebabkan kenapa,.. Secara Ilmiah di Jelaskan kenapa sering terjadi Kecelakaan itu sendiri.. dan bisa liat sendiri Jembatan ini terbuat dari Beton dan Baja, besi.. Itu Konduktor yang sangat Kuat…Pas menarik dari Gravitasi Bumi sudah sangat kuat gaya magnetnya.. dan Mobil yang sedang Melaju kencang itu terjadi Pergesekan.. itu dia yg menyebabkan kenapa, tiba tiba mobil bisa cepat melaju dan tiba – tiba secara tidak sengaja berhenti mendadak padahal Jalannya juga tidak terlalu menanjak naik… sementara dari arah sana juga cepat, itu juga mungkin yang bisa terjadinya kecelakaan,…. Namun Kondisinya itu secara Ilmiah bila di Jelaskan. Tetapi jika kita masuk ke dimensi lain secara Astral.. Karena sering terjadi kecelakaan dan tempat ini jarang di bersihkan atau di rawat dan Juga jalanan Gelap, banyak Pohon lebat.. kebun, dan bia liat sendiri, itu menyebabkan banyak sekali penumpukan-penumpukan Orbs yang Negative .. yang terus akan mengulang kejadian yang sama.. seperti RESIDUAL ENERGI. ILMU PELET WANITA. RESIDUAL ENERGI itu yang di alami oleh : mas tukul yang di alami mobilnya berserta rekan-rekan, bagaimana kejadian awal CD yang di dengarkan adalah CD musik.. berubah menjadi suara Jeritan Orang yang mendadak.. itu yang muncul di Mobil mas tukul adalah RESIDUAL ENERGI.. yang pernah terjadi di Lokasi” Tutur kak citra saat menjelaskan hal tersebut.. Saat kak citra mengobrol ngobrol tentang apa yang kak citra telusuri.. beberapa saat kemudian Ustadz. sholeh patih datang dan membawa Lukisan yang menggambarkan “Hantu Kuyang” ..

“Ini sosok Kuyang mas,, Kuyang itu Siluman , Wanita, cuman kepala saja dan isinya tampak Kulit ada usus, Hati, semua di keluarin, yang memang sengaja begitu, kenapa begitu? .. dia itu sewaktu Hidupnya; Ingin mempunyai Ilmu, tetapi Ilmu Hitam, ngga kesampean.. akhirnya terjadilah seperti Ini.. ngga kesampean, jadi makanya hati-hatilah menuntut Ilmu.. ada Gurunya yang Baik baik saja, kadang2 yg aneh.. ada yang bimbing, Ini contohnya.. Sosok Ini sukanya minum darah bayi yg baru lahir.. darah persalinan.. kalau ngga ada, nah inilah anak buahnya suruh berjejer di Jembatan Air Hitam.. makanya sering terjadi kecelakaan.. Akhirnya kalao udah dapet, klo di hantu ngga dapet bayi… bisa2 korban kecelakaan akan menjadi tumbalnya.., makanya hati kalao bersalin, sehabis bayi di Jaga keselametannya.. terus di Lindungi dan bertanggung Jawab. Trus disitu ada benteng, seperti tembok Ghaib.. itu arahnya kalao kebuka keatas, kalau ketutup itu kebawah.. makanya kalo sering di tutup itu sering teradi kecelakaan.. nah dari situ Korban akan di hisap darahnya..” Tutur Ustadz sholeh, saat menjelaskan Lukisan tersebut…

Sumber / Penulis : CMO
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Sabtu, 27 Desember 2014

Cerita Misteri : Dihadang Kuntilanak

Kuntilanak 
Kisah menyeramkan ini terjadi dan dituturkan langsung oleh pelaku yang tinggal di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Dimana selama seminggu dirinya tak sadarkan diri setelah tubuhnya ditemukan di atas kuburan. Pada hari malam Jumat Kliwon, enam tahun lalu, aku mengalami suatu kejadian itu. Dan sampai sekarang kejadian itu masih membekas jelas di ingatanku. Mungki ini akan menjadi sebuah pengalaman mistis sepanjang hidupku.

Sebelumnya, aku tidak percaya sama sekali tentang cerita berbau mistik, hantu dan sejenisnya. Namun hal itu berubah setelah aku sendiri mengalami sebuah peristiwa sangat menyeramkan dan mengerikan. Dari pengalaman ini pula menjadi hidayah bagiku untuk kembali ke jalan Tuhan. Sejak peristiwa itu aku kembali rajin menjalankan sholat. Padahal sebelumnya aku termasuk pemuda berandal. Karena pengalaman itu pula setiap malam aku menjadi rajin membaca kitab suci Al Quran.

Sebagai pemuda yang masih lajang, setiap malam, aku suka menonton hiburan musik, yang ditanggap orang pada sebuah pesta atau hajatan. Baik itu di kampungku ataupun di kampung-kampung tetangga. Selain sekedar mencari hiburan, siapa tahu ada gadis yang mau denganku untuk kujadikan pacar. Biasanya kami selalu pergi berombongan dengan mengenderai sepeda motor.

Ceritanya, malam itu terpaksa aku pulang sendiri dari menonton acara musik di kampung seberang. Jarak kampungku dengan kampong seberang kurang lebih 3 km. jalan penghubung satu-satunya dari kampungku ke kampong seberang harus melalui perkebunan sawit. Semua teman-temanku malam itu sudah pulang duluan. Sebenarnya salahku sendiri, karena sebelumnya kami sudah sepakat, jam setengah dua belas malam harus sudah berkumpul di satu tempat yang sudah disepakati untuk pulang bersama-sama. Karena keasyikan menonton acara Ilmu Pelet Wanita itu, hingga aku lupa pada kesepakatan itu. Mungkin, karena ditunggu-tunggu sampai pukul dua belas aku belum muncul juga, akhirnya teman-temanku memutuskan untuk pulang duluan. Semua teman-temanku mengira, aku sudah pulang terlebih dahulu.

Sialnya, malam itu aku tidak membawa kendaraan sendiri. Saat berangkat aku dibonceng sepeda motor temanku. Dengan perasaan jengkel, kuputuskan pulang sendirian dengan berjalan kaki waktu jarak yang akan kutempuh cukup lumayan jauh untuk ukuran jalan kaki. Perasaan takut tak jadi masalah bagiku.

Dari kecil aku tak pernah kenal dengan yang namanya takut. Aplagi dengan hantu, aku sama sekali tidak mempercayai keberadaannya.

Suara jengkrik mengiringi langkahku menyusuri jalanan yang sunyi. Sesekali suara burung hantu terdengar di kejauhan. Pohon-pohon karet berdiri membisu berjajar di kiri-kanan jalan. Untung saat itu bulan purnama, hingga keadaan jalan tidak begitu gelap.

Untuk mengusir kesunyian, sengaja aku bersiul-siul menyanyikan lagu kegemaranku. Anehnya, begitu sampai di tengah-tengah kebun kelapa sawit, entah mengapa tiba-tiba saja badanku merinding. Kulihat jam di tanganku menunjukkan pukul satu malam.

Bertemu Kuntilanak

Tiba-tiba sebatang cabang kayu yang cukup besar jatuh tepat di hadapanku. Suaranya mengejutkanku hingga jantungku hampir copot. Karena menghalangi jalan, kucoba untuk menyingkirkan cabang kayu itu ke samping. Belum lagi cabang kayu itu berhasil kusingkirkan, tiba-tiba terdengar suara tawa cekikikan. Suara itu nyaring sekali.

Hati kecilku berkata, “Jangan-jangan ini kuntilanak!”

Kuperhatikan sekelilingku tetapi tidak ada apa-apa. Kembali suara tawa cekikikan itu terdengar. Kembali kuperhatikan sekelilingku. Tapi tetap aku tidak melihat apa-apa. Hanya pepohonan sawit yang berdiri mematung tertimpa cahaya bulan. Lagi-lagi suara tawa cekikikan itu terdengar. Kali ini malah lebih keras dan berulang-ulang.

“Benar ini pasti Kuntilanak!” kataku dalam hati.

Karena suara tawa it uterus saja terdengar, bukannya takut malah timbul rasa jengkelku. Dengan penuh emosi, aku berteriak menantang.

“Heiii… Jangan ganggu aku. Kalau berani jangan sembunyi-sembunyi, tunjukkan wujudmu. Kau piker aku takut, dasar setan. Keluar kau!” teriakku malam itu.

Begitu aku selesai berteriak, suara tawa itu pun berhenti. Karena dari kecil aku dikenal sebagai anak yang pemberani menghadapi keadaan seperti ini, tidak ada sedikit pun rasa takut di benakku. Malah timbul rasa penasaranku. Seperti apa sih wujud Kuntilanak itu. Kutunggu beberapa saat, tapi suara tawa itu tidak terdengar lagi. Dengan perasaan jengkel kembali aku bermaksud melangkahkan kakiku. Tapi belum sempat kakiku melangkah, tiba-tiba bahuku ada yang menepuk dari belakang, diiringi sapaan suara perempuan.

Dengan terkejut, buru-buru kuputar badanku menghadap ke belakang. Seorang perempuan dengan wajah tertunduk berdiri tepat di belakangku. Entah darimana datangnya. Aku mundur beberapa langkah ke belakang, sambil terus memperhatikan perempuan itu. Kulihat baju putih panjangnya menutupi kaki dan tangannya. Saat itu aku juga mencium aroma bunga kantil. Belum sempat aku bertanya pada perempuan itu, tiba-tiba dengan perlahan-lahan perempuan itu menengadahkan mukanya. Di keremangan malam, kulihat wajah perempuan itu pucat sekali. Kedua matanya bolong. Dan dari kedua lubang matanya memancar sinar merah. Rambutnya awut-awutan.

Spontan rasa takut menyergapku. Baru kali ini aku merasakan ketakutan. Jantungku berdebar kencang manakala secara tiba-tiba perempuan itu tertawa cekikikan sambil memperlihatkan taringnya. Lalu kedua tangannya diacungkan padaku, seolah ingin mencekikku. Kembali aku dibuat terkejut. Ternyata jari-jari tangannya tinggal tulang semua.

“Kun… Kun… Kuntilanak!” teriakku dengan tergagap. Tanpa pikir panjang lagi kuambil langkah seribu. Melihat aku lari, Kuntilanak itupun ikut  berlari mengejarku. Sekilas dapat kulihat tubuhnya melayang-layang terbang, dengan suara cekikikannya nyaring mengerikan. Dengan sekuat tenaga kupercepat lariku. Tapi Kuntilanak itu terus saja mengejarku dengan disertai suara tawanya yang menakutkan. Sementara rasa takut yang kurasakan, semakin menjadi-jadi. Baru kali ini aku merasakan takut yang teramat sangat.

Diculik Hantu mirip Zombie

Di saat genting itu, tiba-tiba ada cahaya lampu dari arah depanku. Begitu ada cahaya lampu, suara tawa Kuntilanak itupun hilang. Dengan terengah-engah kuhentikan lariku. Kulihat ke belakang ternyata benar Kuntilanak itu sudah menghilang. Mungkin karena takut dengan cahaya lampu itu, pikirku. Sambil mengatur nafas, kutunggu cahaya lampu yang kukira lampu sepeda motor itu mendekat. Kupikir mungkin salah seorang temanku yang ingin menjemputku. Tapi semakin dekat cahaya lampu itu ke arahku, ternyata bukan suara sepeda motor yang terdengar. Justru bau kemenyan dan bunga kantil yang menusuk hidung. Kembali rasa takut mulai menjalaniku.

Begitu cahaya lampu itu tiba di depanku, aku pun nyaris pingsan dibuatnya. Astaga! Ternyata cahaya itu adalah rombongan hantu pengusung keranda mayat. Mereka berjalan tanpa menginjak tanah. Badanku seolah tak berdarah lagi. Jantungku berdegup kencang. Keberanian yang dulu kubangga-banggakan hilang sudah. Dengan amat jelas kulihat satu orang tanpa kepala dan leher berlumuran darah, membawa lampu berupa bulatan cahaya yang sangat terang.

Empat orang pengusung keranda mayat, mukanya hancur semua. Dengan badan dipenuhi bercak-bercak darah di sana-sini. Sementara orang-orang yang mengiringi di belakang, tubuhnya juga tidak ada yang utuh. Mataku melotot tidak bias dikedipkan. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat mengerikan.

Tiba-tiba, rombongan pengusung keranda mayat itu berhenti saat lewat di depanku. Lalu secara serentak makhluk-makhluk mengerikan itu memalingkan wajahnya dan menatap ke arahku.

Rasa takut yang kurasakan semakin menjadi-jadi. Nafasku memburu karena menahan takut. Wajah-wajah makhluk itu sangat mengerikan. Mereka menatapku tajam. Lalu salah seorang datang mendekatiku. Wajah berlumuran darah mengerikan. Salah satu matanya menggantung keluar hamper copot. Isi perutnya terburai keluar. Jalannya seperti robot, kumpulan makhluk jelek itu mendekatiku.

Ingin rasanya aku lari, tapi kedua kakiku tidak dapat digerakkan. Lalu dengan cepat tangan makhluk itu mencengkram bahuku. Kucoba meronta melepaskan cengkeramannya. Tapi tidak berhasil. Tenaga makhluk itu sangat kuat sekali. Tubuhku diangkatnya dengan mudah. Lalu dengan cepat tubuhku dilemparkan melayang menuju keranda. Dengan tiba-tiba pula, penutup keranda itu terbuka sendiri. Lalu denga telak tubuhku jatuh ke dalam keranda. Dengan cepat penutup keranda itupun menutup kembali. Aku sudah di dalam keranda, meronta-ronta kesana kemari. Dengan sekuat tenaga kucoba membuka penutup keranda itu. Tapi penutup itu seakan terbuat dari beton dan sulit untuk mengangkatnya.

Aku coba berteriak meminta pertolongan. Tapi tak ada satu katapun yang bisa keluar dari mulutku. Bagai tikus terkena perangkap, aku terus saja meronta-ronta kesana-kemari. Sambil terus berusaha membuka penutup keranda, tapi usahaku sia-sia. Pada saat bersamaan, makhluk-makhluk itu tertawa mengerikan. Kemudian mereka mulai lagi berjalan dengan membawaku, yang terus meronta-ronta. Karena dicekam rasa takut yang teramat sangat, ditambah tenagaku yang semakin lemah, akhirnya aku pun jatuh pingsan. Setelah itu aku tak ingat apa-apa lagi.

Sayup-sayup kudengar suara orang membaca ayat-ayat suci. Sesekali diiringi suara orang memanggil-manggil namaku. Dengan perlahan-lahan kucoba membuka mataku. Kulihat disamping kananku ada pak Ustadz yang tengah khusuk membaca ayat suci. Sementara disamping kiriku, kulihat ibuku yang tengah memandangiku dengan kedua matanya yang sembab, menandakan kalau ibuku habis menangis. Begitu melihat aku membuka mata, langsung ibuku memelukku dan mencium pipiku sambil terus menangis.

“Alhamdulilllah, kau sudah sadarkan anakku. Terima Kasih ya Tuhan,” ratap ibuku berkali-kali.

Ayahku yang duduk di samping ibuku, segera menenangkan ibuku yang terus menangis sambil memelukku. Semantara aku hanya diam. Aku bingung, apa sebenarnya yang telah terjadi denganku. Pak Ustadz yang sedari tadi duduk di sampingku membaca Kalam Illahi, dengan senyumnya yang teduh menyuruhku meminum segelas air putih yang dipegangnya.

“Sudah satu minggu kamu pingsan! Kamu ditemukan tergeletak di tengah kuburan,” kata pak Ustadz menjelaskan.

Mendengar kata kuburan, aku teringat kembali pada kejadian yang menimpaku. Dengan perasaan yang masih diliputi rasa takut, kuceritakan semua kejadian yang kualami dari awal hingga akhir. Semua orang yang hadir di ruangan itu bergidik ngeri mendengarkan ceritaku.

Sejak kejadian itu hingga sekarang, aku kian rajin mendekatkan diri pada Tuhan.

Kukerjakan lagi sholat, setelah sekian lama kutinggalkan. Kubuka lagi kitab suci, setelah sekian lama tidak pernah kubaca. Walaupun kejadian itu masih membuatku trauma pada kesunyian, namun aku kian menyadari bahwa memang ada dimensi kehidupan lain yang diciptakan Allah di samping kehidupan manusia yang nyata ini. Aku berharap atas kejadian yang telah menimpaku ini bisa menjadi hikmah dan pembelajaran bagi kita semua.
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Jumat, 26 Desember 2014

Kumpulan Batu Ali : Akik Mata Kucing

Batu mata kucing atau 'cats eye' diberi nama kerana apabila didalam kegelapan dan ada sedikit cahaya, maka akan muncullah segaris sinar pada batu ini mirip mata haiwan bernama kucing. inilah uniknya batu ini sehingga ramai yang tergila-gila mencarinya. Batu cats eye ini  banyak terdapat dalam warna coklat kehitaman, kuning madu dan warna hijau muda. cats eye mempunyai ketahan yang kuat kerana batu ini mempunyai kekerasan pada ukuran 8-9 pada skala Mohs. Chrysoberyl merupakan batu permata yang mempunyai nilai yang tinggi di pasaran dengan kualiti yang sangat baik. Negara pengeluar utama batu mata kucing ini termasuklah Russia, Tanzania, Sri Lanka, India, Brazil, dan Timur Afrika. 

Cats eye @ Chrysoberyl menjadi batu yang digemari oleh ramai peminat dan pengumpul yang profesional. Ini kerana batu permata ini sangat sukar untuk didapati dan harganya yang agak mahal. Cat's eye yang baik mempunyai cahaya sebagai jaluran di bahagian tengah. Apabila membeli batu yang asli, pastikan "mata kucing" pada batu tersebut berada di bahagian tengah dan "mata" tersebut boleh "terbuka" dan "tertutup" apabila batu itu dicondongkan. Kelebihannya dimata umum dikatakan banyak sekali seperti memberikan Ilmu Pelet Wanita di keyakinan dan menjadikan lawan /musuh gerun dan takut pada kita serta memberi aura penarik kepada pemakainya juga dikaitkan dengan kesihatan (menghindar penyakit fizikal dan mengelak sihir).
 
Sejarah Batu Mata Kucing Cat Eyes
Mengenal tingkatan batu permata, mata kucing / cat’s eye, tergolong batu peringkat ketiga dibawah zambrut Colombia dan berlian, namun dalam pengembangan di pasar International, batu mata kucing cellone, menduduki peringkat pertama dalam bursa penjualan batu mulai terlaris.

Asal-usul batu mata kucing terjadi atas pembekuan zat asam yang terlahir dari sifat air dan mengandung sulfur perekat tertinggi selama ribuan tahun lamanya. Batu ini disebut juga ametis cristal terkuat yang mengandung 8 mohs kadar kekerasan batu dengan bentuk urat air mengalir.

Dalam peradaban manusia dimasa keemasan zaman Purwarica Bata Wening, batu mata kucing sangat didewakan sebagai lambang dari keasrian alam, sedangkan di zaman raja agung Zulkarnaen (Zaman setelah Nabiyullah Nuh AS) batu ini telah menduduki tahta tertinggi dengan ditempatkannya pada kursi kebesaran sang kaisar dan mahkota para raja kala itu. Namun pada masa Nabiyullah Sulaiman AS, batu mata kucing mulai raib keberadaannya dan digantikan dengan batu termulia saat ini yaitu, merah delima, dan baru dimasa kejayaan WaliSongo, kisah batu mata kucing mulai terangkat kembali lewat wasilah seorang putri raja Tarta, Ong Tin, yang datang ke pulau Jawa.



Terkenalnya Batu Mata Kucing di Indonesia


Sekitar tahun 1400M, seorang putri cantik anak dari raja Tartar, yang bernama Ong Tin, dengan dikawal 40 perahu besar penuh dengan pernak pernik perhiasan, guci, piring, giok serta ratusan batu permata yang dibawanya dari Negara asalnya China, kini sedang menuju pelabuhan Cirebon.

Sang putri ternyata sedang mabuk asmara terhadap Syarif Hidayatullah, pemuda tampan yang pernah datang ke istana ayahandanya. Konon sebelum semua ini terjadi, Syarif Hidayatullah, yang kala itu merasa hatinya gundah gulana dan sulit untuk memejamkan matanya, akhirnya bisa tertidur pulas disalah satu perahu jukung milik nelayan yang sengaja ditambatkan dipinggiran pesisir laut Cirebon. Dengan kekuasaan-Nya, disaat Syarif Hidayatullah, tertidur lelap, Allah SWT, menghempaskan perahu tadi hingga jauh sampai ke negeri China.

Syarif Hidayatullah
Kedatangan Syarif Hidayatullah, ke Negara China, ternyata tidak disukai oleh raja Tartar, pasalnya Syarif Hidayatullah, secara pribadi mengundang banyak kecintaan rakyat Tartar, atas kelembutan dan tutur bahasanya yang sangat sopan. Takut dirinya tersaing sebagai seorang raja, maka dipanggilah Syarif Hidayatullah, keistana raja. Dengan mengedepankan sifat kekuasaan, sang raja Tartar, mulai menyiasati Syarif Hidayatullah, yang kala itu dianggapnya punya kelebihan diatas manusia pada umumnya dengan cara, putrinya Ong Tin, dihiasi memakai bokor tembaga hingga menyerupai perempuan sedang bunting 8 bulanan.

“Kisanak… sebelum aku memberikan pernyataan, coba kau lihat apakah putriku ini hamil atau tidak” terang sang raja. “Wahai raja Tartar, atas ijin Allah, tidak ada seorang wanita yang sudah bunting seperti putri anda dinyatakan tidak hamil” Atas jawaban ini raja pun tertawa terbahak-bahak, merasa dirinya menang dari jawaban Syarif Hidayatullah barusan. Lalu beliaupun melucuti ikat pinggang putrinya untuk memperlihatkan bahwa putrinya ini tidak hamil melainkan hanya sebuah bokor yang dipasang. Namun apa yang dilihat raja saat itu membuat beliau marah besar, ternyata bokor yang dipasang pada perut putrinya lenyap dan berganti dengan hamil sungguhan “Sungguh kejam sihirmu wahai sang penenun jahat” lalu dengan lupan amarahnya Syarif Hidayatullah, akhirnya diusir dari negaranya. Dengan kejadian ini sang putripun merasa malu dan terus menangis tiada henti, disisi lain,

setelah melihat pemuda tadi yang tak lain adalah Syarif Hidayatullah, sang putri langsung jatuh hati. Kesedihan sang putri membuat sang ayahanda tak tega melihatnya, maka diutusnya 400 pasukan untuk mengantarkan sang putri menemui Syarif Hidayatullah di tanah Pasundan.

Kembali ke cerita semula, sesampainya di perbatasan pesisir Cirebon, putri Ong Tin, yang hatinya telah diliputi perasaan cinta langsung berlari kegirangan dan tanpa di sadari olehnya, kalung yang dipakainya tersangkut dahan hingga terjatuh diantara timbunan pasir laut dan kisah ini terjadi tepatnya di daerah pesisir Pasir Ipis, daerah Ciledug. Dalam sejarah keWalian, kalung yang dipakai putri Ong Tin, adalah berbentuk rantai tipis yang terbuat dari emas putih dengan dihiasi berlian ungu dan ditengahnya terdapat batu mulia besar yang sangat indah dipandang mata yaitu, batu mata kucing hijau dengan serabut urat air yang sangat lembut.

Lewat sejarah jatuhnya kalung putri Ong Tin, Ir. Kosasih, selaku putra mahkota Kanoman, yang kini menempati rumah sederhana di daerah karang Asem Sindang Laut Cirebon, beliau pernah menuliskan dalam bukunya yang berjudul “Keindahan Cat’s eye Cellone” Disitu dijelaskan secara rinci bahwa “Sesungguhnya batu yang paling indah di dunia saat ini adalah batu mata kucing yang pernah dipakaioleh putri asal China, yang dimaksud dalam tulisan ini adalah putri Ong Tin”.

“Batu kemilau dengan struktur seberat 39 crat, berwarna hijau crystal dan bercahaya emas memanjang menjadikan batu ini terindah di dunia”

Pada tahun 1970 an, atas prakasa Ir. Kosasih sendiri beliau mengumpulkan para Ahli Hikmah, “Barang siapa yang bisa menemukan batu mata kucing hijau seberat 39 crat, baik dengan jalan rill maupun secara bathin, maka kami hadiahkan seluruh uangku yang ada

” Saat Misteri menanyakan langsung pada sumbernya (Ir. Kosasih) tentang perjalanan para Jawara ahlul bathin di tahun 1970 an, beliau hanya menggeleng sedih pertanda batu mata kucing yang pernah di pakai oleh putri Ong Tin, belum bisa ditemukan. Bahkan beliau berucap “Bila saat ini ada yang mampu menemukannya saya berani bayar 21 Milliar”

Wow… sungguh fantastic harga yang diberikan untuk sebuah batu sejarah. Kisah perburuan batu mata kucing ini masih berlanjut, dan pada tahun 1997 sampai 1999, atas prakarsa Ir. Sujatmiko, seorang arkeologi ternama asal kota Bandung, yang dibayar langsung oleh (Alm) HM.Soeharto, mantan presiden RI-2, menjadikan tempat Pasir Ipis, yang kini sudah menjadi bukit dan hutan sangat rame oleh para jawara ahli bathin yang ingin mengadu nasib. Kalau itu Misteri sendiri ikut andil dalam perburuan batu berkelas millyaran rupiah selama kurang lebih 2 bulanan. Kisah raibnya batu mulia mata kucing Cellone kepunyaan putri Ong Tin, selama enam abad silam, membuat batu ini sangat mashur di seluruh belahan Nusantara, namun dalam kenyataannya, belum ada satupun yang memiliki batu mata kucing berwarna hijau crystal seberat 39 crat, paling yang ada saat ini hanya seberat 5 sampai 8 crat, itupun masih dalam tarap Cellone madu dan belum crystal sekali.


Perburuan Batu Mata Kucing di Hutan Pasir Ipis

Siapapun tentu akan kepincut dengan iming-iming puluhan milyar rupiah hanya sekedar mencari satu batu bersejarah, kisah ini Misteri alami sendiri yang ternyata hampir seluruh ahli bathin Cirebon, kala itu turun semua dengan segala peralatan mistik yang dibawanya. Aroma wewangian kian santer menusuk hidung tatkala Misteri baru sampai ditempat yang dituju, hampir disetiap sudut hutan dan bebukitan Pasir Ipis, telah ditempati beragam manusia dengan pola dan tingkah laku yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Hutan Pasir Ipis

Ada yang seperti orang bertapa, berteriak memanggil penunggu bangsa gaibiyah setempat, menggerakkan tubuh dan tangannya seperti orang sedang kesurupan, berdzikir secara tartil, munajat dengan membisu dan masih banyak tingkah laku aneh lainnya.

Namun hampir 90% para ahli bathin kala itu mengundurkan diri karena adanya hawatif yang sama, bahwa : “Mustika mata kucing cellone kepunyaan putri Ong Tin, akan terus mendampingi tuannya hingga sampai alam surga dimana beliau tetap bersanding dengan Waliyullah Kamil Sunan Gunung Jati” Sebab secara hakikiyah telah di nash dalam Al-Qur’an disurat Arrohman.”Salah satu batu yang menempati alam surga adalah Lu’lu Yakut dan Marzan” Sedangkan mata kucing kepunyaan putri Ong Tin, adalah salah satu dari sekian milyar batu yang sangat langka dipasaran dan sudah termasuk “Green diamond” atau yang disebut dengan berlian Lu’lu” (Berlian berwarna hijau muda crystal).
Dalam kisah ini bisa dipetik hikmahnya, bahwa segala sesuatu yang kita inginkan tidak semuanya menunai keberhasilan, sesungguhnya ini semua adalah wujud dari kasih sayang Allah SWT, yang mengingatkan pada kita semua bahwa, jangan saling menyalahkan pendapat atau pemberian maupun wujud dari suatu ilmu orang lain, tapi teruslah belajar untuk bisa intropeksi diri dalam segala makna kesalahan, sebab hal semacam ini lebih mulia dari pada sifat pemimpin yang mengedepankan dirinya sendiri dalam pandangan hubbud dunia (Selalu mengejar materi).

Macam - macam Batu Akik / Batu Ali :
1. Batu Ali Merah Delima
2. Batu Ali Kecubung
3. Batu Ali Mata Kucing
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Kamis, 25 Desember 2014

Kumpulan Batu Ali : Akik Kecubung

Akik Kecubung
Batu/Akik Kecubung adalah batu cinta. Apabila dipakai dalam perhiasan sehari-hari, Ia memancarkan enerji yang begitu dahyat, tak terkecuali Lelaki dan Perempuan menjadi kasih dan cinta terhadapnya peradaban auranya. Bahkan ilmu pelet wanita sudah tidak asing lagi, bahwa si pemakai dan atau memakai batu kecubung ini ‘dipercaya energi’ yang memancar dari batu sangat mampu memperbaiki aura, membuka chakra orang (Siapa saja yang memakai dan menggunakannya). Mantap !

  Akik Kecubung

Kecubung merupakan varitas batu kuarsa ungu (Warna mengkilau) yang sejak jaman dahulu kala menurut kisahnya sangat dipercaya dan diperlukan untuk memperoleh karunia rohani yang begitu indah. Warna ungu adalah warna tradisional dan kecubung sebagai perhiasan dan simbol orang per orang sebagai penguasa kaya dan kuat akibat bias pancar aura magnetismnya.
  1. Kecubung diyakini oleh para praktisi metafisika memiliki energi yang sangat kuat dan memberikan rasa kasih sayang dan rasa nyaman bagi pemakainya (siapa saja).
  2. Kecubung adalah batu permata yang indah dan memiliki harga terjangkau karena sumbernya yang sangat berlimpah di alam ini. Di Indonesia batu kecubung paling banyak terdapat di Kalimantan.
  3. Batu Kecubung disebut juga Amatis yang diambil dari bahasa Yunani “amethystos” yang berarti “tidak mabuk” karena batu ini diklaim memiliki sifat penyembuhan dan memiliki kemampuan untuk menawarkan efek mabuk minuman keras. Itu sebabnya mengapa gelas anggur peninggalan jaman dahulu sering diberikan hiasan batu kecubung.
  4. Leonardo Da Vinci menulis kecubung dapat menghilangkan pikiran jahat dan meningkatkan kecerdasan tetapi juga diyakini mendorong perselingkuhan karena efek rasa cinta dan kasih sayang yang sangat kuat dari batu ini.
  5. Dalam tingkatan sistem chakra, ungu merupakan warna yang dipancarkan oleh chakra tertinggi yaitu chakra mahkota. Itu sebabnya para pemuka agama menggunakan batu kecubung untuk meningkatkan tingkat spiritualitas mereka.
  6. Kecubung juga menjadi salah satu batu untuk cincin yang sering dikenakan oleh uskup. Demikian pula di lingkungan rohaniawan Tibet kristal kecubung ini digunakan dalam rosario.
  7. Kecubung diyakini menjadi kristal spiritual yang bisa mempercepat pertumbuhan rohani dan mengilhami kekuatan penyembuhan, cinta ilahi dan intuisi.
Akik Kecubung

Sebagai kristal penyembuhan kecubung dianggap memiliki kemampuan untuk mengangkat dan akan memperkuat sistem endokrin dan kekebalan tubuh serta membantu kerja kelenjar hipofisis sehingga menghasilkan darah yang kuat dan bersih serta penuh energi.
Selain itu BATU/Akik KECUBUNG yang sangat baik adalah berwarna; 1. Hitam
2. Ungu
Warna keduanya memiliki khasiat dan mampu mewujudkan nilai pengasih dan pelarisan. Menambah energi tubuh / kekuatan tubuh, mengekang gelombang jahat ke haluan yang lebih baik dan positif. Selain itu memancarkan aura kesejukan dan simpati luar biasa.
Kecubung ini disebut juga barang bertuah dekat dengan mistik dan dinyatakan antik. Ada juga yang menyatakan batu kecubung ini berkhasiat untuk kekebalan tubuh (apabila cocok bagi si pemakainya). Dan yang pasti pemakainya Diminati lawan jenisnya.
 Kecubung wulung adalah salah satu jenis batu akik produk asli Indonesia, Akik yang satu ini di gadang-gadang kan sebagai batu pengasih yang sangat berkualitas.Itu dari segi magis,dan dari segi perhiasan si wulung sakti adalah batu perhiasan untuk semua generasi dan segala kalangan dengan  warna dasar hitam yang  netral untuk segala kulit


Berikut ciri-ciri kecubung wulung yang asli :
    kecubung wulung

  • Berwarna hitam mengkilap  dengan kemilau tersendiri di banding kecubung lain
  • Jika di senter ataupun di terawang aka nada warna kemerah-merahan atau keungu-unguan tergantung asal dari si wulung tersebut
  • Tingkat kekerasan cukup tinggi di banding batu akik pantai seperti topaz,limau manis,kinyang,dll
  • Batu nya agak sedikit berat
  • Setiap kecubung wulung akan tembus jika di senter
  • Tidak mudah gores
  • Jika diteteskan dengan air,air tsb akan menggumpal di atas batu akik ini
  • Dilihat dari jarak 5 cm,kita dapat sedikit bercemin di mata wulung

Demikian cirri-ciri wulung asli kami jabarkan,jika saja anda kurang puas….bawa aja ke laboratorium,dan cek kadar mineral di dalamnya,,apakah benar2 batu atau hanya sintesis buatan. (sekedar info tidak lebih)
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Rabu, 24 Desember 2014

Kumpulan Batu Ali : Akik Merah Delima

Kumpulan Batu Ali : Merah Delima
Batu merah delima ini umumnya dikenal dengan nama “Rubby Sapphire“. Batu ini berwarna merah gelap dan nampak seperti merah darah. Batu yang tersedia saat ini, berukuran lebih besar dari kacang tanah. Di Indonesia kalau kita berbicara tentang batu permata umumnya yang terbayang adalah dua hal yakni batu yang diyakini mempunyai tuah atau berlian.
Kumpulan Batu Ali : Merah Delima

Kumpulan Batu Ali : Merah Delima

Kumpulan Batu Ali : Merah Delima

Jumlah batu permata yang ada di dunia mencapai ribuan jenis yang dibentuk dari unsur kimia tertentu berdasarkan ilmu geologi, tetapi diyakini ada pula batu yang disebut batu mustika yang konon berasal dari vegetasi, binatang dll.

Bahkan sebagian besar orang di dunia ini masih meyakini bahwa batu permata dapat mempengaruhi pemakainya yang didasarkan hari kelahiran yang diimplementasikan pada bintang kelahiran, seperti ruby diyakini bagus bagi orang yang lahir pada bulan juli (Leo).. Disini akan kita ulas sedikit batu permata yang dikatakan sebagai rajanya dunia batu permata yaitu Ruby atau orang Indonesia ada yang menamakannya Batu Merah Delima. Untuk menentukan keaslian Batu Merah delima diyakini oleh sebagian orang adalah jika batu tersebut direndam dalam air, maka airnya akan berwarna merah darah bahkan air disekitarnya bisa nampak menjadi merah pula.

Pada masa lampau Ruby digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk penawar racun atau untuk meracuni,untuk menghindarkan orang dari wabah, untuk membuang duka cita, untuk menindas sikap sombong,dan untuk mengalihkan pikiran dari berfikir untuk berbuat jahat bahkan dapat mengubah logam jadi emas. (Sumber: Kamus Brewer’S). Bahkan sebagian orang mengatakan ruby dapat dipakai sebagai perantara akan cita-cita yang diinginkan, meramalkan nasib atau keberuntungan dalam spekulasi bisnis atau cinta terhadap seorang perempuan atau untuk menghilangkan sikap acuh tak acuh kekasihnya.

Merah Delima Untuk sekedar diketahui, ada banyak mitos yang beredar luas di masyarakat, bahwa batu merah delima yang dapat mengeluarkan cahaya bila ditaruh dalam gelas berisi air, maka air tersebut akan menjadi merah sesungguhnya tidak demikian. Batu merah delima asli memang mengeluarkan cahaya merah ketika ditaruh dala air namun air tersebut tidak serta merta berubah menjadi merah. Fakta sebenarnya ialah bahwa air ilmu pelet wanita tersebut nampak menjadi merah karena pantulan cahaya yang berasal dari batu merah delima tersebut. Sedangkan airnya sendiri tetap berwarna bening. Seringkali dilakukan uji keaslian dan kekuatan rambatan cahaya merah dengan meletakkan gelas berisi air lalu dimasukkan batu merah delima kedalam gelas tersebut, kemudian gelas tersebut diletakkan berdempetan dan sejajar lurus dengan gelas lain (Gelas kaca), maka nampak air yang di gelas lain turut berwarna merah.merah delima adalah batu yg sangat berharga. Biasanya kecil warna merah(bila masih muda) atau merah kehitam2an yg ditengahnya ada titik putih menyerupai biji delima. Keistimewaan merah delima :

1. Kebal dari senjata apapun baik yg zohir maupun yg ghoib.
2. Pengobatan untuk semua penyakit.
3. Yg memiliki menjadi supranatural yg Handal.
4. Mampu merubah air dlm gelas menjadi merah darah(ingat yg asli berubahnya perlahan dan lebih dari 1 gelas).
Kumpulan Batu Ali : Merah Delima

Dalam pengupasan dunia supranatural, kita tidak bisa hanya berpegang dalam satu ilmu syar’i saja, melainkan harus memahami tentang ilmu tauhid/ilahiyah. Sebab, bila kita hanya berpegang dalam satu hijjah/hukum fiqih semata, maka pemahaman kita hanya sebatas syirik, musyrik dalam menanggapi arti supranatural, yang kian berkembang.Sesungguhnya dalam ma’rifatul ilmi, sudah jelas diterangkan, bahwa siapapun ahli batin yang mau terus mendekatkan dirinya pada Allah SWT, lewat kedzuhudan, tirakat, keikhlasan dan kesabaran hati, maka sebagai mempermudah jalannya, Allah SWT akan mengutus para malaikat, nabi dan waliyullah, untuk memberikan suatu ilmu. Walmaritatul karomah, dengan jalan orang itu akan selalu diberikan wujud ilmu yang berupa tahkikul wujud. Seperti, batu merah delima, shafir, yaman dan lain sebagainya.

Beberapa permata berwarna merah juga akan dipamerkan dengan label merah delima. Namun banyak di antaranya sebenarnya spinel, jenis batu lain yang berwarna merah. Bedanya, bila merah delima adalah oksida aluminium, maka spinel merupakan oksida magnesium aluminium. Spinel memang mirip mirah dan mendapat perhatian karena umumnya berwujud lebih besar dari merah delima.
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Cerita Mistis : Bertarung Melawan Jin Penunggu Harta Karun

Kisah mistik ini dituturkan langsung oleh pelaku. Dimana demi mengangkat setumpuk batangan emas, dirinya bertarung habis-habisan dengan sesosok jin penunggu harta karun itu. Namun, setelah berhasil mengalahkannya yang terjadi malah membuat dirinya sangat kecewa.

*****

Malam itu, sekitar pukul 22.00 WIB, tepatnya ketika aku sedang melakukan rutinitasku berdzikir, di kamar kosong di rumahku, mendadak isteriku membuyarkan konsentrasiku. Istriku memberitahu kalau di luar ada seorang tamu yang ingin bertemu denganku. Aku pun terpaksa keluar. Dan di ruang tamu itu kulihat Pak Soleh yang telah duduk di atas sofa sambil membuka-buka buku yang terletak di atas meja. Setelah basa-basi sebentar, ia kemudian membicarakan maksud dan tujuannya menemui diriku. Aku menyimaknya baik-baik.

“Kurang lebihnya begitulah kesimpulannya, mas. Karena Pak Indra yang memberi modal, berapa pun hasilnya nanti, dia siap membagi sama rata, “Pak Soleh menutup penuturannya.

Aku diam sejenak, kemudian berucap. “Begini Pak, yang saya pikirkan bukan masalah pembagiannya. Saya hanya heran saja, atas dasar apa bu Lena begitu percaya dan yakin kalau di rumahnya ada timbunan harta peninggalan almarhum? Apakah suaminya dulu itu orang kaya?” tukasku, ragu.

Sahabatku itu tersenyum mendengar penuturanku. “Soal itu saya juga tidak tahu. Tapi yang jelas, Bu Lena yakin seratus persen kalau harta itu memang ada,” katanya.

Kami memang sudah terbiasa ngobrol dibarengi humor, terkadang menyindir satu sama lain, tetapi topik persoalan tetap berlanjut, seperti halnya malam itu. Sambil menyalahkan sebatang rokok.

Pak Soleh kembali bertutur, “menurut bu Lena, awal mulanya ia bermimpi. Suaminya yang almarhum, mendatanginya dan mengatakan kalau dia sendiri yang menaruh emas tersebut di bawah lantai ruang tamu. Tetapi dia berpesan kalau ‘tanaman emas’ itu baru bisa diangkat setelah genap waktunya, dan hanya akan menjadi kenyataan kalau yang mengangkatnya adalah seseorang yang berhati bersih. Artinya, tidak bisa diangkat oleh sembarang orang.”

“Berapa banyak jumlahnya?” tanyaku yang mulai serius.

“Kalau tidak salah, setelah beberapa kali bu Lena mendatangkan orang pintar ke rumahnya, rata-rata mengatakan ada sekitar 32 batang emas. Itu menurut mereka. Sedangkan menurut hemat saya, sekiranya mas berkenan, mungkin nanti bisa diperiksa ulang. Selanjutnya saya serahkan ilmu pelet wanita sepenuhnya sama mas. Begitu pesan bu lena,” ucap Pak Soleh.

Aku mengangguk kecil setelah mendengar cerita yang bernada menggiurkan itu. Sebagai seorang yang dikenal memiliki kemampuan mengangkat harta terpendam dengan kekuatan supranatural, tentu saja aku harus menerima tawaran menarik itu.

Tiga hari kemudian, pak Soleh memperkenalkan aku kepada bu Lena. Setelah berkenalan dan akrab, wanita di ambang usia senja itu mulai menceritakan ulang soal mimpi-mimpinya itu.

“Kenapa saya begitu yakin bahwa benda itu memang ada, karena mimpi itu terus berulang-ulang datang dalam tidur saya,” kata bu Lena.

Mendengar penjelasan dari bu Lena, aku tak ingin membuang waktu banyak. Malam itu juga aku melaksanakan penerawangan, menembus dunia lain melalui ketajaman mata batinku. Dan hasilnya cukup meyakinkan. Apa yang kulihat tak jauh beda dengan apa yang diceritakan bu Lena. Di bawah lantai ruang tamu rumah wanita yang telah lama hidup menjanda itu memang kelihatan tumpukan emas batangan. Setelah merasa yakin, maka kupastikan langsung hari untuk melakukan ritual pengangkatan.

Tepatnya Rabu malam, semua bahan-bahan untuk ritual sudah disiapkan. Antara lain, tujuh macam buah-buahan, kembang tujuh rupa, tujuh batang cerutu, sepiring nasi putih, sebungkus rokok kretek Gudang Garam Merah, kopi manis dan kopi pahit, teh manis dan teh pahit, segelas air putih, dan sebotol minyak khusus yang biasa dipergunakan untuk melaksanakan upacara ritual semacam ini. Minyak tersebut biasa juga disebut “Minyak Jin” Harga minyak itu bisa sampai jutaan rupiah. Sebab, tanpa menggunakan minyak seperti itu, rasanya sangat tipis kemungkinannya akan berhasil dengan baik dan lancar.

Sejumlah orang telah berkumpul di ruang tengah, berdzikir membaca Surat Al-Ikhlas secukupnya. Pengertian secukupnya di sini ialah baru boleh berhenti setelah ada petunjuk dariku, yang biasanya akan kusampaikan melalui kode, dan aku harus langsung memberitahukannya kepada mereka yang berdzikir.

Di kamar khusus yang telah kupadamkan lampunya, hanya ada aku dan dua orang rekanku. Aku terus berinteraksi dan sangat melelahkan. Berdasarkan pendeteksian, jin yang menguasai lantakan emas itu sangat kuat.

Setelah diadakan dialog, jin itu tidak mau menyerahkan begitu saja apa yang kami minta. Dia tetap bertahan sesuai perintah sang majikan, yaitu sebelum genap hitungan enam tahun sejak benda tersebut ditanam oleh almarhum suami bu Lena, dia tidak akan menyerahkan kepada siapa pun, kendati kami melaksanakan hajat ini atas permohonan isterinya sendiri.

Cukup lama kami bertarung dengan Jin penunggu harta itu. Hampir dua jam lamanya. Salah seorang rekanku terus mengeluarkan jurus-jurus ampuhnya untuk mengalahkan Jin itu. Si Jin tetap bertahan. Dari langit-langit kamar kudengar jelas seperti benda berat saling berjatuhan menimpa kepalaku. Padahal aku tahu, itu hanya pendengaranku saja. Tidak nyata.

Kecuali sosok Jin yang memperlihatkan penampakannya secara jelas. Dia berbadan tinggi besar, hampir mencapai sepuluh meter, berambut gondrong. Mungkin. Sepasang kupingnya sebesar telinga gajah. Matanya sebesar lampu sepeda motor, sedangkan bagian dada, tangan dan kakinya ditumbuhi bulu-bulu lebat. Sangat menyeramkan!

Aku bersyukur, karena tak lama kemudian Jin itupun menyerah, mengaku kalah, dan berjanji akan menyerahkan semua benda tersebut kepada kami. Ternyata benar. Setelah lampu kunyalahkan, batangan emas tersebut sudah tersusun rapi di atas hamparan sajadah. Berikut dua buah kalung emas. Yang satu sepertinya untuk laki-laki. Satunya lagi untuk wanita.

Dari dalam bambu pendek yang terpaksa kupecahkan, terdapat pula gulungan kertas. Isinya mengatakan bahwa kalung emas wanita diperuntukkan khusus untuk putri bungsu almarhum. Sementara kalung laki-laki untuk bu Lena sendiri.

Benda-benda tersebut kemudian kuperlihatkan kepada semua yang hadir di situ. Kulihat mereka tersenyum puas menyaksikan keberhasilan kerja kami. Terutama bu lena. Mereka nyaris tak berkedip memelototi benda-benda berharga tersebut. Heran, gembira, tetapi terkesan tak percaya pada penglihatan mereka sendiri.

“Betul-betul aneh, tapi nyata. Tapi saya masih tidak percaya benda yang ada di dalam tanah bisa di angkat ke atas, tapi lantai tidak ada yang pecah satupun. Benar-benar tidak masuk logika,” kata bu Lena.

“Jadi sekarang gimana?” tanyaku.

“Sekarang saya percaya seratus persen. Soalnya saya melihat sendiri, dan di rumah sendiri,” ucap bu Lena lagi.

“Kalung-kalung ini boleh langsung kalian pakai,” ucapku.

“Kalau yang lainnya sebaiknya disimpan saja di tempat yang menurut ibu cukup aman. Kalau ibu mau jual, nanti saja kalau sudah waktunya pas, seperti yang tertulis pada surat wasiat yang tertulis pada surat wasiat yang ditulis almarhum. Di sini disebutkan, apabila dimanfaatkan sebelum genap waktunya enam tahun, taruhannya adalah nyawa!”

“Batas waktu itu kapan, mas?” tanya bu Lena lagi.

“Kalau tidak salah tahun depan. Tanggal dan bulan ada tertera di surat itu!” jawabku.

Akan tetapi, karena yang disebut manusia selalu saja merasa kekurangan dan tak pernah mensyukuri nikmat Tuhan, juga memiliki sifat tergesa-gesa. Sebelum sampai waktunya bu Lena bermaksud menjual tiga batang emas itu. Alasannya, selain terhimpit oleh kebutuhan hidup yang semakin meningkat, juga untuk mengembalikan uang minyak dagangannya yang belum ia setor penuh.

Karena semua barang berharga itu adalah milik almarhum suaminya, aku dan rekanku merestui. Kebetulan pula pada waktu itu kami sedang butuh uang untuk keperluan serupa. Segera aku melaju ke salah satu toko emas kenalanku di Pontianak.

Namun hasilnya sangat mengecewakan sekali. Sungguh! Emas batangan tersebut berubah menjadi tembaga. Aku jadi penasaran. Kubawa ke toko lainya. Namun hasilnya sama.

“Ini tembaga pak. Sama sekali tidak ada kadar emasnya. Hanya ini berwarna kuning, tapi bukan emas,” kata si pemilik toko setelah dua tiga kali mengetes kemurnian emas tesebut.

Celaka tiga belas, pikirku. Setelah delapan juta terbang dari dompet, kemudian mati-matian bertarung melawan Jin penunggunya, hasilnya hanya tembaga. Walaupun masih ada harapan akan sempurna dengan sendirinya apabila tiba waktunya kelak, atau melalui bantuan orang pintar yang memiliki ilmu khusus untuk “menyempurnakan” tembaga itu kepada wujud aslinya. Namun itu baru sebatas harapan. Bisa jadi kenyataan bisa tidak.

Namun semuanya kuserahkan kepada Yang maha Kuasa. Yang pasti, dari kasus ini aku mendapat pelajaran berharap bahwa kita sebagai manusia hendaknya bisa bersabar dalam menanti sesuatu hal. Ya, kalau saja kami menjual batangan emas tersebut sesuai dengan waktu yang ditetapkan, mungkin emas itu tidak akan berubah menjadi tembaga.

Sumber : Victory 

Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Selasa, 23 Desember 2014

Cerita Mistis : Cincin Berdarah


Ilustrasi

Hasil visum dokter, Juliet telah meninggal dunia. Dengan sabar aku menunggu putriku selama sehari dua malam. Malah aku sendiri yang membaringkan anakku di peti matinya. Tanganku ini pula yang mengantarkannya ke dalam kubur tempat peristrirahatannya yang terakhir, di kuburan keluarga di bawah tanah, di daerah Tanah Kusir.

*****
Dengan tenang satu per-satu tamu hotel itu memasuki ruang makan siang. Mereka mengambil tempat duduk masing-masing. Para pelayan pun melayani dengan sangat ramah. Para habitué, yaitu tamu-tamu hotel yang datang ke tempat wisata penyembuhan penyakit ILMU PELET WANITA dengan mandi air panas vulkanis itu, memandang minat ke arah pintu masuk setiap kali pintu terbuka. Dengan harapan, kalau-kalau ada wajah baru yang muncul.

Para pengunjung sengaja datang di saat-saat makan siang bersama, untuk memastikan ada tidaknya tamu-tamu baru. Mereka ingin mengetahui siapa saja, apa yang mereka lakukan, dan apa yang mereka pikirkan.

Di tempat seperti itu, bisa juga terjalin suatu persahabatan yang serius. Mampu terjalin lebih cepat ketimbang di tempat-tempat lain. Sore itu, seperti sore-sore sebelumnya, kami duduk tenang di ruang makan. Menanti munculnya wajah-wajah baru. Ternyata, hanya ada dua wajah baru. Tapi sangat menarik perhatian.

Seorang pria, dan satunya lagi wanita. Rupanya ayah dan anak. Segera saja keduanya mengingatkan diriku pada tokoh-tokoh yang bisa muncul dalam cerita-cerita Edgar Allan Poe. Meskipun begitu ada daya tarik tersendiri pada keduanya. Suatu daya tarik yang terasa cukup aneh.

Lelaki itu bertubuh tinggi, kurus. Agak bungkuk. Rambutnya telah putih, nyaris seluruhnya. Sebenarnya terlalu cepat memutih dari umurnya yang tampak relatif masih muda. Dari penampilan maupun pakaian yang ia kenakan jelas menunjukkan bahwa mereka orang Belanda. Sedang anak perempuannya, yang mungkin berumur antara dua puluh lima, bertubuh kecil, juga sangat kurus dan sangat pucat. Menimbulkan kesan selalu dalam keadaan lelah.

Memang, aku sering bertemu dengan orang-orang yang nampaknya terlalu lemah dan bersemangat menjalani hidup sehari-harinya. Terlalu loyo untuk bergerak atau untuk berjalan. Terlalu lesu untuk melakukan apa saja yang bisa kita lakukan setiap hari.

Wanita muda itu sebenarnya berwajah sangat cantik. Tetapi kecantikannya yang memukau itu terlihat misterius. Bagaikan peri. Dia menyantap hidangan makan siang dengan sangat pelan, seakan sudah tidak mampu untuk menggerakkan lagi. Dengan begitu, aku jadi semakin yakin, tentu dialah yang sengaja datang ke pemandian sumber air vulkanik ini untuk menyembuhkan penyakitnya. Kebetulan keduanya duduk di meja persis di depanku.

Akupun melihat, gerakan tangan ayahnya begitu kaku dan gugup. Setiap kali dia ingin mengambil sesuatu, gerak tangan ayahnya begitu kaku dan gugup. Setiap kali dia ingin mengambil sesuatu, gerak tangannya bagaikan suatu pengait, kaku dan sedikit gemetaran. Aku juga bisa melihat wanita muda itu mengenakan kaus tangan, hanya di bagian kiri saja.

Selesai makan siang, aku jalan-jalan di kompleks taman sumber mata air panas itu. Seakan tertuntun menuju ke Bungalow, Chatel Guyon, yang terlindung di kaki pegunungan tinggi, tempat yang banyak sekali terdapat sumber mata air panas. Di daerah itu, di atas taman tempat makan siang, tampak puncak-puncak pegunungan yang membiru, seakan sebuah rangkaian yang satu dengan lainnya saling menyatu.

Juliet Telah Meninggal
Sore itu udara terasa hangat. Aku menaiki, lalu menuruni suatu jalur jalan yang teduh di sisi pegunungan itu. Terdengar alunan musik dari arah sebuah café. Kemudian aku pun melihat lagi ayah dan anak gadisnya tadi berjalan ke arahku.

Aku membungkuk menyapanya dengan ramah. Tiba-tiba kaki lurus itu menghentikan langkahnya, kemudian dia berkata padaku.

“Maukah Anda menemani kami jalan-jalan, tapi itu pun kalau tidak menganggu Anda, Monsieur?”

Dengan senang hati aku menerima ajakannya. Kami berjalan ke arah lembah.

Sungai kecil mengalir indah di situ. Lembah yang membentuk jurang di antara dua lereng terjal itu ditumbuhi hutan lebat. Mereka terlihat sangat gembira melintasi daerah itu sambil ngobrol tentang air panas yang bersumber dari daerah ini dan telah banyak berjasa menyembuhkan berbagai penyakit.

“O ya,” kata si ayah. “Anak gadisku menderita suatu penyakit aneh, tapi hingga saat ini belum bisa ditentukan dengan pasti jenis penyakit yang dideritanya. Yang jelas, dia menderita gangguan sistem syaraf yang sulit dipahami. Dokter mengira dia menderita penyakit jantung. Di saat lain, mereka mengatakan kalau anakku terserang saraf punggung. Sekarang ini penyakitnya disebut akibat kerusakan organ perut. Itulah sebabnya mengapa kemudian kami datang ke tempat ini,” kata si ayah.

“Tapi menurut pendapatku, penyakit yang diderita putriku akibat terganggunya sistem syaraf. Karena memang mempunyai riwayat tersendiri,” kata si ayah lagi.

“Tetapi apakah bukan penyakit keturunan? Maksudku, bukan syaraf gerak di tubuh Anda juga tidak normal?” tanyaku.

“Syaraf gerak tubuhku? Oh, tidak… Syarafku sebenarnya dalam keadaan baik-baik saja.” Setelah tercenung sejenak, dia kembali meneruskan ucapannya.

“Oh, tentunya Anda menilai hal itu setelah melihat tanganku gemetaran dan kaku setiap kali mengambil sesuatu? Hal ini sebenarnya akibat pengalaman yang sangat mengerikan, yang pernah aku alami. Coba Anda bayangkan, anak gadisku ini benar-benar pernah dikubur hidup-hidup!” Aku tersentak kaget mendengar ceritanya.

Begini ceritanya, Putriku Juliet, memang sudah beberapa kali terkena serangan jantung. Oleh karena itu kami selalu siap menghadapi keadaan, meski yang terburuk sekalipun. Pada suatu hari, dia digotong ke dalam rumah. Tubuhnya dalam keadaan dingin. Dia tak lagi bernapas. Dia mati. Dia jatuh tidak sadarkan diri di sebuah taman.

Menurut hasil visum dokter, Juliet telah meninggal. Dengan sabar aku menunggui putriku selama sehari dua malam. Malah aku sendiri yang membaringkan anakku di peti matinya. Tanganku ini pula yang mengantarkannya ke dalam alam kubur tempat peristirahatannya yang terakhir, di kuburan keluarga bawah tanah, di daerah Tanah Kusir.

Aku juga telah memakaikan berbagai perhiasan seperti permata, gelang, kalung dan cincin, serta mendandaninya dengan gaun pesta berwarna putih. Tentunya Anda bisa membayangkan, betapa hancurnya perasaanku ketika kembali ke rumah. Dia adalah satu-satunya penghibur dan temanku di dunia ini. Isteriku telah meninggal sejak bertahun-tahun lalu.

Aku sempat sempoyongan sendiri menuju kamar tidurku. Dalam keadaan setengah tidak sadar, karena begitu lelahnya. Kuhempaskan tubuhku ke kursi malas. Pelayan setiaku yang telah tua, Joedy, yang ikut membantuku meletakkan Juliet ke dalam peti mati dan mengangkat peti itu ke kuburan bawah tanah, masuk ke kamarku dan bertanya, “Apakah Tuan memerlukan sesuatu? Aku hanya menggelengkan kepala. Lalu dia meninggalkanku.

Tiba-tiba bel di kamar depan terdengar berdering. Aku kaget dan terbangun. Aku menoleh ke arah jam dinding. Ternyata masih pukul dua malam. Kemudian, sekali lagi bel itu berbunyi dengan keras.

Aku melangkah mundur. Di kegelapan malam yang dingin itu, aku merasa melihat sesosok tubuh wanita berpakaian serbah putih berdiri tegak dihadapanku. Sosok tubuhnya mirip dengan hantu wanita.

Aku terus melangkah mundur dicekam ketakutan yang luar biasa, aku mencoba bertanya. “Siapa… Siapa… kamu sebenarnya? Jangan menggangguku! Pergi… Pergi…!!”

Tidak lama kemudian aku mendengar jawaban dari suaranya yang serak. “Ini aku, Pa. Juliet… anakmu…”

Demi tuhan, dia ternyata adalah anak gadisku yang telah mati. Aku mengira, saat itu aku sudah gila. Aku terus melangkah mundur. Sementara setapak demi setapak hantu itu maju mendekatiku. Sambil mundur ketakutan, aku membuat tanda salib, sebagaimana biasanya umat Kristen mengusir hantu.

Kemudian hantu itu berkata lagi. “Jangan takut, Pa. Aku belum mati. Seseorang mencoba mencuri cincin permataku. Dia memotong salah satu jemariku. Darahku mengucur keluar. Itulah yang telah membangunkanku dari mati suriku.”

“Ternyata, memang begitulah kenyataannya. Aku melihat darah segar menetes di jari kiri anakku. Aku langsung terjatuh di lantai. Aku terisak, namun tidak mampu berkata sepatah pun. Setelah siuman kubimbing anakku menuju kamar tidur yang ada di lantai atas. Kududukkan dia di kursi malasku. Kubunyikan bel untuk memanggil prosper untuk menyalahkan tungku perapian serta menyediakan anggur untuk putriku.

Kuperintahkan agar dia merawat luka di jari anakku. Prosper yang datang menemuiku terbelalak melihat sosok Juliet. Kemudian dia pun jatuh pingsan tak sadarkan diri. Rasa takutnya amat luar biasa.

Ternyata justru dialah yang telah membuka pintu ruang makam bawah tanah Juliet. Kemudian memotong jari tangan anakku, lalu meninggalkan putriku begitu saja setelah merampok perhiasan Juliet. Bahkan sampai hati dia tidak menutupi pintu mati itu lagi karena yakin pencurian yang dilakukannya tidak akan diketahui orang lain.

Lagi pula tidak mungkin orang mencurigainya karena dia adalah pelayanku yang paling setia dan sangat aku percaya.

“Nah! Anda tentunya sudah memahaminya. Bahwa kami ini adalah orang-orang yang tidak bahagia.” Lalu dia menutup kisahnya.

Malam mulai turun. Menebarkan bayang-bayang selimut kelamnya di lembah yang sepi dan terpencil. Suatu perasaan takut tiba-tiba mencekam diriku. Ternyata aku sedang berdampingan dengan dua sosok manusia aneh. Kini aku malah berjalan di samping gadis muda yang bangkit dari liang kuburnya. Ayahnya pun menderita kekakuan syaraf yang amat mengerikan.

“Betapa mengerikan!” kataku dalam hati.

“Mungkin lebih baik kita kembali ke hotel saja. Udara di sini semakin dingin.” Ajakku. Akhirnya kami pun menyusuri lorong kelam itu untuk kembali ke penginapan.

Sumber : Tabloid Horor,
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Mitos atau Kenyataan ? Kisah Dayak Punan Berkaki Merah

Malam di hutan Penyinggahan Penyungkat yang berada di tepi Sungai Sebunut, anak Sungai Mahakam di Kutai Barat, Kalimantan Timur, semakin larut. Di hari kedelapan perjalanan, warga Tumbang Topus, Kecamatan Sumber Barito, Kalimantan Tengah, yang mengawal Tim Perintis Ekspedisi Lintas Barito-Muller-Mahakam terus menuturkan berbagai kisah soal kampung mereka.

Salah satu kisah yang membuat tim tertarik adalah informasi suku Dayak Punan Siau atau Ot Siau atau Punan berkaki merah yang katanya hingga kini masih ada. “Di Tumbang Tujang sana ada warga yang pernah diajak Punan Siau itu ke goanya,” kata Golo (40), warga Tumbang Topus.

Punan Siau dilukiskan sebagai orang Dayak yang berkaki merah yang tinggal di goa-goa yang penyebarannya mulai dari pedalaman Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Timur. Warga menggambarkan, Punan Siau selalu menyalakan kayu bakar di dalam goa untuk perapian.

“Suku ini tidak pernah mau bertemu dengan warga lain, bahkan dengan Dayak Punan seperti kami ini mereka tidak mau ketemu,” kata Golo. Suku Siau ini dilukiskan hanya mengenakan pakaian dari kulit kayu dan bisa berjalan cepat di antara tebing-tebing dan rerimbunan pohon di dalam hutan.

Golo menambahkan, hingga kini belum ada warga yang paham bahasa mereka. “Ketika dua warga Tumbang Tujang dibawa ke goa mereka, para Punan Siau ilmu pelet wanita ini hanya diam saja seperti membisu, tidak mengeluarkan kata-kata. Karena itu, sulit dimengerti apa sebenarnya yang terjadi pada mereka,” ungkapnya.

PUNAN berkaki merah mendiami goa-goa karena terdesak akibat penjajahan Belanda. “Belanda telah membuat mereka takut dan mereka hingga kini tetap bersembunyi di dalam goa-goa,” kata Golo.

Golo kemudian memberikan dua nama warga Tumbang Tujang tersebut kepada tim perintis. “Kalau mau mencoba mencari mereka, silakan hubungi dua orang ini. Tanya di mana goa yang pernah mereka masuki itu,” kata Samsi (30), warga lainnya.

Hanya saja, Samsi mengingatkan, jika ingin mencari goa mereka, jangan berpakaian modern atau membawa peralatan modern. “Kalau mereka melihat orang yang dianggap aneh dan bukan dari kalangan sekitar, mereka biasanya akan melepaskan senjata sumpit,” katanya.

Oleh karena itu, Samsi mengingatkan, siapa yang ingin menemui mereka sebisanya mengenakan pakaian pemburu dengan senjata tombak agar bisa menyerupai warga suku Punan. “Kalau dengan senjata tradisional seperti tombak dan mandau, mereka malah tidak akan menyerang kita,” katanya.

Berbagai cerita, entah mitos atau legenda, didapat tim perintis selama perjalanan 13 hari menyusuri Sungai Barito melintasi Pegunungan Muller dan kembali menyusuri Sungai Mahakam. Cerita-cerita tersebut berkembang dari mulut ke mulut, dan hampir semua warga memiliki pengetahuan yang merata soal cerita itu.

ANTROPOLOG dari Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (STT GKE) yang menggeluti masalah etnis Dayak, yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Studi Dayak-21, Marko Mahin, mengingatkan agar berhati-hati menerima informasi yang masih simpang siur. “Bisa jadi itu hanya mitos,” katanya.

Mitos, seperti di daerah lain umumnya, sering digunakan warga untuk berlindung dari sesuatu maksud. Marko Mahin pernah memiliki pengalaman yang sama, yaitu mendapat informasi keberadaan Dayak Ot Siau, tetapi setelah dilacak ternyata informasi tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Di pedalaman, mitos dan kenyataan hampir bersanding bersama. Jika informasi yang diterima tidak disaring, bisa menjadi suatu kesalahpahaman. Beberapa peneliti diindikasikan juga sering tersesat dan kesimpulannya menjadi salah akibat tidak merunut dengan baik informasi yang diterimanya.

Selain informasi soal suku Dayak Punan Siau atau Ot Siau, tim perintis ekspedisi juga mendapat informasi adanya kuburan batu di deretan karst Pegunungan Muller. Warga Tumbang Topus menuturkan, kuburan batu itu berisi tulang belulang yang ukuran tubuhnya melebihi manusia normal, dengan kata lain, warga Tumbang Topus meyakini zaman dulu memang ada manusia raksasa.

“Informasi ini perlu dicek dengan teliti bukti-bukti kebenarannya, saya juga sering mendengar mitos-mitos soal manusia raksasa ini,” kata Marko Mahin. Semoga saja informasi tersebut tidak sekadar mitos. (AMR)
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Minggu, 21 Desember 2014

Cerita Mistis : Misteri Pohon Beringin Tua

Cerita Mistis :  Misteri Beringin Tua

Kisah menyeramkan ini dituturkan langsung oleh korban. Dimana dirinya tak henti mendapat teror seorang nenek misterius penunggu pohon tua yang dikencinginya. Tak hanya itu kemaluannya pun membengkak dan membusuk. Berikut adalah kisah selengkapnya

*****

Sebut saja namaku Iwan. Umurku 32 tahun sekarang. Aku adalah seorang PNS di salah satu kantor pemerintah di Pontianak. Pengalaman sarat mistis yang pernah aku alami berawal ketika aku dan teman-teman kampus berekreasi ke sebuah pantai di luar kota, untuk mengisi liburan akhir semester saat kuliah dulu.

Sengaja kisah ini kututurkan, agar para pembaca dapat mengambil hikmah. Ya, setidaknya dapat berhati-hati dalam melakukan setiap aktifitas karena di dunia ini tanpa kita sadari terdapat dimensi kehidupan lain, yang di dalamnya hidup mahluk-mahluk yang tak bias dilihat dengan mata telanjang.

Suatu pagi, beberapa tahun silam, aku terbangun setelah mendengar suara rombongan sepeda motor meraung-raung di halaman depan rumahku. Lalu kulirik jam pada dinding kamar. Sudah waktunya berangkat. Memang, untuk mengisi liburan panjang, hari itu aku bersama teman-teman kampus akan berekreasi ke pantai Pasir Panjang, kota Singkawang. Saat hendak beranjak dari tempat tidur, tiba-tiba daun pintu terbuka lebar dan beberapa orang masuk menyerbuku. Mereka tak lain adalah teman-teman kampusku.

“Jangan lama Wan! Kasihan teman-teman sudah menunggu di depan,” ujar Maman. Dengan langkah yang gontai dan mata masih setengah terpejam, aku pun berjalan menuju kamar mandi.
Kira-kira pukul setengah sepuluh pagi aku dan rombongan pun berangkat menuju pantai. Kami memilih sepeda motor sebagai kendaraan. Selain lebih praktis, dengan bersepeda motor sensasi petualangan akan lebih terasa serta bisa memicu adrenalin.

Dengan berkonvoi secara tertib, kami menelusuri jalanan yang berkelak-kelok, mendaki dan menurun. Melewati barisan pohon-pohon yang rindang dan bukit yang menjulang. Bila rasa lelah dan dahaga mendera, kami pun beristirahat di pepohonan yang rindang. Sambil melepas lelah kami pun bercanda ria. Setelah merasa cukup beristirahat kami pun kembali melanjutkan perjalanan.

Sekitar sore atau selama empat jam lebih perjalanan, akhirnya kami pun tiba di pantai. Suara deburan ombak dan pasir putih seakan menyambut kedatangan kami. Sorak-sorai pun terdengar riuh menyatu dengan ombak saat teman-temanku menceburkan diri ke laut. Jiwa terasa damai saat aku berdiri di tepi pantai dan menatap air yang biru dan luas. Kuhirup angin segar yang datang menerpa wajah dan rambutku.

Singkat cerita, kami menghabiskan waktu dengan bersenang-senang, bercanda ria sambil menghangatkan diri di api unggun dan tidur ditenda yang menghadap ke pantai itu, akhirnya kami menyudahi liburan mengasyikkan itu. Rasanya ingin berlama-lama berada di sana tapi tidak mungkin, besok kami harus bersiap-siap untuk mengikuti mata kuliah perbaikan.

Karena rasa lelah dan letih ditambah rasa kantuk yang terus mendera akibat bergadang, dalam perjalanan kami banyak habiskan waktu beristirahat. Sampai pada akhirnya kami berhenti dan beristirahat di sebuah gubuk tua yang berada di pinggir jalan.

TUBUH MENDADAK DINGIN
Di tempat itual awal dari malapetaka yang menimpa diriku. Saat itu aku dan beberapa orang temanku ingin buang air kecil. Tepat di belakang gubuk ada sebuah pohon yang sangat besar, berdaun lebat dan memiliki akar yang kokoh. Pohon beringin tepatnya. Melihat ada tempat yang cocok untuk membuang air kecil, aku pun menuju pohon itu dan mengajak temanku. Namun temanku menolak, mereka lebih memilih semak belukar yang tidak jauh dari pohon itu.

“Kalau bisa jangan kencing di situ Wan, sepertinya angker,” ujar Maman memperingatkan.

“Ya betul, pohonnya saja terlihat seram dan angker, cari ilmu pelet wanita tempat yang aman saja” temanku yang lain menambahkan.

Mendengar ucapan kedua temanku itu aku malah tertawa geli. Konyol sekali kalau mereka masih percaya dengan tahayul, pikirku. Memang, tak ada hal-hal aneh yang kualami pada saat itu. Semuanya masih berjalan normal.

Setelah beristirahat selama 30 menit lebih di gubuk tak berpenghuni itu, kami pun kembali melanjutkan perjalanan. Namun, saat rombongan hendak melanjutkan perjalanan, tiba-tiba aku merasakan ada sesuatu yang menjalar di tubuhku.

Ya, aku merasakan suhu tubuhku berubah dingin, kemudian mataku seperti berkunang-kunang, dan kepala terasa sangat pusing. Tapi kejadian ini, hanya berlangsung sebentar, sebab semuanya kembali normal. Karena itulah aku menganggapnya hanay sebagai efek dari rasa letih yang mendera tubuhku.

Sekitar pukul 10 malam, kami semua tiba di Pontianak dalam kedaan selamat. Sementara itu, sesampainya di rumah aku langsung merebahkan tubuhku di atas tempat tidur, dan dalam hitungan detik saja aku pun tertidur pulas.

Namun, dalam tidur aku bermimpi didatangi oleh seorang nenek dengan wajah menyeramkan. Dalam mimpiku itu si nenek terus melototiku dengan mengacungkan tangannya, sepertinya dia sedang marah. Dari mulutnya keluar kata-kata yang sangat panjang, tapi aku tidak mengerti apa yang dikatakannya.

Pada keesokan harinya, aku menjalankan aktifitas seperti biasa. Namun ada yang sering menggangguku saat beraktivitas yaitu rasa gatal di kemaluanku. Awalnya, aku menganggap hal itu dikarenakan aku terkena penyakit kulit biasa akibat memakai handuk secara bergantian dengan teman-temanku saat berada di pantai itu, atau mungkin juga rasa gatal itu akibat air yang kurang steril saat mandi di kamar mandi umum. Yang paling mungkin, adalah karena aku telat mengganti celana dalam.

Namun yang aneh, dalam kurung waktu sepekan rasa gatal itu juga hilang, malah semakin menjadi-jadi. Padahal aku telah memberinya bedak, bahkan aku juga mandi dengan sabun antiseptik.

Karena tidak tahan dengan rasa gatal itu, aku pun mencoba melihat apa yang terjadi pada kemaluanku. Bukan main kagetnya aku saat melihat kondisi burungku tak seperti biasanya. Di sekitar daerah kemaluanku dipenuhi dengan bintik-bintik kecil. Aku sama sekali tidak menyadari apa yang telah terjadi. Beberapa waktu lalu saat aku hendak buang air kecil aku tidak melihat bintik-bintik tersebut.

Pada saat itu aku segera ke dokter kelamin untuk memeriksa penyakitku. Setelah diperiksa dokter mengatakan aku terkena penyakit kotor, yaitu syphilis. Tentu saja aku kaget dan tidak setuju dengan apa yang dikatakan dokter, karena aku sama sekali tidak pernah berhubungan intim dengan wanita, apalagi pelacur. Di umurku yang telah mencapai kepala dua waktu itu, aku tidak pernah berhubungan badan baik dengan pelacur atau pun dengan pacarku. Selama menjalin hubungan khusus dengan wanita, aku hanya mencium bibir saja.

Walau pun tidak terima dengan kesimpulan dokter aku tetap mengikuti saran-sarannya, sebab berharap bisa sembuh dari penyakit yang kuidap. Resep obat yang diberikan pun aku tebus dengan uang yang tidak sedikit.

Tapi setelah mengikuti saran dokter dan meminum obat yang diberikannya, penyakit pada kelaminku tak kunjung sembuh, malah semakin parah. Bintik-bintik kecil telah berubah menjadi benjolan-benjolan yang semakin membesar dan disertai dengan rasa gatal yang luar biasa. Celakanya lagi, saat aku hendak buang air kecil terasa perih juga hingga sukar untuk mengeluarkan air seniku. Tentu saja hal ini membuatku semakin khawatir terhadap penyakit aneh tersebut. Karena lambat laun kemaluanku membusuk.

Semenjak menderita penyakit aneh tersebut, aku tidak mau memberitahukan kepada siapa pun, baik keluarga maupun teman-temanku. Aku malu untuk menceritakannya dan merasa takut kalau dituduh telah berbuat macam-macam. Aku lebih banyak mengurung diri dalam kamarku.

Malangnya lagi, penyakit aneh menyiksaku. Karena tidak kuat menanggung beban sendiri dan butuh saran dari pihak keluarga, aku pun menceritakan yang menimpa diriku kepada ayah. Seperti dugaanku, ayah pun menuduhku telah melakukan hal-hal yang negatif. Kemudian ayah membawaku ke dokter spesialis kelamin. Dokter yang memeriksaku mengatakan bahwa ciri-ciri penyakit yang kuderita aku terkena syphilis. Namun ketika darahku diperiksa dilaboratorium, ternyata negative. Aku tidak terkena penyakit kelamin jenis apa pun. Tentu saja hasil diagnosa tersebut membuat dokter bingung apalagi aku dan ayah.

Setelah mendapat perawatan intensif dari dokter, kondisiku sama sekali tidak mengalami perubahan. Sakit yang kuderita semakin bertambah parah. Kemaluanku tampak membengkak, karena benjolan di sekitar kelaminku semakin membesar dan disertai nanah. Benjolan-benjolan itu pun menjalar sampai ke pantat hingga ke perut. Rasa gatal di kelamin berubah menjadi rasa perih sehingga membuatku tidak mampu untuk berjalan. Akibatnya kesehatanku pun semakin memburuk. Suhu tubuh tinggi, disertai dingin yang menggigil. Anehnya, seiring membesarnya benjolan di kelaminku, kondisi tubuhku pun semakin kurus.

NENEK TUA ITU MATANYA MELOTOT
Yang membingungkan, selama menderita sakit aneh tersebut, aku juga sering bermimpi buruk. Dalam mimpi itu lagi-lagi aku melihat nenek berwajah seram itu datang dan tertawa terpingkal-pingkal melihat keadaanku. Dia sepertinya senang melihat aku menderita.

Bahkan yang terjadi kemudian, aku tidak saja melihat nenek misterius itu dalam mimpi, tapi juga dalam keadaan sadar. Aku kerap kali melihat sosok itu berdiri di depan pintu kamar dengan mata melotot seolah-olah hendak memakan kelaminku. Melihat sosok yang menyeramkan itu tentu saja aku menjerit ketakutan.

Aku coba menceritakan keanehan ini kepada ayah dan ibuku. Namun mereka menganggap hal itu adalah halusinasi semata karena pengaruh panas tinggi suhu badan.

Sementara itu, kian hari keadaanku kian parah. Bersamaan dengan itu juga keanehan itu semakin sering menderaku. Pernah suatu malam ketika tidur, aku dikejutkan dengan suara tawa yang terbahak-bahak. Saat aku membuka mata, aku melihat nenek itu tengah berdiri di atas tubuhku, sedang menginjak-injak kemaluanku. Melihat hal itu tentu saja aku menjerit-jerit ketakutan, hingga membangunkan seisi rumahku.

Melihat kondisiku yang semakin memprihatinkan, membuat orang tuaku bersedih. Begitu pula dengan sahabat dan teman-temanku. Segala upaya telah mereka lakukan untuk menyembuhkanku, namun hasilnya sia-sia. Tapi untung saja akhirnya aku dipertemukan dengan seorang berhati mulia dan berilmu tinggi. Dia adalah pak Norman, sebut saja demikian. Pertemuanku dengan pak Norman tanpa diduga sebelumnya. Ayah temanku yang ada di kabupaten lain kebetulan berada di Pontianak, karena ada suatu urusan. Mendengar aku sakit parah dia segera menjengukku yang saat itu secara kebetulan dia bersama pak Norman, salah satu teman kantornya.

Saat pertama kali melihat kondisiku yang tidak berdaya, pak Norman sangat terkejut. Berkali-kali dia mengucapkan Istigfar. Dia memberitahukan kepadaku, juga keluargaku, apa yang sebenarnya telah terjadi menimpa diriku. Dia mengatakan bahwa aku bukan mengidap penyakit medis, tapi mengidap penyakit akibat gangguan jin. Dari hasil deteksi dan terawangnya, aku telah membuat mahluk jin itu marah karena telah mengotori rumahnya, yang tak lain adalah pohon yang aku kencingi saat berada dalam perjalanan pulang dari pantai.

Mendengar penuturan pak Norman seketika aku menjadi ingat dan mengakui kalau pernah membuang air kecil sembarangan. Persisnya di sebuah pokok beringin tua. Mendengar pengakuanku, kemudian lelaki setengah baya itu meminta ijin dan doa restu kepada orang tuaku untuk mencoba menyembuhkanku.

Lalu dia meminta segelas air putih, kemudian duduk bersila dan membacakan doa-doa di air tersebut. Saat dia hendak meminumkan air itu kepadaku, tiba-tiba entah datang dari mana ada sesuatu kekuatan yang menghantam gelas itu dan gelas itu pecah di tangan pak Norman. Untung saja wajahku dan wajah pak Norman tidak terkena pecahan beling.

Melihat kejadian ini, semua yang ada di kamarku tersentak kaget. Suasana semakin tegang dan mencekam saat jendela kamar bergerak kuat dihempas angin yang tiba-tiba saja datang, padahal malam itu tidak ada tanda-tanda hujan akan turun.

Melihat gelagat aneh itu pak Norman lalu memasang kuda-kuda. Aneh sekali, tepat di depannya aku melihat nenek yang kerap hadir mendatangiku dalam mimpi maupun nyata. Ternyata nenek itu marah pada pak Norman berusaha untuk menyembuhkanku.

Ketika melihat nenek itu berusaha menyerang pak Norman, aku menjerit ketakutan dan menunjuk-nunjuk ke arah si nenek yang berdiri tegak di dekat jendela. Tapi aneh, ayah, ibu, paman dan sanak keluarga yang berada di kamarku tidak melihat apapun. Hanya aku dan pak Norman yang melihat sosok menyeramkan itu.

Dengan gerakan-gerakan silat, pak Norman akhirnya berhasil mengalahkan nenek itu. Karena terdesak, sosok nenek itu merasuk ke dalam tubuh ibuku. Seketika ibu kalap, sebab kerasukan. Kami semua menjadi panik. Ibu menyerang siapa saja yang dekat dengannya. Untung saja pak Norman tetap tenang, dengan gerakan cepat dan satu kali hentakan saja sosok gaib itu berhasil dikeluarkan dan dikembalikan ke asalnya.

Setelah semua tenang dan terkendali, pak Norman kembali member aku air yang terlebih dahulu diberinya doa-doa. Setelah meminum air itu aku merasakan lebih baik dan tenang. Pak Norman lalu mengarahkan tangannya ke kemaluanku. Gerakan tangannya seperti membuang sesuatu dari kemaluanku. Pak Norman mengatakan kalau pengobatan yang dilakukannya tidak bias dilakukan sekali, tapi harus rutin sampai aku sembuh total, karena ada energy negative yang terlalu lama berada bersemayam di dalam tubuhku.

Aku bersyukur, setelh menjalani terapi air putih yang telah diberi doa ole pak Norman, tidak sampai satu bulan aku telah sembuh. Benjolan-benjolan kecil di kelaminku pun telah tidak ada lagi dan kesehatanku pun pulih kembali. Aku sangat bersyukur pada Tuhan karena telah memberikan kesembuhan kepadaku.

Inilah kisahku yang mungkin bisa menjadi pelajaran. Dan setelah kejadian itu, aku sangat berhati-hati ketika buang air kecil. Tidak lagi sembarang tempat. Dan tidak pula lupa berdoa.

(Sumber / Penulis Oleh : Jemy H)
Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya